Menikahi Pria Bangkrut Dan Arogan

Menikahi Pria Bangkrut Dan Arogan
67. Direstui


__ADS_3

"Rasanya kok tidak mungkin, atau mungkin itu hanya untuk menyenangkan putrinya. Kalian kan masih tahap pacaran, masih manis-manisnya. Kalian merasa kalau Jhon saat ini adalah lelaki yang sempurna. Kalian tidak tahu keburukan dan kekurangan Jhon. Nanti kalau sudah berumah tangga dan hidup satu atap. Kalian akan mengetahui kekurangan Jhon. Mulai saat itulah perlahan kalian pasti akan memperlakukan Jhon dengan semena-mena, " ujar bu Suminah yang tetap kekeh kalau pendapatnya itu benar.


Nina menggelengkan kepala, seperti dia bingung bagaimana caranya meminta wanita setengah baya itu merestui hubungannya dengan putranya


John yang dari tadi dirangkul oleh ibunya langsung mengangkat tangan bu Suminah untuk melepaskan rangkulannya.


"Ibu ini omong kosong saja, ibu fikir Jhon akan percaya dengan ucapan ibu. Kalau memang ibu benci dan trauma pada orang kaya. Kenapa hingga detik ini ibu masih bekerja pada orang kaya. Ibu jangan mencoba mengelabui Jhon anak ibu sendiri karena aku tidak sebodoh itu hingga begitu saja mempercayai ucapan ibu.


Mungkin ibu tidak mereatui hubunganku dengan Nina, karena ibu tidak rela melihat aku bahagia dengan orang yang aku cintai. Aku tahu ibu ingin aku menderita seperti masa muda ibu dahulu. Ibu ingin membalas sakit hati ibu pada ayah kandung Jhon atau papanya Tirta dengan cara menyakiti anak dari papanya Tirta. Iyakan bu?"


Kami semua terperangah mendengar dugaan Jhon, tampaknya lelaki ini sedang marah sehingga prasangkanya selalu buruk pada ibunya. Kalau aku pribadi berpendapat, tidak mungkin bu Suminah berniat menyakiti hati Jhon karena sakit hatinya pada lelaki yang telah menyebabkan dia lahir ke dunia. Mungkin wanita paruh baya itu punya alasan sendiri kenapa masih bekerja dirumah itu menjadi pengasuh Tirta sejak dia masih kecil. Atau mungkin saja bu Suminah punya miisi terselubung sehingga dia masih bertahan bekerja di sana.


"Astagfirullah Jhon, sepertinya kewarasanmu sedang terganggu Jhon, kok bisa-bisanya prasangkamu buruk sekali pada ibu. Kalau ibu berniat meyakitimu sudah dari dulu sejak kamu masih kecil, coba kamu ingat-ingat apa pernah ibu jahat kepadamu nak," Sahut bu Suminah yang dibalas oleh John dengan gelengan kepala.

__ADS_1


Perlu kamu tahu John. setahun setelah ibu keluar dari rumah orangtua Tirta, tepatnya setelah kamu lahir. Ibu bertemu kembali dengan mommynya Tirta. Dia memohon-mohon agar ibu bekerja lagi kepadanya untuk mengurus Tirta. karena Tirta sudah berulang kali berganti pengasuh dan tidak ada yang cocok dengan dia. Menurut mommy Tirta, hanya ibulah yang mampu mengurus Tirta.


Saat itu aku sedang menganggur, begitu pun ayahmu John, lagi pula ibu tidak enak menolak permintaan mommynya Tirta karena beliau banyak berjasa pada ibu. Beliau sering memberikan bayaran lebih sebagai bonus dari pekerjaan ibu sehingga kedua orangtua ibu bisa hidup sejahtera dikampung, bisa beli kebun, bisa beli tanah untuk digarap. Itulah alasan kenapa ibu masih setia kepada keluarga Jhon, setelah meninggalnya papa Tirta, tak ada lagi yang memgganggu ibu dirumah itu. Ibu merasa nyaman dengan pekerjaan ibu," cerita bu Suminah sebagai alasan kenapa dia masih setia bekerja dirumah Tirta.


"Bu kalau saya boleh tahu, apa ibu yang dipanggil Tirta dengan sebutan bi Sumi, yang rambutnya berwarna ping, yang mengantar saya keruangan Tirta, " pak Sentul yang dari tadi hanya menjadi pendengar saja akhirnya ikut bicara.


"Iya pak Sentul, itu kebiasaan saya kalau bekerja, suka gonta ganti wik, kalau dulunya sih supaya Tirta merasa terhibur dan tidak mudah bosan kepada saya. Tapi akhirnya jadi kebiasaan. Kebetulan pak Tirta sering membelikan ibu berbagai model wik yang Lucu-lucu. Ibu jadi semakin suka gonta ganti wiik," ujar Bu Suminah terkekeh.


Setelah mengetahui bagaimana dan apa rencana Tirta menyelingkuhi Tuti, suamiku pun meminta tolong kepada bu Suminah untuk mencari tahu apa yang sedang direncakan Tirta selanjutnya. Suamiku juga berpesan agar bu Suminah selalu menceritakan apa yang dilakukan Tirta yang sifatnya merugilan orang lain. Tentu saja bu Suminah tidak keberatan. Dia bilang akan melaksanakan permintaan suamiku dengan senang hati. Agar Tirta tidak bisa mengganggu rumah tangga pak Sentul dan bu Tuti.


"Oh ya, bu Suminah, saya cuma ingin meluruskan pendapat ibu tentang orang kaya. Begini bu, tidak semua orang kaya itu jahat dan suka melakukan perbuatan buruk, suka menghalalkan segala cara dalam merai apa yang dia inginkan.


Masih banyak kok orang kaya yang baik hati, dermawan dan peduli pada sesama. Orang tua saya juga orang kaya lho bu, dan saya sebagai keturunannya juga kan kaya. Apa menurut ibu saya ini jahat seperti Tirta dan ayahnya, " tanya suamiku pada ibunya Jhon yang langsung membuat wajah wanita itu memerah.

__ADS_1


"Maaf...bos eh nak...Anggara, saya tidak bermaksud menyindir nak Anggara. Saya cuma sedang mengungkapkan pendapat saya tentang watak orang kaya yang pernah menghancurkan masa depan saya. Saya sama sekali tidak bermaksud menyinggung orang kaya yang baik seperti nak Anggara, " Ujar bu Suminah merasa malu.


"Tuh bu... ibu jangan menyamaratakan semua orang kaya jahat padahal kan masih banyak orang kaya yang baik seperti bos Anggara, Nina dan keluarganya juga baik bu, Jhon sudah membuktikannya," ujar Jhon pada ibunya.


"Iya ibu juga tahu, terus sekarang ibu harus bagaimana agar tidak salah dalam mengambil keputusan, minta pendapatmu nak Anggara"


Kini bu Suminah mulai melemah, dia tidak keras seperti sebelumnya. Kulihat Nina tersenyum semringah, nampaknya semangatnya untuk melanjutkan hubungan dengan laki-laki yang mencintainya timbul kembali. Dia memperhatikan dan menajamkan pendengarannya pada apa yang akan diutarakan suamiku. Kak Anggara memperbaiki duduknya dan menarik nafas panjang sebelum berbicara.


"Begini bu Sumilah, Jhon kan sudah kenal dan tahu kalau Nina berasal dari keluarga kaya yang baik hatinya. Lebih baik ibu restui saja hubungan mereka. Bukannya ibu ingin Jhon bahagia bukan?


Bu Suminah menggangguk, matanya memandang ke arah Jhon, kemudian kearah Nina dan yang terakhir adalah Rena yang cantik dan terlihat mengemaskan. Sepertinya bu Sumilah tertarik ingin menggendong gadis cilik itu, namun hatinya terlihat enggan karena anak itu anak dari Nina kekasih anaknya yang tidak dia sukai.


"Demi kebahagiaan mereka restuilah dan doakan yang terbaik buat putramu Jhon agar kebahagiaan selalu mengiringi perjalanan hidup dan cintanya. Jadilan seorang ibu yang selalu mengantarkan anaknya kedepan pintu gerbang kebahagiaan. Bukan menjadi ibu yang justru menghalangi kebahagiaan putranya," nasihat suamiku pada wanita yang usianya jauh diatasnya.

__ADS_1


"Terimakasih nak Anggara atas pencerahan yang nak Anggara berikan. Sekarang saya jadi merasa lebih yakin untuk merestui hubungan mereka. Terus terang saya selalu takut kalau keluarga Nina suatu saat nanti memperlakukan Jhon dengan buruk, " ujar bu Suminah.


*****


__ADS_2