Menikah Dengan Mr. Arogan

Menikah Dengan Mr. Arogan
Bab 59. Cemburu


__ADS_3

Malam itu juga, Mila teringat tentang kedua Video yang dimilikinya itu. Ia kembali melihatnya di laptop mumpung suaminya sedang tidak di kamar. Mila juga berniat untuk memindahkan file itu ke hp-nya.


Pertama Mila melihat kembali video yang ia dapat dari Tasya. Walaupun mata Mila merem melek melihatnya karena tidak kuat melihat kekejaman itu. Tapi Mila berusaha memperhatikan wajah-wajah mereka.


Ada seorang pria yang selalu membelakangi kamera. Namun, sesekali salah satu sisi wajahnya terlihat sebentar. Dan yang Mila tangkap adalah wajah pria yang tengah memaksa gadis itu untuk membuka semua pakaiannya itu terlihat seperti suami Tasya. Dan Mila ingat-ingat ia juga melihat orang yang menembaknya adalah suami Tasya juga. Ya, saat itu, saat masih sadar ia bisa melihat wajah pria itu.


“Dasar laki-laki jahat! Kenapa dia begitu pada semua wanita? Apa dia tidak ingat jika dirinya lahir dari seorang wanita?”, gerutu Mila yang benar-benar geram pada pria itu.


Setelah video pertama habis. Ia pun melanjutkan untuk menonton video yang kedua. Ya itu video yang ia dapat dari ruangan di rumah sakit.


“Hah... Papa Roy kasihan banget sih sampai di kerjain begini”, keluhnya saat melihat Pap Roy tidak sadar tidur dengan seorang gadis.


Dalam hati Mila, sebenarnya apa yang sedang dialami oleh papa mertuanya itu? Kenapa ia harus di kerjai seperti ini? Sekeras apapun Mila berpikir tapi, tetap ia tidak menemukan jawabannya.


“Hah! Tunggu!”, ucap Mila tiba-tiba.


Mila mengerutkan dahinya. Ia seperti mendapatkan sebuah petunjuk baru. Mila menghentikan video itu dan memperbesarnya di wajah gadis itu.


“Ti... Tidak mungkin!”, ucap Mila terkejut sambil menutup mulut dengan tangannya.


Mila kembali membuka Video sebelumnya. Ia terus memperhatikan video itu dengan seksama.


“Gadis ini.... Ya, gadis ini sama dengan gadis yang tidur dengan papa Roy. Tapi, siapa dia?”, ucap Mila lagi yang masih berbicara dan bertanya sendiri.


Mila masih tidak habis pikir. Karena gadis itu tampak sedih dan ketakutan di Video sebelumnya. Tapi, sangat lihai saat di video bersama papa Roy.


Drrtt... Drrtt...


Suara getaran itu berasal dari ponsel Angga yang di tinggalnya di atas tempat tidur. Dan tidak sengaja ia melihat tulisan di layar HP Angga yang bertuliskan nama Tasya yang sedang mengirimkan pesan.


Seperti biasanya, beberapa kalimat dari pesan itu terlihat di layar. Dan Mila pun membacanya.


Sayang kita ke temuan yuk


Aku kangen


(Isi pesan Tasya)

__ADS_1


Mila sampai mangap melihat isi pesan itu. Ada rasa panas yang menyerang dadanya. Ia merasa begitu kesal pada Tasya yang masih menggoda suaminya.


“Hah ataukah karena Tasya tidak bahagia dengan suaminya yang jahat itu, makanya dia mau balik pada Angga lagi? Oh No!” Ucap Mila dalam hati. Hatinya penuh dengan api kecemburuan.


Klek!


Tiba-tiba pintu kamar terbuka. Dan masuklah Angga. Mila yang tadi ingin mengambil ponsel Angga pun mengurungkan niatnya karena pemiliknya sudah datang. Ia berpura-pura sibuk dengan laptopnya.


Karena Angga melihat Mila yang tengah sibuk, ia memilih untuk tidak mengganggunya. Kemudian, Angga mengambil hp-nya. Lalu melihat ada sebuah pesan dari Tasya. Ia pun penasaran dan melihat isinya.


Terlihat sangat jelas jika Angga begitu serius membacanya. Tanpa Angga sadari Mila sedari tadi bolak-balik melirik nya. Wajah Mila pun sudah berubah menjadi cemberut.


Pesan Tasya :


Sayang kita ke temuan yuk


Aku kangen


Gimana kalau kita mengulang masa-masa indah kita berdua dulu. Biar rasa cinta kamu hadir lagi untukku.


Aku sudah di cafe langganan kita. Datanglah sayang...


Tapi, senyuman itu diartikan berbeda oleh Mila. Ia mengira Angga tengah senang mendapatkan pesan dari Tasya yang “katanya” merindukannya.


“Mil, aku keluar bentar ya, bolehkan?”, tanya Angga pada Mila.


Ya, Angga ingin segera bertemu dengan Tasya. Tapi, hanya untuk memperingatkan Tasya agar mengurungkan niatnya untuk kembali pada dirinya.


Mila pun berdehem tanpa melihat Angga. Ia terus pura-pura sibuk dengan laptopnya. Ia tidak mau Angga melihat wajahnya yang sedang kesal.


Walaupun hatinya tidak rela mengizinkan Angga pergi, tapi Angga pasti akan curiga jika ia mencegahnya. Namun, hatinya tetap merasa tidak ikhlas jika Angga bertemu dengan Tasya.


“Ya Allah, apakah aku sedang cemburu?”, tanya Mila dalam hati.


Angga bersiap-siap untuk keluar. Ia mengganti pakaiannya dengan memakai kemeja berwarna hitam. Angga begitu tampak keren saat ini. Api kecemburuan pun semakin membara pada diri Mila.


“Mas boleh aku tanya sesuatu?”, tanya Mila yang tetap tidak menunjukkan wajah kesalnya pada Angga.

__ADS_1


Rasanya ingin sekali mencegah Angga. Dari tadi bibirnya terasa mengeras saat ingin menghentikan Angga. Namun, ia tetap berusaha untuk mengeluarkan suaranya.


Langkah Angga pun terhenti sesaat sebelum ia keluar dari kamarnya. Ia menoleh pada Mila yang bahkan tidak melihatnya. Yah, sebenarnya Angga ingin bilang kemana dirinya akan pergi. Tapi, ia sangat takut jika Mila akan salah paham dengannya. Angga tidak ingin melihat Mila bersedih lagi.


“Ya tentu. Apa yang ingin kamu tanyakan?”, jawab Angga berusaha tetap tenang.


“Em..... Apakah kamu sudah menangkap orang yang menembakku?”, tanya Mila asal.


Bodoh, Mila sungguh menganggap dirinya bodoh. Dalam hati ia merutuki dirinya sendiri. Mengapa malah pertanyaan itu yang keluar dari mulutnya? Mila Benar-benar tak habis pikir.


“Tentu saja. Dr. Frans sudah mengatasi orang itu. Sekarang ia berada di penjara pribadi Dr. Frans. Kenapa?”, tanya Angga balik.


“Nggak apa-apa. Syukurlah jika orang itu telah tertangkap. Jadi, dia tidak berkeliaran lagi”, jawab Mila begitu saja.


Setelah itu, Angga pamit lagi pada Mila. Ia begitu terlihat tergesa-gesa. Mila pun jadi berpikir jika Angga sangat senang ingin bertemu dengan Tasya. Padahal Angga seperti itu karena ia ingin cepat-cepat menyelesaikan masalahnya dan tidak ingin lama-lama meninggalkan Mila sendirian.


Mila sungguh teramat frustasi sejak kepergian Angga. Hatinya tidak bisa di bohongi jika ia benar-benar kesal dan marah saat ini. Kemudian, tanpa pikir panjang lagi dan sebelum Angga jauh, Mila langsung mengganti pakaiannya memakai gamis polos sederhana dan hijab bergonya agar ia tidak ketinggalan jauh dari Angga.


Mila pun menuruni anak tangga dengan terburu-buru. Saat itu, semua keluarga sedang bersantai duduk di sofa yang ada di lantai bawah. Mila bertanya kepada semuanya perihal Angga yang baru saja pergi.


“Ada apa Mil?”, tanya Mama Siska bingung melihat Mila yang cemas.


“Em.. Mil... Mila mau keluar bentar Ma”, jawab Mila terbata-bata.


Mila malu jika harus mengakui dirinya ingin membuntuti suaminya pergi kemana. Ia bisa ketahuan jika sedang cemburu. Namun, tampaknya semua pada diam seakan ingin mendengarkan kelanjutan alasan Mila.


“Mila mau ngikuti mas Angga”, lanjutnya pelan sambil menundukkan kepalanya.


“Ya sudah. Kamu boleh keluar...”, jawab Papa Roy.


“Tapi, Pa.. Mila...”, Mama Siska ingin membantah.


“Sstt! Ma, biarin mereka belajar menyikapi permasalahan mereka, ya”, potong Papa Roy.


Dengan begitu, Mama Siska pun menyetujuinya. Dan saat hendak keluar dari rumah, Mila kembali lagi untuk meminjam mobil Reina.


“Iya, Mil. Pakai aja. Kunci ada kok sama pak Bob”, jawab Reina  dengan senang hati.

__ADS_1


Mila pun merasa bersyukur, karena Reina begitu baik padanya. Ia pun bergegas dan memanggil pak Bob si supir untuk mengikuti mobil Angga. Selang beberapa menit akhirnya mereka pun menemukan mobil Angga dan terus mengikutinya.


***


__ADS_2