
"Oke semuanya seperti janji kakak kemarin hari ini kakak bawa makanan yang banyak buat kalian, kita makan besar hari ini," ucap Cindy dengan pantang dan ceria.
Julian mengikuti Cindy, Cindy menatap Julian, "Lu ngapain masih di sini? Pulang aja udah selesaikan? Gue udah maafin lu kok."
"Kalau gue masih pengen di sini gimana?"
"Wah kak Cindy udah punya pacar sekarang? Kakak hebat cari pacar, pacar kakak ganteng," ucap salah satu anak wanita sembari menatap Julian.
Julian tersenyum.
"Enak aja, dia bukan pacar kakak. Dia cuman orang asing yang tadi gak sengaja ketemu," Cindy membantah ucapan anak itu.
Setelah itu Julian malah ikut makan bersama di sana, Julian sampai lupa harus kembali ke kantor. Entah mengapa kini Julian mendapatkan pengalaman baru saat di sana, kehidupan sederhana yang penuh rasa bahagia.
Ia jadi merasa malu, selama ini banyak rasa syukur yang kurang ia berikan atas semua yang ia miliki sekarang. Julian dan Cindy kini duduk berdua di kursi taman, anak-anak telah pulang ke keluarganya masing-masing.
"Lu lagi nyari kerja yah tadi?" tanya Julian.
Cindy hanya menganggukkan kepala.
"Gimana kalau lu kerja di kantor gue aja."
"Kantor? Ah gue gak pengalaman kerja di kantor."
"Udah kerja aja, nanti juga di ajarin gimana kerjanya."
Cindy menatap Julian dengan tatapan mata berbinar, "Beneran? Akhirnya gue dapet kerja. Gue udah capek banget cari kerja ke sana ke mari, makasih yah."
Julian ikut tersenyum saat melihat senyuman bahagia yang Cindy berikan. Dari sana hubungan keduanya semakin dekat, di kantor walaupun Cindy tau jika Julian adalah bosnya tetapi Cindy masih sering ribut-ribut dengan Julian hanya karena Julian terlalu sombong akan dirinya sendiri.
Sesekali Julian juga sering ikut dengan Cindy kembali melihat anak-anak itu, sembari membelikan mereka pakaian dan yang lainnya. Sebenarnya sejak awal Julian melihat wanita itu ia sudah tertarik dengannya, karena Julian merasa kalau Cindy itu berbeda dengan kebanyakan wanita lain yang ia temui.
Cindy benar-benar tidak tertarik padanya di awal, bahkan Cindy juga tetap berprilaku sama pada Julian setelah tau siapa keluarga Julian, yang biasanya ketika wanita lain tau Julian adalah anak dari Fernandez mereka akan langsung menyukai Julian dan bersikap baik pada Julian.
Berbeda dengan Cindy yang malah bersikap biasa saja dan tidak memperdulikan itu.
Kembali ke masa sekarang.
____________
"Ternyata kita memang memiliki riwayat jatuh cinta yang sama, Sama-sama suka dengan wanita yang di awal sangat tidak menyukai kita," ucap Drian setelah mendengar semua cerita Julian.
"Yah begitulah, tapi gue gak yakin dia suka sama gue."
__ADS_1
"Kau harus coba menyatakan semua perasaan kau padanya, agar tidak menyesal nanti."
"Iya lu bener sih, ya udah nanti malam gue akan tembak dia. Lu kasih tau Queen oke."
Drian menganggukkan kepalanya, "Semangat dan semoga berhasil."
Setelah itu Julian dan Cindy pamitan pulang, Drian ke kamar untuk melihat Queen. Queen ternyata sudah bangun, Drian duduk di samping Queen, Queen melingkari pinggang suaminya itu menggunakan tangannya.
"Sayang aku lapar, tapi aku mau masakan kamu, aku bosen kemarin makan-makanan rumah sakit," rengek Queen.
Drian berdecak, "Aku pikir kau kenapa, ternyata cuman lapar. Ya udah aku masakin, lepasin!"
"Gak mau, aku juga gak mau jauh-jauh dari kamu."
"Ya terus gimana cara masaknya?"
"Aku gak tau."
"Queen lepasin! Aku masak dan kamu tunggu di sini."
"Enggak mau," Queen lebih mengeratkan pelukannya sambil menggelengkan kepala.
"Ya udah ke dapur, kamu di meja makan terus aku masak."
"Ya udah iya."
Drian ke dapur sembari menggendong Queen, setelah di dapur bahkan saat Drian masak Queen masih memeluk Drian dari belakang. Drian tidak mempermasalahkan itu karena ia juga suka ketika Queen tengah manja seperti ini, sifat asli Queen tampaknya mulai kembali.
Queen sejak dulu memang manja dan kekanak-kanakan.
"Julian akan menembak wanita tadi nanti malam," ucap Drian.
"Benarkah? Ah akhirnya kakak ku yang udah berlumut itu punya pacar juga, pokoknya mereka harus cepetan nikah," Queen tiba-tiba berdiri di hadapan Drian, kini ia memeluk Drian dari depan.
"Iya, tapi awas dong ngalangin ini," Drian menyingkirkan Queen karena tidak mau masakannya gosong.
"Ya udah aku tunggu di sini," Queen berjalan ke meja makannya lalu duduk di kursi sembari membayangkan kakaknya.
"Kak Julian bilang gak nembaknya mau dimana?"
"Enggak."
"Kenapa gak di tanyain sih?"
__ADS_1
"Yah aku kan gak punya hak, lagian biarin aja kali mereka pengen berduaan jangan di ganggu."
"Ya kita bisa kan ikutin diem-diem, aku cuman mau tau gimana caranya kakakku nembak."
"Udah do'ain aja kakakmu di terima."
"Iya aku do'ain, pokoknya abis itu kita harus bikin pesta yang mewah buat mereka," Queen senyum-senyum sendiri.
Drian yang telah selesai masaknya langsung menghidangkan makanan itu di hadapan Queen, "Silahkan di makan tuan putri," ucap Drian.
"Makasih sayang ku cintaku."
Drian duduk di samping Queen, ia memandangi Queen yang tengah memakan masakannya.
"Kamu gak makan?" tanya Queen.
"Liat kamu makan udah kenyang kok aku."
"Anda pikir bisa kayak gitu?"
Drian tertawa kecil, "Aku udah makan tadi sama kakakmu, jadi itu kau makan aja sendiri."
"Oke baiklah."
____________
Saat malam tiba Julian membawa Cindy ke taman, taman dimana mereka awal bertemu. Julian membawa Cindy ke atas taburan kelopak bunga mawar, di sana ada anak-anak itu juga. Julian meminta mereka datang malam ini karena ia akan mengatakan cinta pada Cindy.
Sesampainya di sana Cindy terlihat terdiam, ia menatap Julian, "Kau mau apa?" tanya Cindy, tatapan mata Cindy benar-benar tidak bisa di tebak.
"Masuklah kemari," Julian meminta Cindy menginjak taburan bunga berbentuk love itu.
"Apa-apaan ini? Kalau kau melakukan ini untuk mengatakan cinta padaku, jangan harap aku akan menerimanya," Cindy tiba-tiba pergi dari sana dengan marah, semuanya bingung dengan Cindy, di perjalanan Cindy tanpa sadar menangis.
"Om, Om kerja kakak Cindy," salah satu anak menggenggam tangan Julian yang terlihat mematung melihat kepergian Cindy.
"Tapi Cindy kayaknya emang gak suka aku."
"Enggak, kak Cindy cinta sama kakak. Kita bisa lihat itu selama ini, kita yakin kok kak Cindy juga cinta sama kakak," anak itu meyakinkan Julian.
"Iya kak, kita semua bisa rasain kok kalau kak Cindy suka sama kakak. Kakak tanyain aja kenapa kak Cindy malah pergi," timpa anak yang lainnya.
Julian seakan mendapatkan semangat lagi, ia bergegas mengejar Cindy.
__ADS_1