Menikah Dengan Mr. Arogan

Menikah Dengan Mr. Arogan
Bab 66. Hari Berkabung


__ADS_3

Dua bulan kemudian, terjadilah sebuah tragedi di desa mereka. Pasalnya dari sebulan lalu, mereka telah di peringatkan untuk pindah dari desa itu tanpa di beri uang sepersen pun sebagai ganti rugi. Karena tanah yang mereka duduki itu bukanlah tanah mereka melainkan tanah milik pemerintah. Warga desa sudah melakukan usaha memberitahukan surat tanah yang mereka miliki. Namun, surat tanah itu malah di bilang palsu. Dan usut punya usut, ternyata Baron telah membeli tanah di perdesaan itu dan ia memiliki surah yang sah yang telah di urusnya beberapa bulan lalu.


Ia memerintahkan semua warga desa untuk pindah. Karena ia ingin membuat tempat penginapan yang akan mendukung serta menaikkan pendapatannya. Ia akan membuat rumah-rumah yang terdiri dari kamar dan kamar mandi. Dan akan di sewakan untuk perjam ataupun permalam.


Para warga yang keukeuh mempertahankan rumahnya, Baron membuat rumah mereka hancur dengan mobil berat yang mengeruk rumah-rumah itu. Tidak ada ampun. Bahkan mereka yang masih menentang Baron, maka akan di hajar dengan brutal namun, sembunyi-sembunyi. Tidak ada yang bisa menolong para warga saat itu. Apalagi Baron bermain cantik. Ia juga punya teman dari kepolisian.


Pada Akhirnya, Ibu dan Ayah Mila mencoba ikhlas. Mereka pun pergi dari desa itu di saat kerusuhan itu terjadi. Mereka menghindari bertemu dengan Baron dan anak buahnya. Mereka lebih mementingkan keselamatan anak semata wayangnya.


Namun, sungguh sial. Saat mereka melewati puing-puing itu, mereka malah mendengar suara Baron yang sedang marah. Mama Husna seketika berhenti melihat sahabatnya, ibu dan Ayahnya Han tertangkap oleh Baron. Mereka berusaha mempertahankan tanah mereka. Namun, Baron geram dan langsung menghabisi mereka.


Tanpa mereka sadari Mila juga melihat pembunuhan itu di depan matanya. Mata Mila terbelalak melihatnya. Ia pun mematung merasa tubuhnya sangat sulit untuk di gerakkan.


Mama Husna yang hampir berteriak berhasil di berhentikan oleh suaminya dengan menutup mulut istrinya itu. Dan saat itu, Ayah baru menyadari bahwa putri juga tengah melihat kejadian kejam itu dan langsung menutup mata Mila, menggendongnya dan langsung membawa kedua wanita itu pergi dari desa itu.


Setelah jauh dari desa itu, tibalah mereka di terminal bus. Dengan bekal uang simpanan mereka, Ayah nekat untuk pindah ke kota saja. Di sana Mama Husna masih menangis mengingat kejadian yang menimpa sahabatnya itu. Bahkan ia tidak bisa menolong sedikitpun. Mila juga masih syok. Itu adalah hal tersadis yang dilihatnya. Ia memikirkan bagaimana keadaan kak Han-nya. Ia belum bertemu dengannya hari ini. Namun, ia tidak bisa berbuat apa-apa karena harus mengikuti orang tuanya.

__ADS_1


Lalu, di tempat terbunuhnya orang tua Han, Roy datang dan melihat Baron beserta anak buahnya yang telah membunuh warga desa itu.


“Baaaarrroooon!”, teriak Roy geram. Tubuhnya bergetar sangking marahnya.


Dari jauh Roy hanya tersenyum mengejek Roy. Kemudian ia menyuruh anak buahnya untuk cepat-cepat pergi dari tempat itu. Roy pun mengejarnya. Namun, langkahnya terhenti. Ia berbalik melihat orang yang terbunuh itu. Hatinya tidak bisa meninggalkan mereka begitu saja walau nyawa sudah tidak di tubuh itu lagi. Dan Roy juga merasa teramat bersalah pada warga desa itu. Ia berdiri dan di hatinya ia berdoa untuk kedua orang itu. Kemudian, menelepon seseorang untuk meminta bantuan medis datang ke lokasi itu.


Tanpa Roy sadari, Han melihatnya. Tubuh Han pun bergetar melihat kedua orang tuanya sudah tertidur di tanah. Ia melihat Roy yang berdiri di hadapan orang tuanya itu. Dan Han langsung berpikir bahwa Roy lah yang menyebabkan kedua orang tuanya meninggal. Ia terus melihat wajah Roy seolah menandainya dan ia tidak akan pernah melupakannya.


Han berlari mendekati mayat kedua orang tuanya. Ia memanggil-manggil mereka sambil menangis dan berteriak berharap keduanya masih bernapas. Roy yang masih di sana juga ikut merasa sedih. Ia mencoba menenangkan Han dengan memegang pundaknya. Namun...


Roy begitu terkejut atas tuduhan darinya. Ia ingin mengatakan pada Han bahwa bukan dia yang membunuh orang tuanya. Tapi, beberapa orang datang untuk menolong maka, terhentilah klarifikasi dari mulut Roy itu.


Dan ternyata, Baron masih di sana dan melihat apa yang terjadi. Ia begitu senang mendapati Han yang menyangka Roy adalah pembunuh orang tuanya. Dan juga Han telah menaruh dendam pada Roy. Ini adalah sebuah kesempatan yang bagus. Baron berencana mengambil Han untuk di jadikan anak angkat dan terus meracuni pikirannya dengan dendam pada Roy. Dan dengan begitu dia punya alat untuk membantunya menghancurkan Roy.


Flashback Off.

__ADS_1


Mila terduduk lemas di bangku taksi. Ia masih memikirkan kejadian tadi. Ia masih tidak menyangka jika Farhan adalah Han. Mereka begitu tampak berbeda. Yah, Mila akui Han yang sekarang jauh lebih tampan. Dulu kulit Han lebih coklat namun, sekarang putih bersih. Mungkin saja ia memang di rawat dengan baik oleh Baron.


“Hah...! Baron. Aku ingat betul nama itu. Aku selalu mendengarnya jika Mama dan ayah menceritakan penggusuran rumah”, ucap Mila dalam hati.


Mila benar-benar penasaran apa yang sebenarnya terjadi. Kenapa Han yang selalu baik pada semua orang bisa sampai sejahat ini? Apa yang telah Baron ajarkan kepada pria baik itu? Mila sungguh tidak terima.


Namun, ia teringat lagi jika Han pernah menolong di beberapa waktu silam. Ia tidak menyangka kakak kelas yang dikaguminya adalah Han. Kakak kelas yang menolongnya dari preman adalah Han. Orang yang memberi makannya di saat ia sangat kelaparan dan orang berbaju hitam yang telah memberinya uang di saat ia tidak punya sepersen pun uang itu adalah Han.


Ia menangis mengingat betapa beruntungnya ia memiliki Han yang selalu ada di saat ia kesulitan. Allah memberikannya seorang yang seperti malaikat yang terus menjaganya dan peduli padanya. Tapi, kehendak Allah malah lain. Ia tidak bisa bersama Han lagi.


Kini di hatinya sudah ada Angga. Ia juga tidak berniat untuk mengkhianati Angga. Flashdisk itu memang sengaja diberikannya hanya untuk memastikan jika Farhan benar-benar percaya jika Mila mempercainya. Tapi, Mila tidak sebodoh itu. Ia sudah menyiapkan salinannya untuk ia berikan kepada Angga.


Ia hanya ingin tahu lebih banyak lagi mengenai Tasya dan adiknya melalui Farhan. Barulah ia tahu apa yang sebenarnya yang terjadi pada Yumi dan kematian tragis dari Yumi. Mila yakin, ada maksud terselubung dari Tasya mendekati Angga. Atau jangan-jangan Tasya sudah tahu video itu dan menyalahkan papa Roy. Ya itulah yang di pikirkan Mila saat ia memberikan flashdisk itu pada Farhan.


***

__ADS_1


__ADS_2