Menikahi Musuh

Menikahi Musuh
Tidak Mudah


__ADS_3

Shazia dan Devid saling memandang dengan pemikiran mereka masing-masing. Jika di dalam pikiran Shazia dipenuhi dengan tangisan dan penderitaan yang selama ini di rasakan Nora. Berbeda dengan Devid yang justru menatap Shazia dengan tatapan tertarik. Pria itu tidak pernah bertemu dengan wanita berani dan cantik seperti Shazia. Selama ini wanita yang mengejar-ngejarnya hanya wanita seksi yang manja. Dari cerita yang diberikan Logan, Devid sudah tertarik dengan Shazia dan ingin bertemu secara langsung. Tidak di sangka malam ini mereka bisa bertatap muka.


“Shazia sayang, kau ingin menembak suamimu?” ucap Devid dengan senyuman. Ia yakin kalau kali ini bisa meluluhkan hati Shazia dengan menggunakan identitas David. Toh Shazia sendiri terlihat tidak mengenali mana David asli mana David yang palsu.


“Anda terlalu percara diri, Tuan. Suami?” Tiba-tiba Leah muncul. Wanita itu berjalan mendekati posisi Shazia dan Devid berada. Dengan pasukan The Felix, Leah dan Shazia siap memberi pelajaran kepada Devid malam ini.


Shazia juga sempat bingung dengan kalimat yang baru saja dikatakan oleh Leah, tapi dia tidak mau fokus pada kalimat tersebut. Saat ini Shazia benar-benar kesal hingga tanpa peringatan wanita itu melayangkan tembakan peringatan kepada Devid.


DUARRR


Satu peluru mendarat di kaki kanan Devid. Pria itu terjatuh karena kaget. Darah mengalir dengan cepat ketika lapisan kulitnya telah terluka. Kali ini Devid benar-benar waspada. Ia tidak menyangka kalau Shazia benar-benar berani menembaknya seperti itu.


“Itu hanya awal. Selanjutnya akan lebih jauh menyakitkan!” Shazia mengarahkan pistolnya ke arah wajah Devid. Devid pucat dan terlihat ketakutan. Padahal jelas-jelas dia memiliki ilmu bela diri yang bagus. Tapi, karena masih tidak menyangka dengan kemampuan wanita di hadapannya membuatnya bertingkah seperti pria bodoh yang tidak bisa apa-apa.

__ADS_1


“Tunggu tunggu! Kita bisa bicarakan hal ini baik-baik.” Devid mengeluarkan senjata api miliknya. Ia mengarahkannya ke Shazia. Bersamaan dengan itu, Leah dan The Felix mengangkat senjata mereka ke arah Devid. Kali ini Devid benar-benar terkepung dan tidak memiliki jalan untuk kabur.


“Aku tidak perlu berbicara baik-baik dengan pria pembunuh seperti Anda, Tuan,” jawab Shazia dengan tatapan yang sudah dipenuhi dendam. 


“Shazia, tapi aku suamimu!” dusta Devid lagi walau sudah jelas-jelas sejak awal Shazia tidak peduli dengan status tersebut.


“Walaupun Anda suami saya, tapi saya tidak peduli. Bukankah pernikahan ini hanya pernikahan di atas kertas. Tidak ada cinta di antara kita. Kapan saja kita bisa berpisah? Di tambah lagi Anda sudah terlalu banyak membohongi saya. Pernikahan seperti apa yang Anda pikirkan saat ini? Anda berharap saya sebagai istri menurut dengan semua perkataan Anda?”


Di sisi lain, David sudah berada di sana. Pria itu menguping semua pembicaraan Shazia dan Devid. Awalnya ia ingin keluar untuk membantu Shazia. Ia bisa menjadi pahlawan bertopeng yang datang hanya untuk menolong seorang wanita lemah. Tidak di sangka Shazia bisa menyelamatkan dirinya sendiri dan bahkan bisa melukai lawannya dengan begitu mudah.


Sejak dulu tidak ada dendam di hati Devid untuk membalas semua perbuatan Devid. Hanya saja, ia tidak suka di usik dan di atur-atur lagi. David pura-pura cacat agar ia dan Albert bisa membentuk sebuah tim yang kuat untuk mengalahkan Devid jika suatu saat pria itu kembali muncul. Karena memang sejak kabar kematian Devid, David belum pernah melihat jenazahnya secara langsung. Hal itu yang membuat David percaya akalau Devid masih hidup.


Devid memperhatikan pasukan The Felix dengan saksama sebelum melayangkan pukulan kepada Shazia. Satu-satunya benda yang ia incar kali ini adalah senjata api di tangan Shazia. Namun, dengan cepat Shazia menghindar hingga senjata api itu masih ada di tangannya. Perkelahianpun terjadi. Leah menahan The Felix agar tidak melepas tembakan. Leah tidak mau peluru itu salah sasaran hingga akhirnya melukai Shazia.

__ADS_1


“Kau wanita itu? Kau wanita pada malam itu Shazia!” ucap Devid ketika melihat gaya bela diri Shazia mirip dengan sosok yang selama ini ia cari. 


Shazia berpikir sejenak. Wanita itu merasa tidak pernah bertemu dengan David bahkan tidak pernah memiliki masalah dengan pria itu sebelumnya. Kini dengan percaya dirinya David berkata kalau dirinya adalah wanita yang selama ini ia cari.


“Siapa kau?”


Devid menahan gerakannya. Ia memegang kedua tangan Shazia dari belakang. Bibirnya tersenyum kecil. Sebenarnya Shazia masih memiliki trik untuk meloloskan diri. Tapi, dia ingin mendengar penjelasan dari Devid. Dimana dan kapan mereka bertemu.


“Apa kau sudah tidak ingat kejadian malam itu? Kejadian di mana aku membawa barang terlarangmu masuk ke lautan. Bukankah kau rugi banyak? Sayang sekali, setelah bermain-main denganmu malam itu. Aku memiliki masalah yang sangat berat hingga tidak memiliki waktu untuk menemuimu lagi. Malam ini takdir mempertemukan kita lagi,” jawab Devid dengan penuh percaya diri seolah-olah kesalahan besar yang pernah ia perbuat tidak berarti apa-apa.


“Kau pria itu? Kau yang membuat Mya ku tewas! Kau benar-benar pria pembunuh!” Shazia kali ini tidak mau memberi kesempatan kepada Devid untuk berbicara lagi. Ia memukul perut Devid dengan siku. Saat pelukan pria itu terlepas, Shazia menghajar wajah Devid hingga babak belur. 


Namun, lagi-lagi racun di dalam tubuh Shazia mulai bekerja. Ia merasa lemah dan mengantuk. Hal itu membuat Leah turun tangan dan membantu Shazia. Tapi, kemampuan bela diri Devid sangat hebat. Devid bukan tandingan Leah.

__ADS_1


“Kenapa tubuhku tiba-tiba sulit untuk di gerakkan?” gumam Shazia di dalam hati. Ia melihat Leah dan Devid berkelahi. Bersamaan dengan itu Logan juga muncul dan menghajar semua anggota The Felix. Termasuk menolong Devid dari serangan Leah.


Shazia berjalan pergi meninggalkan gedung. Setidaknya ia sudah tahu kebenarannya. Shazia tidak mau terlihat lemah di depan musuhnya. Ia segera berlari menuju lift untuk turun ke lantai bawah. David yang melihat kepergian Shazia segera berlari mengikutinya. Ia ingin memastikan kalau Shazia akan baik-baik saja hingga wanita itu tiba di tempat yang ingin ia tuju.


__ADS_2