
"Bagaimana kondisi istri saya dok, tolong selamatkan dia, tolong ya dok, ini saya bicara sangat serius, " saking gugupnya, rasanya aku tidak bisa mengontrol kalimat apa yang harus saya ucapan, intinya aku cuma mau Elena selamat dan bisa mendampingiku hingga kita menua bersama.
"Iya dok, bagaimana juga kondisi bayinya, saya sangat berharap bayinya baik-baik saja. Tapi kalau harus menerima yang mana yang harus diselamatkan lebih dulu, selamatlah ibunya terlebih dahulu.
karena jika tidak saya takut akan jatuh korban lagi. Ini loh menantu saya, dia sangat mencintai anak perempuan saya dok. Jika anak saya tidak bisa selamat, saya takut diam-diam dia bunuh diri.
"Ayah jangan ngomong seperti itu, Elena pasti selamat, seharusnya ayah perbanyak doa, bukannya bicara yang tidak karuan yah, " ibu mertuaku langsung menimpali karena kesal mendengar ucapan suaminya
"Bapak ibu, masih ingin mendengar saya bicara, kalau tidak mau saya menjelaskan kondisi bu Elena sebaiknya saya pamit pergi saja, masih banyak pasien yang sedang menunggu saya, " ujar Dokter yang bertugas hampir melangkah kaki.
"Iya dok silakan, maafkan sikap kami yang tidak sopan ini ya dok," ujarku mempersilakan dokter untuk menjelaskan kondisi istriku terkini.
"Kondisi kandungan bu Elena baik-baik saja, banyak luka kecil disekujur tubuhnya, ada bekas pukulan benda keras diarea kewanitaannya, mungkin akan sembuh dalam beberapa minggu. Namun benturan dikepalanya menyebabkan beberapa syarafnya mengalami kerusakan. jadi bu Elena akan mengalami koma sampai waktu yang tidak kami ketahui, " ujar dokter yang namanya dokter Leo, saya tahu dari tanda pengenal yang dia pakai.
Setelah menjelaskan kondisi istriku, Dokter Leo langsung pamit pergi karena telah ditunggu oleh pasien yang lain.
"Ayah... bagaimana ini, tega sekali orang yang membuat anak kita jadi seperti ini. Anggara apa kamu punya kecurigaan siapa yang melakukan ini. Ibu akan datangi dia dan membalas perbuatannya yang membuat anakku jadi menderita seperti ini," tangis ibu mertua tak lagi bisa ditahan saat mengetahui kondisi putrinya. Aku semakin merasa bersalah karena tidak mampu menjaganya. Andai malam itu aku langsung pulang mungkin kondisi Elena tidak akan seperti ini.
"Setelah menjenguk Elena, saya akan langsung berangkat ke kantor polisi bu, saya mau melaporkan apa yang terjadi pada polisi," ujarku dengan perasaan tak menentu.
Kemudian secara bergantian mereka menggunakan pakaian khusus untuk menjenguk Elena.
__ADS_1
Dengan Hati hancur, aku menatap wanita yang sangat berarti dalam hidupku. Wajahnya yang tadi pucat kini sedikit berkurang, berbagai peralatan medis digunakan untuk menunjang kehidupannya.
Aku berjongkok dan menyentuh tangan istriku, buliran air bening lolos dari sudut mataku, tak kuasa lagi rasanya aku menahan tangis. Dengan bibir bergetar aku cium tangannya perlahan.
"Maafkan aku Elena, aku benar-benar suami tak berguna. seharusnya aku lebih mementingkan menjagamu dan tidak meninggalkanmu terlalu lama. Aku benar-benar tidak tahu kalau ada seseorang yang sedang mengancam keselamatanmu.
Siapa dia sayang, siapa dia yang berani melakukan semua ini. setelah ini aku akan ke kantor polisi untuk melaporkan apa yang terjadi padamu. Berdoalah semoga semua proses penyelidikan berjalan lancar dan orang yang telah berbuat ini padamu akan menanggung akibatnya.
Aku berjanji tidak akan berhenti dan tak akan lelah untuk mencari siapa orang yang sudah berani berbuat jahat kepadamu.
Berjuanglah untuk bertahan sayang, berjuanglah untuk sembuh, demi aku, demi anak yang ada dalam kandunganmu dan demi kedua orang tuamu yang begitu sayang padamu, aku pergi dulu ya, " kembali aku mencium tangan istriku. Aku tatap wajahnya dengan hati yang begitu pedih, kemudian mencium keningnya dan aku bangun untuk kemudian berangkat kekantor polisi.
"Saya curiga itu adalah anak buah Andrea atau Roky yang tidak terima karena kami malam tadi menangkap Roky dan Andrea dalam kasus penculikan anak kandungnya dan mantan istrinya untuk kemudian meminta tebusan berupa uang dengan jumlah nominal tertentu," ujarku.
Aku langsung bercerita apa yang dilakukan oleh Andrea dan yang lainnya dikediaman Roky mantan orang kepercayaanku yang telah membuat bangkrut perusahanku dengan bekerjasa dengan Andrea.
Aku juga menceritakan gagalnya pernikahan Elena yang sekarang sudah menjadi istriku dengan Andrea beserta penyebabnya dan sampai sekarang Andrea masih sangat mencintai istriku dan sangat dendam kepadaku. Semua yang terjadi dia ceritakan pada pihak yang berwajib tanpa ada yang tertinggal, semua detail dikisahkan pada polisi agar menjadi acuan untuk menentukan siapa orang yang pantas mereka curigai dan selidiki.
"Perlu anda ketahui pak Anggara, saat perjalanan menuju kantor polisi Andrea sempat kabur dan baru beberapa saat yang lalu dia ditemukan terkapar dipinggir jalan dengan banyak darah dibagian pangkal pahanya dan kedua kakinya. Setelah kami teliti ternyata *********** ada yang memotongnya.
Aku sangat terkejut mendengar berita tersebut, apa mungkin pelakunya adalah Andrea. Aku juga melihat banyak darah dipakaian dan sekitar pangkal paha Elena. namun hanya luka lebam dan pukulan benda keras pada pangkal pahanya serta benturan pada kepalanya. Tak ada sedikitpun darah yang keluar dari tubuh istriku. kecuali dari mulut yang telah kering batinku di dalam hati.
__ADS_1
Aku langsung memceritakan apa yang ada dalam fikiranku itu kepada polisi. mungkin itu bisa menjadi bahan penyidikan bagi polisi. Polisipun akan segera mendatangi rumah sakit dimana istriku dirawat.
Setelah melaporkan apa yang terjadi pada Elena kekantor polisi, akupun meminta izin kepada polisi untuk menjenguk Andrea. Kebetulan menurut keterangam polisi dia sudah sadar. Ada banyak hal yang ingin aku tanyakan kepadanya.
Kini aku telah berdiri dihadapan Andrea yang tengah terbaring tak berdaya disebuah ranjang disalah satu ruangan disebuah rumah sakit.
lelaki itu terbaring lemah tak berdaya dengan mata yang terpejam. Bibirnya yang sangat pucat tak berhenti merintih. Aku mendekatinya dan menatap wajahnya dengan begitu yakin kalau dialah pelaku penganiayaan istriku yang kini sedang koma dirumah sakit berbeda.
"Andrea apa kamu masih mengenal suaraku. Bukalah matamu lebar-lebar agar kamu bisa menatapku dengan puas. Aku tahu kamu sangat membenciku melihat aku begitu bahagia dengan hidupku dengan wanita yang sangat kamu cintai.
Aku tahu kamu juga sedang merasa iri dengan usahaku yang terus menanjak dan aku tahu kamu sangat benci dengan semua kesuksesan yang terus menghampiriku.
Italah sebabnya kamu menyelinap kedalam rumahku dan menganiaya istrikku. Ucapanku benar bukan?. Andrea....kamu bisa bohong pada polisi, tapi kamu tidak bisa membohongiku.
Ketahuilaha andrea... aku akan mengusut tuntas dan membuktikan kamulah yang telah membuat istriku terbaring dirumah sakit," aku terus bicara pada Andrea untuk meluapkan isi hatiku.
Sesaat kemudian lelaki itu membuka mata dan tersenyum sinis kepadaku.
"Kasian sekali nasibmu Anggara, aku ikut merasa prihatin. Entah bagaimana sekarang kondisi istrimu he...he... , kalau aku tidak bisa memilikinya maka kamu juga tak akan bisa memilikinya juga," ucap Andrea sembari merintah menahan sakit.
********
__ADS_1