
Keesokan paginya media sosial di hebohkan dengan berita mengenai kehamilan Wilona yang terjadi sebelum pernikahan, karena berita itu di Up berita mengenai Queen yang tidur di hotel juga jadi kembali naik.
Saat Queen dan Drian membaca berita itu mereka langsung sedih, Drian memeluk Queen karena Queen menangis membaca komentar orang-orang di media sosial.
"Jangan-jangan waktu foto anak bungsunya tersebar juga itu benar-benar asli dia lagi tidur sama cowok lain, alasan aja polisi bilang itu di jebak karena enggak mau nama baik keluarganya tercemar."
"Iya gak sadar diri banget sih, mana udah punya suami lagi."
"Oh iya foto yang di sebar di IG nya itu kan."
"Hahaha bener-bener gak bisa di tebak keluarga itu. Karena mereka banyak uang jadi polisi nurut-nurut aja kayaknya," Kira-kira seperti itulah komentar-komentar yang ada di media sosial.
Jadi tadi pagi ada akun IG yang membocorkan kehamilan Wilona, di sana ia memberikan foto USG milik Wilona dan tanggal di foto itu adalah tanggal sebelum Wilona di kabarkan menikah, di tambah kepergian Wilona ke Amerika juga membuat orang-orang semakin yakin dengan hal tersebut.
Lalu akun itu juga membocorkan mengenai Drian yang harusnya menikah bukan dengan Queen, tapi karena Wilona hamil diluar Nikah jadilah Queen yang di jodohkan dengan Drian.
Aku itu membagikan beberapa foto dimana Drian dan Wilona yang tengah memilih baju dan foto mengenai pertemuan antar keluarga mereka yang di foto itu Queen tidak ada.
Drian mengelus pundak Queen, "Udah cukup tenang yah, aku akan cari siapa pelaku sebenarnya."
"Wilona udah gak ada bisa-bisanya mereka masih bicara seperti itu pada Wilona," balas Queen sembari sesenggukan karena menangis.
Bella datang ke mereka, "Maaf Tuan Non, saya menganggu kalian. Tapi Daniel demam, kita harus membawanya ke dokter."
Queen langsung melepaskan pelukan Drian, ia menghampiri Daniel yang tengah menangis di pangkuan Bella, Queen memeriksa temperatur Daniel, dan benar saja Daniel panas sekali.
"Kita panggil aja dokternya ke sini, aku takut kalau keluar akan banyak wartawan," jelas Queen.
Drian menghampiri Queen yang sangat panik, "Tenang dulu yah, aku akan telpon dokter sekarang, kau tenanglah!"
Queen mengatur pernapasan nya, "Sekarang kau tidurkan saja dulu Daniel, atau buat dia tenang. Aku akan segera membawa dokternya," jelas Queen pada Bella.
"Baik Non," Bella kembali ke kamar Daniel.
Daniel mungkin merasakan apa yang terjadi, di tempat lain Farhan yang melihat berita itu juga langsung panik, ia marah ketika almarhum istrinya di kata-katai, tapi ia tidak bisa berbuat apapun. Hatinya tiba-tiba mengingat anaknya, kini ia langsung izin dari kantor karena ingin melihat anaknya.
________
__ADS_1
Di rumah Fernandez, Julian tengah mendatangi ayahnya yang sedang menyendiri di ruang kerja.
"Pa saham kita menurun, kita benar-benar harus segera menangkap orang itu. Jika di biarkan dia akan berbuat seenaknya," ucap Julian dengan tegas.
Fernandez menghela nafasnya, kemudian ia menelpon seseorang untuk segera menangkap Nick.
"Pa tapi kita masih belum tau pasti kalau Nick lah yang melakukan itu, jadi kita cari bukti dulu baru kita tangkap setelah mendapatkan buktinya," Julian agak tidak terima dengan keputusan ayahnya.
"Kau diam saja! Saya tau apa yang saya lakukan."
Julian yang kesal langsung meninggalkan tempat ayahnya, ia kini menelpon Queen karena ia tau adiknya pasti terpuruk setelah tau berita ini. Karena tidak kunjung di angkat, Julian memutuskan untuk datang saja ke rumah Queen sembari melihat keadaan Daniel.
__________
Siangnya Julian telah sampai di rumah Queen, di sana mereka langsung mengobrol bersama. Julian juga mengatakan kalau ayahnya tengah mencari keberadaan Nick.
"Aku sebenarnya tidak setuju dengan sikap Papa yang kayak gitu," jelas Julian.
"Kakak benar, hari ini aku ingin menemui adiknya Nick untuk melihat kondisinya. Dan sedikit cari tahu juga mengenai Nick, tapi aku benar-benar akan marah pada Papa kalau benar Papa lah yang menabrak orang tua Nick," jelas Queen.
"Iya, setidaknya Papa harus tanggung jawab sebagai seorang pria, jangan malah lari begitu aja," setuju Julian.
"Gimana kalau kau menemui Papa ku aja, siapa tau Papa ku tau hal lain mengenai hubungan antara Tuan Fernandez dengan orang di foto itu," Timpa Drian.
Julian dan Queen langsung menatap Drian berbarengan, "Kok panggilnya Tuan sih? Panggil Papa aja," balas Queen.
"Ah iya, sorry."
"Tapi Drian bener juga, bokap lu dimana jam segini?"
"Papa pasti udah di kantor, tapi kayaknya hari ini gak ada jadwal rapat deh. Jadi dia pasti bisa di ajak ketemu," jelas Drian.
"Oke, nanti gue ke sana."
_____________
Drian dan Queen telah berada di rumah sakit tempat adiknya Nick di rawat, di sana mereka langsung menanyakan keberadaan wanita itu pada salah satu perawat, kebetulan perawat yang mereka tanyai adalah perawat yang merawat adiknya Nick.
__ADS_1
Walaupun tanpa persetujuan Nick, perawat itu langsung mengajak mereka berdua ketempat adiknya Nick berada, entah kenapa ia merasa kalau kedua orang ini benar-benar punya niatan baik.
Perawat itu membawa Queen dan Drian ke taman, di sana banyak pasien lainnya juga yang tengah bermain dengan dunianya masing-masing, mereka yang di biarkan bermain di taman adalah pasien yang bisa di atur dan tidak akan ngamuk.
Wiwi adik perempuan Nick tengah duduk di kursi taman di temani dengan kedua boneka yang selalu ia bawa kemanapun ia pergi, Queen dan yang lainnya menatap Wiwi dari kejauhan.
Wiwi seumuran dengan Queen. Gadis cantik itu tersenyum bersama bonekanya, Wiwi tampak bicara pada boneka tersebut.
Queen melihat itu benar-benar tidak tega, air matanya mengalir membasahi pipi. Drian mengelus lengan Queen saat tau Queen menangis.
"Papa jahat sih kalau emang benar Papa yang lakuin ini," gumam Queen.
"Udah tenang yah," Drian lagi-lagi berusaha menenangkan Queen.
Perawat itu kini yakin kalau Queen adalah anaknya Fernandez, "Kalau kalian mau mendekati nya silahkan, dia tidak akan ngamuk kok. Tapi setelah ini boleh saya bicara dengan kalian? Ada hal yang perlu saya katakan pada kalian," jelas perawat itu.
"Baik," Queen mengangguk paham tanpa menanyakan apa yang ingin perawat itu obrolkan dengannya.
Queen memberanikan diri menghampiri Wiwi dengan di temani Drian, di sana Queen berjongkok di hadapan Wiwi. Wiwi menatap Queen dengan tampang bingung, "Kamu siapa?" tanya Wiwi dengan wajah polos.
Queen tidak kuat menahan tangisnya, "Kenalin aku Queen, namamu Wiwi bukan?" Queen berusaha menghapus air matanya.
Wiwi tersenyum, "Kau tau namaku? Aku senang, kau mau kenalan dengan kedua orang tuaku juga tidak?"
Queen mengangguk.
"Tapi mereka gak bisa bicara, kau bicaralah padaku saja."
Queen kembali mengangguk.
"Kau jangan menangis, nanti wajah cantikmu jadi jelek. Mama ku dulu sering bilang begitu padaku, sayangnya sekarang Mama ku sudah tidak bisa bicara lagi, jadi saja yang bilangnya," Wiwi tertawa kecil.
Queen malah ingin lebih menangis sekarang, bagaimana bisa gadis secantik dan sebaik ini merasakan penderitaan yang luar biasa karena ayahnya.
Selesai menemui Wiwi dan bermain sebentar dengan Wiwi ia langsung ke ruangan perawat tadi.
___________
__ADS_1
Sorry yah jarang update, gak punya kouta soalnya๐ ๐ ๐