
Setelah beberapa hari berlalu, Queen dan Drian memutuskan membawa Daniel ke rumah mereka. Bella juga ikut pindah, di rumah itu Drian juga langsung mempekerjakan pelayan untuk membantu Queen membereskan rumah.
Di hari minggu sore ini Drian dan Queen akan menghadiri acara pertunangan Niana dan Juan, Queen tampil anggun menggunakan Dress berwarna hitam, Drian juga memakai jas berwarna hitam.
Sebelum berangkat mereka berpamitan pada Daniel, "Dah Mama mau pergi dulu, kamu jangan nangis yah," ujar Queen sebelum pergi.
Bella bukan beby sister sembarangan, ia sudah dapat sertifikat dan pelatihan, jadi Queen tenang meninggalkan Daniel di rumah. Selama perjalanan Drian selalu mencuri-curi pandang pada Queen, Queen terlihat sangat cantik hari ini, rambut hitam panjangnya yang di biarkan terurai.
Sampailah mereka di rumah Juan, mereka langsung di arahkan ke taman belakang rumah. Acara pertunangannya akan di adakan di sana, Drian menggandeng Queen masuk, di sana sudah datang teman-teman.
Queen dan Drian duduk di kursi yang telah di sediakan, acara pertunangan sudah mulai di lakukan. MC membawakan acara ini dengan menarik, ada beberapa sambutan yang di berikan Juan dan Niana, semua orang terharu mendengar perkataan mereka yang sangat menyentuh.
Queen menatap kedua temannya sembari tersenyum lebar, di hatinya entah mengapa ia menginginkan momen seperti ini juga. Ia memang sudah menikah dengan Drian, tetapi semua acara itu terasa sangat hambar karena tidak ada rasa di antara keduanya.
Drian menatap Queen yang terlihat begitu terharu pada Juan dan Niana, "Biasa aja kali liatin nya, udah pernah kan nikah."
Queen dengan wajah cemberut langsung menatap Drian, "Yah gue tau, tapi fil nya beda tau. Kita nikah dulu kan gak ada rasa suka sama sekali, jadi biasa aja gak ada bahagia-bahagianya, nyesek mah iya."
"Jadi kalau sekarang gimana?"
"Yah pasti mereka berdua mah bahagia lah."
"Bukan itu maksud gue."
"Yah terus apa?"
"Gak tau ah capek ngomong sama lu."
Drian berharap Queen peka dengan apa yang ia omongkan, sayangnya Queen sama sekali tidak peka jadi ia memilih untuk tidak jadi bicara.
__ADS_1
"Baru juga sebentar ngomong sama gue nya."
___________
Juan memegang tangan Niana sembari menatap Niana dengan tatapan penuh cinta, "Terkadang kita memang selalu tidak sadar kalau jodoh kita sudah ada di depan mata kita sejak lama, terimakasih karena mau menungguku sampai saat ini. Terimakasih karena telah bersedia menjadi istriku yang siap menemaniku hingga tua," Tatapan mata Juan mulai berkaca-kaca, sejak lama ia mencintai Niana, namun perasaan sukanya selalu terhalang gengsi.
Tetapi setelah ia memberanikan diri untuk mengungkapkannya ia tidak menyangka kalau ternyata Niana juga mencintainya.
Niana mengangguk sembari menangis bahagia, "Aku akan selalu menemanimu di kala suka ataupun duka, aku tidak akan janji akan hal ini. Karena aku hanya perlu membuktikannya, biarlah langit ini menjadi saksi atas semua yang telah ku ucapkan padamu."
Selesai acara inti, para tamu langsung di persilahkan menikmati penampilan seorang penyanyi yang di undang untuk memeriahkan acara ini, para tamu juga ada yang makan.
Drian mengambilkan sepiring makanan untuk Queen yang tengah asik ikut bernyanyi di kursinya, Juan dan Niana tiba-tiba menghampiri mereka, "Ih padahal gue mau ketemu Daniel, kenapa gak di ajak?" tanya Niana duduk di sebelah kursi Queen.
"Baru juga satu mingguan, gue masih belum berani bawa dia kemana-mana, takut nanti sakit," jelas Queen.
"Entar nyusul adek nya cewek yah, jangan lama-lama," ledek Juan.
"Ih serius tau."
"Jangan sampai ke susul kita loh," tambah Juan.
"Berisik deh lu semua, pergi sana menganggu kenikmatan gue makan aja," Queen bercanda mengusir mereka dari mejanya.
"Hey gue loh yang punya acaranya," balas Niana.
"Bodoamat."
"Ya udah ah gue ke yang lain dulu," Niana kembali berdiri, Juan merangkul Niana pergi dari sana.
__ADS_1
"Dah, jangan balik lagi aja kalau perlu," Queen cengengesan.
___________
Selesai dari acara pertunangan itu mereka berdua langsung pulang, saat sampai di rumah Queen agak heran melihat Julian ada di rumah ini.
"Kakak, ngapain ada di sini?" tanya Queen saat melihat Julian sedang duduk di ruang keluarga yang ada di lantai satu.
"Kakak mau ngomong sama kamu, berdua doang tapi. Ikut kakak ke kamar mu dulu yuk."
Queen menatap Drian, Drian mengangguk mempersilahkan Queen untuk ikut dengan kakaknya. Queen berjalan menuju kamar di ikuti oleh Julian, mereka berdua duduk di kasur hadap-hadapan.
"Kedatangan kakak ke sini tidak lain dan tidak bukan untuk menanyakan sesuatu padamu, seminggu lagi kontrak perjanjian pernikahan kalian kan sudah selesai, jadi selanjutnya kalian mau bagaimana? Sedangkan kamu mau mengurus Daniel, menurutku bagaimana kalau kalian teruskan pernikahan ini dan lupakan masalah kontrak itu, kakak yakin di hati kalian kini mulai tumbuh cinta," jelas Julian.
Queen terdiam, setelah kejadian kemarin ia sampai melupakan hal itu, entah mengapa hatinya begitu berat ketika harus berpisah dengan Drian. Padahal dulu hal inilah yang di inginkan dirinya, kini Queen benar-benar hanya bisa melamun saja.
"Queen kamu denger kakak ngomong enggak?" tanya Julian karena Queen seperti tidak mendengarnya bicara.
"Aku bakalan ngomongin ini nanti sama Drian, aku gak masalah kok jika nanti Drian memilih untuk benar-benar cerai denganku. Karena sejak dulu juga Drian memang tidak mau menikah denganku," Queen mencoba tersenyum.
"Semoga aja kalian tetep langgeng yah, kakak udah percaya 100 persen pada Drian kalau dia bisa melindungi dan membahagiakan adik kakak satu-satunya ini," Julian mengelus puncak rambut Queen, setelah itu Julian pamit pulang lagi karena ia masih harus istirahat.
Queen kini tengah melamun di kamar Daniel, ia memandangi Daniel yang sedang tidur pulas. Queen benar-benar merasa tidak mau Drian pergi darinya, tapi ia terlalu gengsi untuk meminta Drian tetap menjalankan pernikahan ini.
Drian menghampiri Queen, "Ngapain di pandang terus?" tanya Drian.
Queen menatap Drian yang ada di samping kanannya, tatapan matanya seakan-akan menjelaskan bahwa ia belum siap di tinggalkan Drian saat ini, entahlah mungkin Queen mulai mencintai Drian.
"Ngapain natap gue kayak gitu? Gue jadi takut tau," Drian terkekeh pelan setelah meledek Queen.
__ADS_1
Queen segera memalingkan tatapan matanya, "Kontrak pernikahan kita minggu depan udah selesai, lu kalau mau ceraikan gue langsung ceraikan aja, tadi Julian datang ke sini buat bilang itu. Papa juga gak masalah kalau kita cerai, ada banyak alasan untuk nanti jika di tanya oleh orang-orang mengapa kita bercerai, Papa mungkin udah siapin alasannya dari lama. Jadi lu tenang aja Papa gak bakalan jelek-jelekin lu kok nanti," Suara Queen terdengar begitu bergetar.
Drian tidak sama sekali membalas ucapan Queen, setelah semua kejadian yang telah menimpanya memang membuat mereka lupa akan kontrak itu.