
Shazia masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Tujuannya kali ini adalah rumah David. Wanita itu kembali ke rumah itu bukan untuk menetap di sana. Tapi, ia ingin membawa Eva pergi. Shazia berjanji untuk selalu membawa Eva bersama dengannya. Baginya Eva sudah seperti adik yang harus ia lindungi. Shazia akan menjadikan Eva bagian dari The Felix. Kesetiaan Eva selama ini membuat Shazia sangat menyayanginya dan tidak ingin meninggalkannya begitu saja.
Namun, kepala Shazia semakin pusing. Kedua matanya juga mengantuk dan ingin tidur. Hingga akhirnya mobil yang Shazia bawa melaju tidak karuan. Oleng ke kanan dan ke kiri. Beruntungnya jalanan sudah sunyi. Namun, ada banyak pepohonan di sepanjang jalan yang bisa membuat Shazia celaka.
Shazia berusaha memberhentikan mobilnya. Tapi, mobil itu tidak lagi bisa berhenti. Remnya blong. Seseorang dengan sengaja merusak mobil Shazia. Shazia panik bukan main. Dengan kepala yang pusing ia berusaha meluruskan laju mobilnya. Tangannya menekan nomor Leah. Ia butuh bantuan Leah saat ini juga.
“Leah. Tolong aku Leah!”
“Bos, Anda di mana? Kami mencari Anda sejak tadi!” Leah juga sangat panik malam itu.
“Aku tidak tahu ada di mana. Leah, kepalaku pusing. Mobil ini remnya rusak.”
“Bos, saya akan segera mengejar Anda!” Panggilan telepon terputus bersamaan jatuhnya ponsel di tangan Shazia. Napas Shazia mulai sesak. Ia tidak pernah mengalami sakit seperti ini sebelumnya. Bahkan saat ia terlalu lelah sekalipun.
Shazia menggenggam stir mobilnya dengan kuat ketika melihat jalanan di depan adalah jalan menurun. Laju mobilnya akan semakin cepat jika ia tiba di jalan tersebut sebelum Leah tiba.
__ADS_1
“Apa aku akan tewas dengan cara seperti ini?” gumam Shazia pelan. Ia membuka pintu mobilnya. Tidak ada cara lain selain melompat dari mobil walau kini kecepatan mobilnya luar biasa.
Dengan sekuat tenaga Shazia membuka pintu mobilnya. Ia memejamkan mata sebelum melompat dari dalam mobil. Wanita itu terguling di jalanan dengan luka di wajah dan seluruh tubuhnya. Apa lagi malam itu Shazia memakai gaun pesta yang pendeka. Jelas saja kasarnya jalanan membuat kulitnya yang putih dan mulus terluka.
David muncul dengan sepeda motor. Pria itu sempat kehilangan jejak Shazia karena laju mobil Shazia sangat kencang. David kaget bukan main melihat Shazia berbaring di jalanan. Pria itu memandang mobil Shazia yang melaju bebas sebelum berlari mendekati Shazia.
“Shazia, bangun Shazia!” ujar David. Pria itu segera memeluk Shazia dan menyingkirkan rambut yang menutupi wajah Shazia. Hatinya teriris perih melihat luka di wajah cantik Shazia. “Shazia, bangun! Buka matamu Shazia.”
Shazia tidak kunjung membuka matanya. Racun di tubuhnya sudah bekerja hingga kini Shazia tertidur layaknya putri tidur. Badai petir sekalipun tidak akan membuatnya terbangun. Shazia akan bangun dengan sendirinya ketika reaksi racun itu hilang beberapa jam kemudian.
David mengeluarkan ponselnya. Ia menghubungi Albert. David tidak bisa membawa Shazia ke rumah sakit dengan sepeda motor miliknya. Kali ini David berharap Albert berada di lokasi yang dekat dengan dirinya berada. Sialnya ketika Albert di butuhkan, pria itu tidak bisa di hubungi. Memang tadi Albert memiliki tugasnya sendiri.
“Menyingkirlah atau aku akan menembakmu!” ancam Leah.
David membuka topengnya. Dia tahu kalau Leah telah mengetahui yang sebenarnya terjadi. Jadi, David tidak perlu berpura-pura lagi saat ini.
__ADS_1
“Anda, Tuan David?” tanya Leah ragu.
“Ya. Saya David. Saya suami Shazia. Bantu saya membawanya ke rumah sakit,” pinta David dengan wajah sedih.
***
Beberapa jam yang lalu.
Pertarungan di ruangan sempit itu benar-benar begitu mencekam. Sejak dulu David tidak memiliki kemampuan bela diri maka dari itu ia kalah. Bahkan di detik-detik ia berharap akan menang. Logan dan pria tersebut pergi meninggalkan David dan timnya di dalam ruangan tersebut. Wanita yang menjadi mata-mata Leah masih ada di dalam ruangan itu. Ia berakting dengan wajah ketakutan agar tidak ada yang tahu kalau dia seorang mata-mata.
Karena sudah tidak ada lagi orang yang mengenalinya, David membuka topeng di wajahnya. Hal itu membuat wanita tadi kaget. Bagaimanapun juga seluruh pasukan The Felix mengenal David. Mereka tahu bagaimana wajah pria yang sudah menjadi suami bos mereka. Wanita itu segera menghubungi Leah secara diam-diam. David kembali memakai topengnya dan pergi dari ruangan tersebut.
Di tengah jalan saat David ingin pergi meninggalkan gedung, Leah menariknya dan membuka topeng David secara paksa. Tentu saja hal itu sangat mudah bagi Leah. Wajah Leah kaget bukan main melihat David berdiri seperti itu.
“Anda Tuan David?”
__ADS_1
David mengeryitkan dahi ketika melihat wajah Leah. “Siapa Anda? Kenapa Anda mengenal saya?”
Belum sempat Leah memperkenalkan identitasnya, tiba-tiba salah satu pasukan The Felix menemui Leah dan memberi tahu kalau Shazia berada dalam bahaya. Leah lari tanpa mau mengatakan satu patah pun. Sedangkan David memutuskan untuk mengikuti Leah dari belakang. Ia juga ingin tahu sebenarnya apa yang terjadi dengan istrinya. Shazia.