Menikah Dengan Mr. Arogan

Menikah Dengan Mr. Arogan
Bab 42. Hasil dari Tutup Mulut


__ADS_3

Reina duduk di bangku taman rumah sakit. Ia menutup matanya sembari mengingat apa yang telah ia dengar dari mulut Papanya. Hatinya ingin berkata jika papanya tidak ada sangkut pautnya dengan kejadian yang menimpanya. Tapi, semakin dipikirkan, malah semakin membuktikan jika papanya menyembunyikan  sesuatu dari keluarganya. Ia pun ingin tahu siapa sebenarnya orang yang di telepon oleh papanya dan apa sebenarnya motif ingin membunuhnya.


Padahal awalnya Reina ingin meminta bantuan pada ayahnya dan menceritakan kecurigaannya pada Tasya. Sebab Tasya sudah kabur dan para penjaga di sekap oleh mereka.


“Hai Rei. Kenapa kamu sendirian di sini?”, tanya Frans yang langsung duduk di sebelah Reina.


Reina pun membuka matanya dan langsung memandangi Frans. Kemudian ia menarik napas panjang. Antara ragu dan tidak. Namun, ia sangat butuh seseorang untuk menolongnya.


“Kak, apa aku boleh minta bantuan darimu?”, tanya Reina dengan wajah sedihnya.


“Tentu. Apa yang bisa kakak bantu?”, tanya Frans lembut.


“Selamatkan anak buahku. Mereka di tangkap dan di sekap di suatu tempat”, jawab Reina.


“Tunggu, bukannya kalau soal seperti ini kamu minta bantuan dari papa kamu?”, Frans balik bertanya.


“Papa sudah tidak bisa di percaya lagi”, jawab Reina sedih dan juga kecewa.

__ADS_1


Tidak ada jawaban lagi dari Frans. Ia agak kaget mendengar jawaban Reina. Ia hanya menatap Reina dengan mengerutkan dahinya.


Reina mengerti jika Frans tidak mengerti. Kemudian, ia pun menceritakan apa yang di dengarnya barusan dari papanya. Saat itu, Reina melihat raut wajah Frans mulai berubah. Ia seperti mengetahui sesuatu juga.


“Ada apa kak? Apa kakak tahu sesuatu dan mencoba menyembunyikannya dariku?”, tanya Reina menelisik Frans.


Frans tampak kebingungan. Ia tidak menyangkal dan juga tidak berbicara. Rasanya ia ingin mengatakannya pada Reina tapi, seperti ada sesuatu yang membuat mulutnya sudah di gerakan.


“Sudahku duga. Kakak mengetahuinyakan? Delapan tahun lalu. Ya, delapan tahun yang lalu kakak hadir di keluarga kami. Setelah kecelakaan yang menimpa kak Angga. Apa kakak juga tahu kenapa papa menutup kasus kak Angga?”, tanya Reina lagi yang mulai mengintimidasi Frans.


Kemudian, Reina memegang kedua pipi Frans, “Tatap aku kak! Apa yang kakak simpan dariku? Apakah papaku memang terlibat dibalik semua masalah yang menimpa kami?”


Angga tetap diam. Ia pun tidak berani menatap mata Reina. Dalam hatinya ia serba salah.


“Kak!”, Reina membentak Frans. Ia begitu kesal karena Frans tak kunjung memberitahunya.


“Apa Rei? Oke.. Oke.. Aku memang tahu. Tapi asal kamu tahu semua yg aku dapatkan ini adalah hasil dari tutup mulutku!”, jawab Frans yang sudah tidak tahan lagi. Ia tidak peduli apakah Reina semakin kesal dan benci padanya. Karena untuk mendapatkannya pun sudah tidak ada kesempatan lagi. Mau bagaimanapun semua akan sama saja bagi Frans.

__ADS_1


“Jadi benar, dugaanku selama ini?”, Reina tersenyum miris sangking tidak percayanya.


“Maaf Rei, aku tidak bisa mengatakannya padamu. Tapi, soal Papa kamu. Aku tidak yakin dia terlibat. Dia adalah orang yang sangat baik. Pasti ada sesuatu yang membungkam Om Roy”, jawab Frans lebih lembut.


Reina kembali menatap Frans. Kali ini Reina melihat kejujuran dimata Frans. Ada sedikit rasa lega saat Frans bilang seperti itu.


“Percayalah pada papamu Rei”, sambung Frans.


Reina memalingkan wajahnya. Ia menatap sendu pada pandangannya. Ia tidak tahu apakah harus percaya pada Frans atau tidak. Sebab apa yang dia dengar dari papanya tidak seperti apa yang dikatakan Frans.


Reina pun berdiri dan langsung pergi meninggalkan Frans sendirian. Frans paham bagaimana perasaan Reina saat ini. Dari kejauhan Frans hanya bisa menatap sendu pada Reina.


Kemudian, Tiba-tiba saja Frans teringat sesuatu. Ia bergegas berlari mengejar Reina. Setelah dekat, ia langsung menarik tangan Reina. Reina pun terkejut melihat Frans yang tiba-tiba menghalaunya.


“Oke. Aku akan ceritakan semuanya padamu”, ucap Frans sambil ngos-ngosan.


***

__ADS_1


__ADS_2