Menikahi Musuh

Menikahi Musuh
Julian Dan Cindy


__ADS_3

Hari berikutnya, di pagi ini Drian mengajak Queen untuk jalan-jalan di sekitar taman rumah sakit, Queen masih duduk di kursi roda karena tubuhnya masih lemah. Bella ternyata datang ke rumah sakit membawa Daniel atas permintaan Queen yang sudah merindukan anaknya.


Daniel bersamanya di taman sedangkan Bella menunggu di kamar rawat Queen, Queen dan Drian memandangi anak itu yang kini tengah tersenyum, senyuman tulus dan hangat yang Daniel berikan untuk kedua orang tuanya.


Saat sedang asik bertiga tiba-tiba Julian datang membawa seorang perempuan yang terlihat cantik dan anggun, wanita yang berpenampilan dewasa itu nampak akrab dengan Julian.


"Di cariin dari tadi ternyata pada di sini?" Julian berkacak pinggang sembari menatap Queen dengan tajam.


Queen menatap Julian dengan tatapan menggoda, "Jadi dia siapa?" Queen menunjuk wanita yang ada di samping Julian dengan telunjuknya.


"Gak sopan nunjuk-nunjuk orang," Julian menepis tangan Queen.


"Sakit kak."


"Perkenalkan namaku Cindy, saya temannya Julian," Wanita itu memperkenalkan dirinya.


"Teman apa teman?" Queen mengedipkan matanya beberapa kali pada Julian.


"Beneran cuman teman kok," Julian memalingkan pandangannya ke arah lain.


"Kak aku jadi khawatir deh, sebenernya kakak normal gak sih? Apa jangan-jangan kakak-" Queen belum menyelesaikan ucapannya Julian langsung menepuk kening Queen dengan pelan.


"Aku normal kok, udah gak usah di terusin," timpa Julian marah.


"Yah bagus sih kalau kakak Normal, awas aja kalau ternyata kakak belok. Aku bakalan kasih pelajaran sama kakak," Queen menatap Julian penuh peringatan.


"Dokter bilang barusan katanya kamu bisa pulang hari ini," lanjut Julian.


"Akhirnya," Queen tersenyum bahagia.


____________


Setelah sampai di rumah Queen langsung istirahat di kamar sementara Julian tengah berbincang ringan dengan Drian di ruang tamu, Cindy juga masih ada di sana.


Tapi Cindy sedang bersama Bella bermain dengan Daniel di kamarnya.


"Jadi kau ingin menembaknya?" tanya Drian.

__ADS_1


"Iya tapi gue bingung gimana caranya, gue gak pernah nembak cewek sebelumnya. Yah selama ini cewek sih yang kebanyakan nembak gue, tapi gue tolak," Julian masih dengan kesombongan dirinya, Julian emang terkenal agak narsis selama ini.


"Kau benar-benar jatuh cinta padanya?"


"Iya, dia berbeda dari kebanyakan cewek yang gue temuin soalnya. Itulah awal mula kenapa gue bisa jatuh cinta sama dia," jelas Julian.


"Beda?"


"Gue ketemu dia waktu di taman dua tahun yang lalu, gue liat dia lagi bagi-bagi makanan sama anak-anak gelandangan yang tinggalnya di kolong jembatan."


___________


Flashback Dua Tahun Yang Lalu.


Brukkk Julian yang sedang menyetir tiba-tiba menubruk seorang pengendara motor, Julian segera keluar dari mobilnya untuk melihat siapa yang telah ia serempet dengan mobilnya.


Wanita yang motornya tersenggol oleh mobil Julian tiba-tiba membuka helmnya dan menghampiri Julian, "Lu kalau bawa mobil bisa yang bener gak?" bentak wanita itu sambil menatap Julian dengan tatapan marah.


"Ya udah lu mau minta ganti rugi berapa?" Julian mengeluarkan dompetnya.


Wanita itu malah tambah marah setelah mendengar ucapan Julian, "Minta maaf kek, lu pikir semua masalah di dunia ini bisa di selesaikan dengan uang? Orang kaya emang kadang keterlaluan banget yah, yang ada di otaknya semua masalah akan selesai dengan uang, gue gak butuh uang lu," bentak wanita itu sembari kembali ke motornya yang tergeletak di jalan.


Julian mengejarnya, "Ya udah gue minta maaf, tapi terima aja uang ini buat ganti rugi makanan yang tumpah itu," Julian memaksa wanita itu untuk menerima uangnya.


Wanita itu kembali menatap Julian, "Gue bilang gue gak butuh uang lu, udah sana pergi. Gue berharap lu gak muncul lagi di hadapan gue," ia segera membereskan makanannya dan pergi dari sana.


Julian diam-diam mengejar motor wanita itu hanya karena rasa penasarannya yang tinggi, wanita itu berhenti di sebuah warteg. Setelah membuang makanan yang tadi sudah kotor ia langsung memesan makanan baru untuk menggantikan yang tadi, tapi wanita itu malah terlihat ribut dengan penjualnya.


"Kau mau berhutang lagi? Enggak, hutang yang kemarin aja belum kamu bayar. Apalagi sekarang kamu malah pesan dalam jumlah banyak," bentak penjual nasi.


"Bu saya janji saya akan bayar nanti setelah saya dapat kerjaan, sekarang saya lagi butuh banget makanan itu, saya sudah janji sama anak-anak," wanita itu tampak memohon.


"Kalau hidupmu sedang kesusahan makannya jangan sok mau bantuin orang."


"Bu kali ini aja lagi, sekali ini aja."


"Saya bilang tidak yah tidak."

__ADS_1


Julian memutuskan turun dari mobilnya karena ia merasa bersalah, makanan yang tadi di bawa wanita itu kan tumpah karena dirinya jadi ia harus bertanggungjawab sebagai pria.


"Kasih apa yang dia mau, saya yang akan bayar semuanya. Termasuk semua hutang dia juga," ucap Julian tiba-tiba.


Mereka yang ada di sana langsung menatap ke arah Julian, "Lu lagi?" ucap wanita itu saat melihat Julian.


"Kan udah-" Julian menutup mulut wanita itu agar tidak banyak bicara.


"Lu diem aja bisa kan? Gue mau bertanggungjawab karena udah numpahin makanan lu," ucap Julian dengan tagas.


Beberapa saat kemudian makanan yang di pesan wanita itu sudah di siapkan, Julian langsung membayarnya beserta seluruh hutang wanita itu. Ternyata semuanya tidak nyampai satu juta.


Wanita itu menundukkan kepalanya, "Makasih, nanti gue pasti bayar kalau udah dapet kerja," ucapnya malu-malu.


"Gak usah, ini semua gue lakuin untuk minta maaf. Jadi lu mau kemana sekarang? Gue anterin."


"Gak usah."


"Hey, lu pikir ini semua bisa di bawa pakai motor kecil lu itu?" Julian mengangkat makanan yang harus wanita itu bawa, makanannya kali ini jauh lebih banyak dari yang awal.


"Ke taman yang ada di deket sini."


"Ya udah masuk mobil gue, gue anterin."


Wanita itu seketika langsung menatap Julian, "Jangan bilang lu mau culik gue yah."


"Gue tau gue tadi salah, tapi gue gak sejahat itu kali. Udah masuk aja sana," tegas Julian.


Wanita itu menurut dan masuk ke mobil Julian, motornya ia titipkan dulu di sana.


"Nama gue Cindy," wanita itu memperkenalkan namanya sendiri saat di mobil.


"Oke gue Julian, tapi lu gak kenal gue siapa emangnya?"


Cindy menatap Julian yang sedang menyetir, "Emangnya lu artis? Atau anak miliarder? Sampai-sampai gue harus tau lu yang gak pernah ketemu gitu?"


"Oh Oke," Julian merasa wanita ini benar-benar aneh, padahal Julian selama ini selalu masuk ke berita karena ayahnya adalah Fernandez seorang pengusaha tersukses saat ini.

__ADS_1


Ayahnya juga termasuk miliarder sekarang, setelah beberapa saat kemudian sampailah mereka di taman, Cindy turun dari mobil dan langsung berlari menghampiri segerombolan anak kecil yang juga tengah menunggu kedatangannya.


Julian ikut turun dari mobilnya, ia terus menatap Cindy yang terlihat sangat bahagia saat menyapa anak-anak itu.


__ADS_2