
Wilona telah di antarkan ke ruang Operasi, semua keluarga menunggu di luar ruang Operasi terkecuali Farhan. Ia terus mendampingi Wilona di ruang Operasi, Drian juga terus menenangkan Queen karena sedari tadi Queen sangat panik.
Queen yang belum makan terlihat pucat, di pesawat Queen juga tidak bisa tidur. Ia belum istirahat sama sekali, Drian merangkul Queen lalu menyenderkan kepala Queen ke pundaknya, Queen bersandar tanpa penolakan sedikitpun.
Waktu berjalan begitu lambat, setelah beberapa jam yang melelahkan akhirnya dokter yang mengoperasikan Wilona keluar, saat keluar ia langsung mengatakan bahwa Wilona sayangnya tidak bisa di selamatkan.
Semua keluarganya langsung menangis di sana, Drian memeluk Queen yang menangis histeris, "Aku belum sempat mengatakan semua penyesalan ku padanya," ucap Queen sembari menangis.
"Tenanglah, Wilona sudah memilih pilihannya," Drian mengelus Queen.
Mereka langsung melihat Wilona, Queen pingsan tidak sadarkan diri. Ia segera di bawa ke ruang UGD, Queen pingsan karena kecapean dan kaget.
Sementara itu anak Wilona lahir dengan selamat, Wilona melahirkan anak laki-laki yang begitu tampan dan mirip dengan Wilona.
____________
Setelah beberapa jam kemudian jasad Wilona akan di bawa ke Indonesia dan di semayamkan di Indonesia.
___________
Setelah satu hari mereka sampai di Indonesia, Queen juga sudah agak mendingan walaupun tubuhnya masih lemah. Seluruh keluarga, kerabat hingga teman-temannya telah datang ke rumah Fernandez untuk ikut mengantarkan Wilona.
Wilona sudah di tempatkan di peti mati, sementara Farhan menggendong anaknya sembari menatap peti mati Wilona dengan tatapan kosong, bagaimana pun caranya berpisah semuanya tetaplah menyakitkan.
Rekan kerja Fernandez beserta karyawan-karyawannya hadir di sana.
_________
Pemakaman telah di lakukan kini Queen sedang berada di kamar Wilona menatap anaknya Wilona yang saat ini sedang tidur pulas, "Kau harus hidup dengan bahagia," ucap Queen dengan suara nanar.
Drian dan Farhan datang menghampiri Queen, "Apakah kau mau merawat anak ini?" tanya Farhan.
Queen langsung menatap Farhan, "Maksudmu?"
"Aku akan fokus bekerja untuk membiayainya, aku tau kalian memang pasti bisa membiayai anak ini. Tapi aku ingin menjadi ayah yang bertanggung jawab, aku sesekali juga akan datang untuk melihatnya," jelas Farhan sembari mengelus kepala anaknya dengan lembut.
__ADS_1
"Bukan berarti aku tidak mau merawatnya, tapi Wilona meminta aku untuk menyerahkan anak ini pada kalian," lanjut Farhan.
Queen menatap ke arah Drian seakan meminta jawaban dari Drian, Drian mengangguk, "Jika kau mau merawatnya aku tidak masalah."
"Kau sudah memberinya nama?" tanya Drian pada Farhan.
"Wilona bilang jika anaknya laki-laki ia ingin memberinya nama, Daniel. Mungkin kalian mau menambahkannya?"
"Daniel Price Fernandez," timpa Queen.
Setelah itu mereka langsung membicarakan hal ini pada seluruh keluarganya, mereka setuju dengan Queen. Walaupun begitu ibunya Queen juga akan ikut mengurus Daniel karena tau kalau Queen belum berpengalaman dalam mengurus anak, mereka juga akan memperkerjakan beby sister untuk membantu.
Hari ini Queen dan Drian langsung pergi ke supermarket untuk membeli perlengkapan Daniel, dalam hal berbelanja Drian lebih jago daripada Queen. Dengan hati yang bahagia Queen terus menemani Drian memilih-milih mana saja barang yang harus ia beli untuk Daniel.
Kini mereka sedang berada di toko pakaian anak-anak, Queen langsung memilih mana saja baju yang cocok untuk Daniel. Selesai berbelanja mereka langsung pulang, Queen menemui Daniel di kamar Wilona, Daniel sedang di beri susu oleh salah satu pelayan rumahnya.
"Mba Daniel masih minum susu?" tanya Queen.
"Iya non, setelah minum susu saya akan mandikan Tuan Muda Daniel sebelum nanti dokter datang ke sini memeriksa kondisi Tuan Muda Daniel."
"Baik non."
Di ambang pintu Drian hanya memandangi Queen yang tengah sibuk membereskan pakaian Daniel, Drian akhirnya menghampiri Queen dan membantu istrinya itu untuk beres-beres. Untuk sementara waktu mereka akan tinggal di rumah ini.
__________
Beberapa hari telah berlalu, Daniel syukurnya di beri kesehatan, Beby sister yang akan membantu merawat Daniel juga sudah ada, wanita itu bernama Bella.
Hari ini Niana datang ke rumah orang tua Queen untuk melihat Daniel, "Yang sabar yah," Niana mengelus Queen, mereka sedang duduk di taman belakang sembari melihat Daniel yang sedang di jemur sehabis mandi oleh Bella.
"Iya, aku yakin anak itu akan tumbuh jadi anak yang hebat. Karena dia juga terlahir dari ibu yang hebat."
"Kau benar-benar akan merawatnya?"
"Kak Wilona sendiri yang minta, aku harus melakukan itu. Yah walaupun seandainya kak Wilona gak minta juga aku akan mengurus anak itu dengan sangat senang."
__ADS_1
"Bagaimana dengan Drian? Dia setuju kamu mau ngurus Daniel."
"Dia setuju-setuju aja, di liat-liat Drian juga sudah sangat menyayangi Daniel. Selama ini dia ikut membantuku mengurus Daniel juga, kadang Drian malah yang mengasuh Daniel."
Niana menghela nafas, "Mungkin Drian emang udah mau punya anak juga dari lu."
Queen langsung menatap Niana dengan tajam, "Mulai deh mulai."
Niana cengengesan, "Oh iya, gue datang ke sini juga mau bilang kalau gue sama Juan udah mau tunangan minggu depan, kalau lu gak sibuk datang yah. Hari minggu kok."
"Ah gue ikut bahagia, gue pasti datang dong. Acaranya dimana?"
"Di rumah Juan, gue tunangannya gak bakalan terlalu banyak undang orang. Soalnya sebulan habis tunangan kita mau nikah."
"Semoga lancar yah sampai hari H, pokoknya gue ikut bahagia. Entar kalau perlu orang buat bantu-bantu gue siap kok."
"Oke."
Sorenya saat Drian pulang dari kantor orang pertama yang ia cari adalah Queen, Queen sedang duduk di balkon kamarnya sembari menggendong Daniel. Drian menghampiri Queen, "Tidur?"
Queen menatap Drian sambil mengangguk.
"Ya udah kasih ke Bella sana, lu pasti belum makan. Makan bareng yuk di luar," ajak Drian.
"Kenapa gak di sini aja sih?"
"Udah lama kita gak keluar, udah lu mau ikut enggak? Jangan banyak ngomong deh."
"Ya udah iya ih," setelah itu Queen langsung memanggil Bella, Queen menyerahkan Daniel pada Bella.
Mereka berdua pun pergi ke resto untuk makan sore, sesampainya di sana mereka langsung memesan makanan-makanan yang mereka inginkan, hari demi hari berjalan dengan seharusnya, kepergian Wilona memang begitu membekas di ingatan keluarganya, tapi bagaimana pun hidup harus kembali berjalan.
Queen mulai mengikhlaskan kepergian Wilona, Farhan juga kini sudah di terima kerja di salah satu kantor di jakarta. Ia akan berusaha keras untuk membiayai Daniel, Wilona akan tetap menjadi wanita yang pernah ia cintai dengan sebegitu dalam, walaupun rintangan yang pernah ia lalui dengan Wilona tidak mudah.
Selain cintanya tidak di restui dan terpaksa harus menutupi pernikahan mereka.
__ADS_1