
Lelaki itu mempunyai Tato bergambar kucing dilengannya. Dia adalah Jono suamiku yang akhirnya menikahiku hingga aibku tertutupi olehnya. Aku sangat berhutang budi padanya, dan aku akan menghabiskan sisa usiaku untuk mendampinginginya," bu Suminah menangis tersedu, tangannya sudah berulang kali memghapus air mata yang membanjiri kedua belah pipinya. Aku, Dan Nina pun ikut sedih hingga tak terasa air mata kami mengalir tanpa bisa ditahan. Mengingat betapa hancurnya seorang wanita saat harus kehilangan kehormatannya, hamil tanpa suami, dipecat dari pekerjaaan, pulang kampung hanya akan mempermalukan dan menjadi beban kedua orangtuanya.
"Ja....jadi ayah yang aku kenal....di... dia bukan ayah kandungku bu... kenapa ibu merahasiakan itu. Ibu tega sekali berbohong kepadaku bu," Jhon yang duduk disamping kak Anggara tiba-tiba teriak histeris, lelaki itu sangat shock mengetahui kenyataan yang tak terduga sama sekali.
Kak Anggara langsung merangkul Jhon yang akan bangkit dari duduknya, sedangkan. bu Suminah langsung bangkit dari tempat duduknya dan berlari memeluk putra semata wayangnya.
"Maafkan ibu nak, bukan maksud ibu ingin membohongimu, ibu cuma tidak mau mengingat luka lama ibu yang teramat menyakitkan. Ibu ingin menghapus semua kenangan pahit yang pernah ibu alami dahulu. Ibu tidak ingin kamu merasa sakit hati saat tahu ayah kandungmu hanyalah seorang penjahat kelamin. Ibu ingin kamu hanya mengetahui pak Jonolah ayahmu karena berkat dia kamu bisa lahir kedunia. Seandainya dia tidak menikahi ibu dan melarang ibu saat akan menggugurkan kandungan ibu. Mungkin saat ini kamu tidak akan pernah lahir kedunia ini.
Tolong ampuni ibu ya nak, karena ibu baru cerita saat ini. Ibu fikir ini adalah waktu yang tepat, mumpung ada bos Anggara lelaki yang menurutmu sangat bijaksana. Ibu berharap bosmu itu mau menasehatimu agar kamu mau memaafkan ibu dan menerima ibu dan ayahmu sebagai orang tuamu seperti dulu saat kamu belum mengetahui rahasia ini," ujar bu Suminah sambil membelai rambut Jhon dengan penuh kasih.
Mendengar ucapan bu Suminah, ingin rasanya aku tertawa, segitunya bu suminah menganggap suamiku begitu berharga dimatanya. Apa karena sering mendengar cerita Jhon yang selalu membanggakan kak Anggara.
"Ibu ini terlalu berlebihan, saya kan sudah bilang jangan panggil saya bos, panggil saya Anggara saja, karena saya bukan lagi bosnya Jhon. Kami sekarang hanya berteman saja. Tapi tanpa ibu minta, sebagai seorang teman tentu saya akan memberikan nasihat agar dia bisa memilih jalan terbaik untuk hidupnya. l
__ADS_1
Tapi ngomong-ngomong sih kalau aku jadi kamu Jhon, aku memilih memaafkan ibumu. Memang kamu lahir tidak ada yang menghendaki. Lahirnya kamu adalah merupakan takdir Tuhan, jadi suka atau tidak suka ya kamu harus terima, karena siapa sih yang sanggup menolak kehendaknya. Kamu tidak berhak menyalahkan siapapun. Justru seharusnya kamu bersyukur karena mempunyai ibu yang begitu kuat menghadapi ujian yang sedemikian berat, walau sempat ingin mengakhiri hidupnya. Tapi pada kenyataannya ibu sadar bahwa tindakannya salah besar.
Kamu juga seharusnya beruntung karena di didik dan dibesar oleh ayah sambung yang luar biasa baiknya. Dia sangat menyayangimu seperti anak kandungnya sendiri. Sudah seharusnya kamu berbakti kepada mereka. Bukan menyalahkan mereka atas takdir Tuhan.
Kamu harus ingat, ibumu tidak salah karena tidak memberi tahumu atas rahasia besar ini. Ibumu cuma ingin kamu merasa sama seperti teman-temanmu yang lain, punya keluarga yang lengkap dan sangat menyayangimu," ujar suamiku menasehati Jhon.
"Sebenarnya aku bukannya marah sama ibu dan ayah, aku cuma shock mengetahui tentang asal-usulku. Sakit rasanya hati ini saat mengetahui betapa menderitanya ibu saat itu. Aku jadi merasa jijik pada diriku sendiri karena dalam darahku mengalir darah seorang penjahat kelamin, darah dari seorang Pemer*kosa.
Kalau tentang ayah Jono, aku malu pada beliau, karena selama ini aku seperti anak yang tidak tahu diri. Aku malu pada ayah yang sudah membesarkan dan menyayangi aku dengan tulus. Dari kecil aku sangat bandel, aku sering melawan pada ayah, bahkan aku sering mengerjai ayah. Tapi sepertinya ayah begitu sabar walau saat remaja hingga sekarang aku menjadi anak yang jauh dari harapan dan impiannya.
Sroooot? Sroooot!
Jhon mengeluarkan cairan bening dari hidungnya dan mengelapnya dengan ujung bajunya. Bu Suminah langsung mengeluarkam sapu tangan dan menyerahkan pada putra tersayangnya.
__ADS_1
"Ibu kan sudah sering mengajari kamu, jangan ngelap ingus pakai ujung bajumu, cape tahu engga nyucinya," teriak bu Suminah. Sedangkan Jhon dengan santainya mengambil sapu tangan itu lalu mengelap ingusmya, tanpa berucap apapun.
"Sekarang kamu sudah tahu kan nak bagaimana masa lalu ibu yang begitu sengsara karena perbuatan orang kaya dan itulah sebabnya ibu benci orang kaya. Ibu tidak mau ada keturunan ibu yang mempunyai nasib seperti ibu. Itulah sebabnya ibu melarangmu bergaul dengan orang kaya apalagi sampai menikahinya. Orang kaya itu hanya maunya enak sendiri, tidak peduli dengan penderitaan dan perasaan orang lain apalagi orang miskin seperti kita.
Mulai sekarang sebaiknya kamu jauhi Nina, wanita yang kamu cintai, karena ibu takut suatu saat kamu diperlakukan semena-mena oleh dia dan keluarganya. Maaf ya Nina, bukan maksud ibu mau menyakitimu, tapi Jhon anak kami satu-satunya, Ayahnya Jhon itu mandul, makanya kami 0tidak punya anak lagi.
Sebaiknya kalian cari saja pasangan yang sederajat dengan kalian. Jhon cari jodoh wanita biasa saja, agar dia patuh dan nurut sama suami. dan Nina cari saja jodoh orang kaya agar bisa membangun bisnis yang lebih baik sehingga tidak malu-maluin kalau dibawa ketempat umum bertemu teman-teman kalian yang sederajat," ujar bu Suminah sembari memandang kearah Nina.
Sedih rasanya melihat Nina yang tulus mencintai Jhon, namun sepertinya trauma bu Suminah telah membuatnya tak peka akan ketulusan cinta Nina pada putranya.
"Kamu tidak apa-apa kan Nina, ibu minta maaf ya, kalau keinginan ibu telah membuatmu sedih. Ibu cuma ingin yang terbaik untuk putra ibu, dan itu juga yang terbaik buatmu bukan. Kedua orangtuamu pasti bangga kalau kamu memiliki pendamping hidup sederajat denganmu, tidak seperti Jhon yang hanya orang tidak punya," bu Suminah mengelus pundak Nina, membuat janda beranak satu itu berkaca-kaca.
"Tapi bu... saya sangat mencintai Jhon. Ibu jangan menyamaratakan kalau semua orang kaya mempunyai sifat tidak baik seperti orang kaya yang pernah ibu kenal. Saya janji bu, andai saya direstui menikah dengan Jhon, saya akan menjadi istri yang baik, menurut dan taat apa kata suami. Saya juga akan memperlakukan Jhon dengan baik. Begitupun kedua orang tua saya yang sudah merestui hubungan kami. Papa dan mama telah menganggap Jhon seperti anaknya Sendiri, " jawab Nina seraya terisak.
__ADS_1
*******