Menikahi Musuh

Menikahi Musuh
Ketahuan


__ADS_3

Setibanya di rumah, David dan Shazia tidak langsung istirahat. David sibuk mengurus pekerjaannya di ruang kerja bersama Albert. Sedangkan Shazia sedang berada di halaman samping mengobrol bersama Leah. Saat mengetahui kepulangan Shazia, Leah sudah ada di rumah itu untuk menyambut mereka.


Leah terlihat sangat senang melihat senyum ceria di wajah Shazia. Sudah lama ia tidak melihat Boss nya itu bahagia seperti itu. Senyumnya benar-benar tulus seolah tidak ada yang lebih bahagia dari dirinya kala itu.


"Bos, sebenarnya ada hal penting yang ingin saya sampaikan sejak kemarin. Tapi ... saya tidak mau menganggu bulan madu anda," ucap Leah dengan wajah bersungguh-sungguh.


"Ada apa, Leah? Kelihatannya masalah yang cukup serius," jawab Shazia dengan wajah penasaran.


Leah mengeluarkan sebuah foto dari saku jaketnya. Wanita itu memberikannya kepada Shazia. "Ini foto lama. Tapi, saya yakin ada rahasia besar di balik semua ini Bos!"


Shazia menerima foto tersebut dan segera melihatnya. Kedua matanya melebar ketika ia melihat foto mesra antara Eva dan pria mirip David suaminya. Foto itu memang di ambil sudah cukup lama mengingat wajah Eva masih sangat muda di sana.


"Dari mana kau mendapatkan foto ini, Leah?"


"Bos, saat anda bilang agar saya menerima Eva menjadi bagian dari The Felix, saat itu saya secara diam-diam menyelidiki masa lalu Eva. Saya juga sempat syok ketika menemukan foto ini. Sepertinya ... ada rahasia besar yang di sembunyikan oleh Tuan David dan Eva!" ucap Leah dengan wajah bersungguh-sungguh.


"Bos, maafkan saya. Saya tidak memiliki niat untuk merusak pernikahan yang baru saja membaik ini. Tapi, kebohongan di awal tidak akan membuat sebuah hubungan menjadi panjang."


"Kenapa aku harus tahu sekarang? Di saat aku mulai membuka hatiku untuk menerima David sebagai suamiku?" gumam Shazia di dalam hati.


"Bos, maafkan saya," ucap Leah penuh rasa bersalah.


"Leah, panggilkan Eva. Aku ingin mendengar penjelasan darinya dan juga David sekarang juga!" Shazia beranjak dari kursi yang ia duduki. Wanita itu melangkah masuk tanpa memperdulikan Leah lagi.

__ADS_1


Sedangkan Leah kembali mengutip foto yang sudah terjatuh di rumput. Wanita itu juga masuk untuk membawa Eva dan David menemui Shazia.


***


"Jika memang benar David dan Eva memiliki kenangan masa lalu, kenapa mereka tidak jujur sejak awal. Selama ini mereka tinggal satu rumah. Bahkan mereka terlihat sangat dekat. Aku benar-benar kecewa. Kenapa hal ini harus terjadi? Kenapa orang yang sangat aku percaya tega membohongiku selama ini?"


Shazia terus berjalan menuju ruang kelurga. Ia ingin berbicara dengan David dan Eva di ruangan tersebut. Namun, saat belum tiba di sofa tiba-tiba David sudah muncul dan memeluk Shazia dari belakang.


"Sayang, kenapa terburu-buru. Mau ke mana? Hem?" bisik David mesra di telinga Shazia. Pria itu tidak lupa mengecup pipi Shazia tanpa peduli kalau Albert ada di belakangnya.


"Lepaskan David!" Shazia melepas paksa tangan David yang melingkari perut ratanya. Wanita itu berputar dan menatap wajah David dengan tatapan menyeramkan.


"Sayang, ada apa?" tanya David bingung. Sama halnya dengan Albert. Padahal beberapa saat yang lalu sepasang suami istri itu terlihat sangat mesra dan kompak.


"Aku dan Eva?" ulang David dengan bingung.


"Jangan bersikap seperti orang bodoh David! Katakan!" teriak Shazia mulai kesal.


Albert juga tidak mau diam saja. Ia melangkah maju untuk membela David yang kini posisinya berada dalam kesulitan.


"Nona, apa maksud Anda? Kami mempekerjakan Eva di rumah seperti pelayan. Sama seperti pelayan yang bekerja di rumah ini. Bagaimana bisa anda mengatakan kalau Eva memiliki hubungan dengan Tuan David?"


"Stop membela David, Albert! Tolong jelaskan David. Ada hubungan apa antara kau dan Eva!"

__ADS_1


PRANKKKK


Tiba-tiba saja terdengar pecahan kaca. Semua orang mengalihkan pandangan mereka ke sumber suara tersebut. Di sana ada Eva yang sedang berdiri mematung. Ada pecahan gelas di depannya. Di belakang Eva ada Leah yang juga berdiri dengan wajah tidak terbaca.


Shazia memandang wajah Eva dengan tatapan kecewa sebelum memalingkan wajahnya.


"Bagus. Kau juga sudah ada di sini. Aku perlu mendengar penjelasan dari kalian berdua." Shazia menunjuk David dan Eva secara bergantian.


"Kenapa harus secepat ini? Kenapa Nona Shazia mengetahui semuanya di saat aku belum siap untuk menceritakannya?" gumam Eva di dalam hati. Ia berjongkok untuk mengutip pecahan kaca di hadapannya. Namun dengan sigap Leah mencegah Eva. Wanita itu menarik tangan Eva dengan sedikit kasar dan membawa Eva berjalan mendekati Shazia.


"Maafkan aku, Eva. Aku tidak bisa bersikap lembut kepada orang yang sudah menyakiti Bos Shazia. Siapapun orangnya, akan berhadapan denganku!" ancam Leah sambil melirik ke arah Albert dan David.


David benar-benar bingung. Ia menatap Eva dan menagih penjelasan kepada wanita itu.


"Apa yang sudah kau lakukan hingga istriku marah seperti ini, Eva?" tanya David dengan suara mulai tinggi.


Leah segera mengeluarkan foto yang ia miliki dan memberikannya kepada David. Saat melihat foto tersebut, tentu saja David dan juga Albert kaget bukan main.


"Kenapa ada wajahku di sini?" celetuk David dengan wajah polosnya.


Shazia berjalan ke sofa dan menjatuhkan tubuhnya di sana. Wanita itu bahkan tidak mau memandang wajah David dan Eva lagi.


"Jelaskan sekarang atau aku akan pergi dari rumah ini sekarang juga!"

__ADS_1


__ADS_2