Menikah Dengan Mr. Arogan

Menikah Dengan Mr. Arogan
Bab 70. Dua Video


__ADS_3

Angga dan Reina kembali untuk menemani ayah mereka. Namun, Lagi-lagi Papa Roy malah bertanya soal Mila pada mereka. Rasanya Angga sudah sangat malas untuk membahas soal Mila. Angga hanya menjawab seadanya saja. Seperti “Ya” dan “tidak”. Benar-benar jawaban yang singkat.


“Ah iya. Tadi, Mila juga memberi papa sesuatu. Sebuah Flashdisk”, lanjut Papa Roy.


“Apa? Lalu, mana flashdisk-nya?”, jawab Angga dan Reina bersamaan.


Papa Roy sampai kaget mendengar suara mereka yang kuat itu. Papa Roy menjadi semakin penasaran dengan isinya. Ia pun bertanya pasal flashdisk itu yang sepertinya diketahui oleh kedua anaknya.


Mau tidak mau, dengan perlahan Angga menceritakan semuanya serta keburukan Farhan dan juga Mila. Angga yakin itu pasti isinya video Papa Roy yang di jebak.


“Kalau memang video itu isinya, pasti Mila punya rencana lain. Dia tidak seperti yang kamu tuduhkan, Angga. Apa kamu belum juga mengenalnya? Dia selalu menyelesaikan masalahnya sendiri. Dia bertindak dengan apa yang dia kehendaki. Apa kamu tidak ingat jika dia tidak meminta apapun padamu yang telah merenggut kehormatannya dulu? Papa yakin, kali ini Mila melakukan hal yang sama. Dia ingin menghadapi mereka sendirian. Walaupun Papa tidak yakin untuk siapa dia melakukannya”, ungkap Papa Roy panjang lebar agar bisa masuk ke otak anaknya yang kurang encer itu.


“Farhan...”, jawab Reina. “Mila dan Farhan saling mengenal sejak mereka kecil”.


Papa Roy dan Angga langsung melihat ke arah Reina. Mereka tidak percaya jika ucapan Reina itu benar. Namun, Reina menjelaskan jika ia mendengar dan melihat saat Farhan mengakui sebagai teman kecilnya Mila. Dan sejak saat itu, Mila pun berubah.


“Jadi, maksud kamu Mila cinta dengan Farhan gitu?”, tanya Angga yang terlihat sangat tidak terima.


“Ck, kalau dia cinta sama Farhan mana mungkin dia ngasih Flashdisk itu sama kita. Lagian tadi kelihatan banget dari matanya kalau dia menginginkan kakak. Duh... Otak kakak di mana sih? Masa gitu aja nggak paham-paham! Capek deh ngomong sama Kakak! Lagian kalo bucin, ya bucin aja! Nggak usah sok-sok tegar!”, jawab Mila dengan kesal serta geram yang tiada terkira pada Angga.

__ADS_1


Angga hanya diam mendengar ocehan Reina. Ia benar-benar tengah memikirkan Mila sesaat sebelum pintu lift tadi tertutup. Ya, kalau di ingat-ingat memang Mila seperti mengharapkan sesuatu darinya. Angga hanya bisa merutuki dirinya dalam hati karena ia sama sekali tidak peka pada Mila, istrinya sendiri.


“Sudah! Kalian temui Frans sekarang. Soalnya, tadi flashdisk itu papa kasih ke dia untuk melihat apa isinya”, perintah Papa Roy.


Angga dan Reina pun bergegas ke ruangan Frans. Mereka juga tidak sabar ingin mengetahui isinya. Apakah benar seperti yang mereka kira atau tidak.


Brak!


Angga membuka pintu dengan sangat kuat. Frans sampai hampir lompat dari kursinya. Tubuhnya lemas seketika begitu mengetahui Angga dan Reina yang datang. Mereka berdua langsung mengerubungi meja Frans. Frans sampai tidak bisa berkata-kata. Dan laptopnya sudah di ambil alih oleh mereka berdua.


Farhan posisinya berada di tengah-tengah adik-kakak itu. Ia jadi sedikit sulit bergerak karena terhimpit oleh kedua orang yang sedang kepo itu.


Setelah beberapa menit melihat video itu, Reina dan Angga tampak lesu. Pandangan mereka sama-sama kosong. Itulah yang dilihat oleh Frans.


“Kalian tahu? Ada video kedua”, ucap Frans yang langsung menyadarkan keduanya dari lamunan.


Angga dan Reina melihat ke layar laptop lagi. Frans pun membuka video kedua. Dan mereka langsung di suguhkan oleh adegan kekerasan. Angga juga tidak sampai hati melihatnya. Bila matanya bolak-balik lihat ke layar, ke arah lain lagi, ke layar lagi, dan begitulah seterusnya.


Sedangkan Reina dia sudah tidak sadar lagi jika tengah menempel pada Frans. Tidak berbeda dengan Angga, mata Reina juga bolak-balik lihat ke layar, kemudian menutup matanya kembali dengan membenam wajahnya di leher dan dada Frans dan seperti itu seterusnya.

__ADS_1


Tentu saja Frans sangat senang mendapatkan kesempatan seperti itu. Ya, belum ada yang bisa menggantikan Reina di hatinya.


“Yang tidak aku mengerti adalah, kenapa video ini bisa ada pada Mila. Padahal sebelumnya aku memberikannya pada Tasya”, ucap Frans yang mengundang seribu tanya pada kedua temannya itu.


Dengan melihat raut keduanya saja, Frans sudah mengerti. “Iya, aku yang telah merekam ini. Wanita itu adalah Yumi, adik Tasya”, jelas Frans sambil memperbesar gambar wajah Yumi.


Plak!


Reina memukul pundak Frans dengan sangat kuat. Sehingga Frans pun meringis kesakitan. “Apaan si Rei? Sakit tau!”


“Kapan kakak ngambil video ini? Dimana? Itu wanita yang tadikan? Yang tidur sama Papa di hotel? Dimana dia sekarang kak? Dimana?”, Reina begitu banyak mengajukan pertanyaan.


Ya, Reina baru mengetahui kenyataannya. Tapi, Angga dan Frans sudah mengetahuinya lebih dulu. Namun, saat Angga amnesia, ia pun melupakan semuanya dan bahkan jatuh cinta pada Tasya.


Frans tidak bisa berbuat banyak saat itu. Ia tidak mungkin memaksa Angga untuk meninggalkan Tasya dengan alasan bahwa Tasya hanya memanfatkannya untuk membalas dendam pada Roy. Butuh bukti yang akurat supaya Angga percaya jika tidak maka semua yang mereka rencanakan akan gagal.


Angga dan Frans telah sepakat untuk tetap diam tidak tahu apa-apa sampai semua bukti terkumpul. Setelah itu, barulah mereka bisa membawa Baron ke jalur hukum.


***

__ADS_1


__ADS_2