Menikah Dengan Mr. Arogan

Menikah Dengan Mr. Arogan
Bab 9. Membenci Satu Sama Lain


__ADS_3

Tap..tap..tap...


Mila berjalan dengan santai saat memasuki area tempat tinggalnya. Malam ini ia merasa puas karena seharian ini ia bisa merilekskan badannya di sebuah salon dan membeli makanan serta cemilan untuk menemaninya malam ini.


Namun, langkahnya melambat dan berhenti ketika ia melihat seseorang berada di depan rumahnya. Pria yang sangat ia kenali.


“Mau apa lagi dia!”, gumam Mila geram.


Mila dengan cepat berhadapan dengan orang tersebut. Ia melihat pria itu sedang memegang sebuah botol bir.


“Maaf, Pak Angga. Ada perlu apa anda di sini!”, tanya Mila menahan kejengkelannya.


Angga yang tadinya tertunduk, kini mengangkat kepalanya melihat Mila yang berada di hadapannya. Ia tersenyum geli melihat Mila.


“Malam ini, kamu terlihat cantik sekali”, ucap Angga sambil tersenyum.


Entah mengapa pujian Angga itu, terasa seperti sebuah hinaan untuk Mila. Ia benar-benar benci pada Angga. Ia pun ingin segera masuk ke rumahnya. Tapi, Angga mencegahnya dengan menarik tangan Mila, lalu menghempaskannya begitu saja.


“Berani kamu mengacuhkan aku?” tanya Angga yang saat itu tengah mabuk berat.

__ADS_1


Plak! Tiba-tiba Angga menampar pipi mulus Mila. Belum saja Mila lepas dari rasa terkejutnya, Angga sudah merampas bungkusan dari tangan Mila dan membuangnya dengan kasar.


“Dari mana kamu mendapatkan semua ini ha? Kau mencoba membodohiku selama ini kan? Berpura-pura miskin, polos, sok suci! Padahal apa? Pasti kamu mendapatkan uang dari bermain dengan laki-laki di luar sana kan?”, ucap Angga penuh dengan penekanan sambil mencengkram kedua pipi Mila.


Mereka berdua saling bertatapan. Mata Angga begitu merah dan tatapannya begitu tajam seperti ingin membunuh Mila saat itu juga. Begitu juga dengan Mila. Betapa hancur hatinya di hina terus-menerus oleh Angga. Ia juga begitu ingin membunuh Angga saat itu juga sangking bencinya. Sepertinya kali ini Mila ingin menyerah dan ingin pergi jauh dari Angga.


Mila mendorong Angga sekuat tenaganya. Dan itu berhasil membuat Angga mundur beberapa langkah. Mila tidak ingin melewatkan kesempatan itu. Ia langsung buru-buru membuka pintu dan masuk ke dalam rumah. Dan saat ingin menutupnya, lagi-lagi Angga dapat mencegahnya. Walaupun sedang mabuk berat, tenaga Angga tetap lebih kuat.


Angga pun masuk dan menutup serta mengunci pintu tersebut. Angga mengambil kunci itu dan menyimpannya. Tentu saja hal itu membuat Mila menjadi ketakutan. Ia terus menjaga jarak dengan Angga. Dan saat ada kesempatan, ia masuk ke kamarnya. Angga tidak tinggal diam begitu saja. Ia juga ikut masuk ke kamar saat Mila belum benar-benar menutup pintu kamarnya. Ia juga menyimpan kuncinya. Mila begitu frustasi. Ia takut hal buruk terjadi lagi padanya. Ia pun melempar benda-benda yang ada di kamarnya pada Angga.


“Kamu tau? Hari ini wanita yang aku cintai menikah dengan pria lain. Liat ini!”, ucap Angga sambil menunjukkan sebuah surat undangan. “Dia mengundangku”, lanjutnya sambil tersenyum.


Mila tidak paham dengan apa yang dikatakan oleh Angga dan apa hubungannya dengan dirinya. Mila hanya bisa terus menjaga jarak untuk menghindari Angga sambil terus melempari Angga dan berteriak untuk melarang Angga mendekatinya.


“Gila kamu kak! Sampai kapanpun aku gak akan sudi lagi di sentuh olehmu!”, teriak Mila yang begitu ketakutan dengan kegilaan Angga, sampai membuatnya menangis.


“Aaaarrgghh!”, Angga marah dan menghempaskan benda-benda yang ada di hadapannya. “Kurang ajar! Berani kau tidak patuh padaku wanita murahan!”


Angga sungguh-sungguh marah kali ini. Ia pun berlari menangkap Mila. Dengan sekuat tenaga Mila ingin melepaskan dirinya dari Angga. Tapi, tenaga Angga sangat jauh lebih kuat dari Mila. Mila sudah terisak-isak sambil memohon-mohon pada Angga agar melepaskan dirinya. Namun, Angga sepertinya sama sekali tidak punya rasa kasihan pada Mila.

__ADS_1


Angga merubah posisinya, kini ia mendekap Mila dari belakang. Kemudian, Angga memecahkan botol yang ada di tangannya, lalu menyodorkan sebagian botol itu pada Mila. Mila semakin tidak kuasa menahan tangisnya setelah melihat benda tajam yang berada di dekat lehernya.


“Kalau kamu masih tidak mematuhi perintahku, maka aku tidak akan segan-segan menyayat lehermu!”, bisik Angga di telinga Mila.


Mila memejamkan matanya. Kali ini ia tidak bisa melawan Angga lagi. Jika tidak maka dirinya akan terbunuh dengan cara yang mengerikan. Lalu, Angga menuntun Mila ke sisi ranjang. Angga mendudukkan Mila di pinggir ranjang. Kemudian, ia menyuruh Mila untuk segera melepas semua pakaiannya. Tentu saja itu sangat berat untuk dilakukan oleh Mila. Karena, Mila tidak segera melakukan perintah Angga, Angga pun menjadi kesal lalu mencekik Mila.


“Ternyata kau mau mati ya!”, ucap Angga kesal dengan mengancam Mila dengan pecahan botol kaca tadi.


Mila benar-benar tidak berdaya. Napasnya pun terasa sudah hampir habis. Tapi, sebenarnya ia benar-benar tidak ingin menyerah. Ia masih ingin terlepas dari Angga tanpa melakukan hubungan dosa itu. Saat Mila menangis dan kepalanya tertunduk, ia melihat ada celah untuk menaklukkan Angga. Posisi kaki Mila, berada di tengah-tengah kedua kaki Angga. Mila hanya perlu menumpukan tenaganya di kakinya. Dan tidak ingin berlama-lama, Mila pun menendang area vital Angga dengan sekuat-kuatnya.


“Aaaarrgghh! Brengsek!”, ucap Angga yang begitu kesakitan sambil memegangi area vitalnya itu.


Dan Mila pun, cepat-cepat berlari ke arah pintu. Namun, pintu itu tidak bisa di buka sama sekali. Mila pun mengumpat atas kesialannya.


Angga berjalan tertatih-tatih sambil memegangi area vitalnya untuk mendekati Mila yang sedang berusaha membuka pintu. Mila tampak begitu ketakutan. Ia berteriak minta tolong sambil menggedor-gedor pintu.


Angga pun sudah semakin dekat dengan Mila. Ia masih membawa benda tajam itu. Rasa sakit yang dialami Angga tidak bisa hilang dengan cepat. Dan dengan tangan satunya lagi, ia menodong Mila dengan botol tajam itu.


Entah datang dari mana rasa keberanian Mila kali ini. Mungkin karena ia tidak ingin mati di tangan pria arogan dan cabul seperti Angga. Mila pun, memegangi tangan Angga dengan kedua tangannya untuk menghentikan aksi Angga menusuk dirinya. Pergelutan pun terjadi. Angga terlihat sudah tidak sabar ingin melukai Mila. Dan Mila pun berteriak untuk menguatkan tubuhnya menghalangi aksi Angga. Mereka saling menekan tenaga masing-masing.

__ADS_1


Dan... Beberapa saat kemudian... Ceeessss! Mereka berdua merasakan cairan hangat di tangan mereka.


***


__ADS_2