Menikah Dengan Mr. Arogan

Menikah Dengan Mr. Arogan
Bab Spesial 6. Jurus Andalan Mila


__ADS_3

Di Suatu pagi yang tenang. Keluarga Papa Roy menikmati santapan sarapan mereka bersama di meja makan. Namun, sepertinya Reina tidak terlalu menikmati makanannya. Itu terlihat jelas di wajah Reina yang terus murung dan terlihat melamun. Angga, Mila, Mama Siska dan Papa Roy hanya bisa saling pandang satu sama lain. Rasanya aneh melihat Reina yang cerewet bisa sediam itu.


Namun, di balik itu semua lagi-lagi Mila berulah. Ia meminta izin pada Angga untuk pergi ke mall. Tapi, Angga tidak mengindahkan permintaan Mila itu. Karena tidak ada yang bisa menemani Mila. Angga, Papa Roy dan Reina harus bekerja sedangkan Mama Siska kebetulan hari ini ada pertemuan dengan temannya.


Mila pun terus memelas, meminta Angga agar mengizinkannya. Memang entah mengapa ia ingin sekali jalan-jalan sambil melihat orang-orang yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng. Perasaan Mila pasti inilah bawaan bayinya. Ia pun segera membuat alasan pada Angga jika hal tersebut adalah kemauan bayi mereka.


"Tidak! Sekali tidak tetap tidak!", jawab Angga sedikit tegas.


Mila pun menjadi sebel mendengar jawaban Angga. Mila langsung memasang muka sedih pada Papa Roy. Alih-alih ingin di bela, Papa Roy malah menggelengkan kepalanya. Mila tidak menyerah sampai di situ, ia melanjutkan melihat ke arah Mama Siska dengan wajah yang semakin sedih. Namun, begitu juga dengan Mama Siska. Ia menggelengkan kepalanya. Mila pun tertunduk sedih. Ia sampai tidak berselera untuk makan.


"Kak, gimana kalau aku aja yang menemani Mila. Jadi hari ini aku tidak masuk kantor", ucap Reina.


"Enak aja gak kerja. Nggak, nggak! Nggak ada acara libur-libur kayak gitu!", bantah Rangga.


"CK! Ih, kakak kok kayak gitu sih! Lagian sekali kali juga! Aku tuh lagi males kak. Lagi nggak mood", Rengek Reina.


Bagaimana Angga nggak tambah pusing? Dua wanita sama-sama sedang merengek padanya. Apakah mereka sedang bersekongkol? Pikir Angga yang menatap curiga pada Mila dan Reina


"Pokoknya nggak bisa! Reina, kakak harap kamu bisa profesional. Jangan hanya karena kamu sedang tidak mood, kamu menjadi sesuka hati saja!", tegas Angga.


"Ya, makanya. Dari pada aku di kantor juga gak profesional, mending aku libur. Hari ini aja kak. Ya...ya.... Lagian buat nemenin Mila juga. Apa Kakak nggak kasihan sama Mila? Liat tuh dia sedih banget", ucap Reina mencoba memprovokasi Angga.

__ADS_1


Dan Mila pun langsung melihat ke arah Angga dengan wajah yang teramat memelas serta mata yang berkaca-kaca. Mila langsung mengeluarkan jurus andalannya mumpung ada yang membelanya. Angga pun menghela napasnya. Sungguh wajah Mila saat ini terlihat begitu sangat butuh di kasihani. Begitu juga dengan Reina, Angga melihat Reina memasang wajah yang sama seperti Mila. Entah dari mana para wanita ini belajar cara menata wajah yang begitu sedih, tapi terlihat lucu sehingga membuatnya tidak sanggup menolak permintaan mereka.


Namun, kali ini Angga tidak mau kalah dari wanita-wanita ini. Ia harus tetap pada pendiriannya. Karena ia sangat tahu tipu muslihat mereka. Angga menutup matanya, dan mengatur napasnya. Kemudian, menggelengkan kepalanya perlahan. Mengetahui Angga tidak terhipnotis dengan jurusnya, Mila pun kembali tertunduk sedih.


"Sudahlah Ngga, biarkan aja Mila dan Reina ke mall bersama. Kasihan juga Mila, sepertinya dia sangat ingin sekali jalan-jalan", ucap Papa Roy yang ternyata terhasut oleh wajah sedih kedua putrinya.


"Nggak apa-apa Pa, Mila di rumah aja. Jalan-jalannya bisa lain kali", jawab Mila dengan nada yang bergetar seperti akan menangis.


"Ya sudah, kalian boleh pergi...", ucap Angga yang nyatanya tidak sanggup lagi untuk tetap tegas apalagi setelah mendengar suara Mila yang bergetar itu.


"Yes!", ucap keduanya lalu mereka saling tos dengan senyum kemenangan.


Angga hanya bisa menarik napas melihat keceriaan kembali di wajah Mila dengan cepat.


***


Setelah beberapa lama di perjalanan, akhirnya mereka pun tiba di depan sebuah supermall. Mila dan Reina buru-buru turun dari mobil. Tapi, sebelum mereka masuk ke dalam, Angga memberi pesan jika ia akan menjemput mereka nanti. Dan setelah itu, mereka pun melenggang masuk ke dalam Mall.


Dan benar saja, Mila tampak senang melihat orang-orang yang berada di sana. Apalagi kalau mereka terlihat cantik dan tampan. Terlebih yang berkulit putih. Mila merasa begitu senang memandangi mereka. Reina hanya bisa menggelengkan kepalanya serta menahan malu karena tingkah iparnya yang aneh itu. Selain senyum-senyum dengan orang yang tidak di kenalnya, ia juga melihat mereka hingga kepalanya berputar kebelakang.


Memang agak lainlah bumil yang satu ini, ucap Reina dalam hati.

__ADS_1


Saat di depan sebuah market, Reina langsung menarik Mila untuk masuk ke dalam. Mereka pun melihat-lihat produk yang di jual di sana. Dan mata Mila berbinar ketika melihat rak buah-buahan. Ia pun langsung mengambil keranjang dan memasukkan buah yang ingin di belinya. Sedangkan Reina terlihat hanya mengikuti Mila dan sesekali tampak sedang melamun.


"Rei, kamu lagi kenapa sih? Kamu tuh, sebenarnya lagi nggak mood karena apa?", tanya Mila penasaran sekaligus khawatir terhadap Reina.


Reina pun menghela napas. Ia melihat ke arah Mila dan ia ingin sekali menceritakan isi hatinya itu. Mungkin Mila adalah orang yang tepat untuk mendengarkan ceritanya. Mila pasti mengerti apa yang dirasakannya saat ini, begitulah pikir Reina.


"Sebenarnya, aku lagi mikirin kak Frans", ucap Reina tertunduk.


Ya, tentu saja Mila terkejut. Soalnya, baru kali ini Reina memikirkan Frans dengan wajah sesedih itu. Namun, Mila tidak ingin merespon lebih. Yang ada nanti Reina malah tidak jadi cerita padanya.


"Kok bisa?", tanya Mila lagi.


"Aku juga nggak ngerti Mil. Jadi, semalam itu dia ketemu sama temannya. Temannya itu cantik banget. Mana mereka itu kelihatan dekat lagi. Ketawa-ketawa gitu di depan aku. Bahkan Kak Frans sampai lupa sama aku. Aku yakin deh, pasti itu mantannya. Dan aku cuma menjadi pelampiasan kak Frans aja selama ini", ungkap Reina yang menjadi agak marah mengingat kejadian semalam.


"Ya, kalau gitu artinya kamu cemburu", jawab Mila sambil memegang buah naga dan memasukkan ke keranjang.


"Masa sih Mil, kalau aku cemburu?", ucap Reina yang masih ingin menyangkal.


Ia pun sebenarnya tidak ingin perduli dengan apa dan siapa pun yang dekat dengan Frans. Tapi, nyatanya Reina terus-terusan kepikiran hingga terbawa mimpi. Makanya Reina menjadi cemas apalagi ia ingat telah memarahi Frans di depan orang banyak waktu itu. Dan sampai sekarang Frans pun belum ada menghubunginya. Karena biasanya hampir setiap jam Frans setidaknya mengirim pesan pada Reina. Walau hanya sebatas mengatakan "Lagi apa Rei".


***

__ADS_1


__ADS_2