Menikahi Pria Bangkrut Dan Arogan

Menikahi Pria Bangkrut Dan Arogan
90. Berfikir Ulang


__ADS_3

(POV Rabi)


Tinggal selangakah lagi impianku untuk menikah dengan Edwan lelaki paling ganteng yang pernah aku lihat sepanjang usiaku akan menjadi kenyataan. Aku sangat bahagia saat mendengar kabar kalau Edwan bersama istri dan keluarganya akan datang melamarku.


Hari-hari berlalu begitu lambat sekali, rasanya sudah tidak tahan aku saat membayang indahnya malam pertama bersama orang yang aku cintai. Dulu suamiku memang tampan, kami menikah karena perjodohan. Namun aku langsung jatuh cinta dimalam pertama tepat setelah selesai belah duren.


Namun sayang sekali suamiku tidak berumur panjang. Dulu aku sangat sedih waktu dia pergi untuk selama-lamanya. Namun sekarang aku baru sadar, mungkin Tuhan sedang merencanakan hari-hari yang lebih indah untukku bersama cinta pertama Edwan.


Hari ini aku berdandan secara maksimal dan memakai baju terbaik yang aku punya. Namun tidak sebaik baju istrinya Edwan, bagiku tak mengapa, nanti kalau aku sudah resmi menjadi istri lelaki tampanku, tentu aku akan belanja sepuasnya membeli peralatan make up untuk mempercantik diri agar terlihat lebih cantik dari Dinda bahkan kalau perlu aku akan pergi ke untuk melakukan oprasi plastik.


Saat pak kades yang menjadi juru bicara keluarga Edwan bertanya mengenai mahar seperti apa yang aku inginkan. Tentu saja dengan lancar aku sebutkan apa yang menjadi keinginanku. Semua memang sudah aku rencanakan termasuk apa yang diinginkan oleh Rahmat dan Dayat putraku.


Aku memang wanita yang cerdik, selain cintaku untuk Edwan yang begitu luar biasa. Aku juga ingin mempunyai kehidupan yang mewah seperti istri para bos dan istri pejabat.


Percuma dong punya suami kaya raya tapi tidak bisa memanfaatkan situasi. Aku tidak menyangka kedua anakku Rahmat dan Dayat juga saya sepertiku pandai memanfaatkan situasi, didikanku memang sungguh luar biasa.


Saat semua orang terkesima kagum dengan permintaan kami, tiba-tiba Yanti istri Dayat datang membawa sember air dan menyiram tubuh Dayat hingga basah kuyup.


Aku sangat geram dengan tingkah menantuku yang tidak tahu diri ini. Hanya karena mendengar keinginan Dayat untuk menikah lagi sama janda dari kampung sebelah, dia segitu marahnya.


Terkadang aku juga heran dengan banyak wanita yang selalu marah bahkan ada yang ngamuk, ada pula yang nyaris bunuh diri hanya karena suaminya menikah lagi. Harusnya dilihat dulu apakah wanita yang dinikahinya kaya apa tidak. Kalau wanitanya kaya raya kan bisa dilakukan negosiasi. Wanita yang mau menjadi istri suaminya harus mau membayar uang bahagia, kalau perlu pembayaran itu dilakukan sebulan sekali selama wanita itu menjadi istri suaminya.

__ADS_1


Apa itu uang Bahagia, uang bahagia adalah sejumlah uang yang diberikan oleh calon istri seorang suami untuk istri pertama. Kalau uang bahagia jumlahnya lumayan menarik ya boleh dong kalau mau menikahi suaminya.


Saat aku sedang berbicara dalam hati. Kulihat Edwan dan pak kades saling berbisik. Dinda dan bu Kades sepertinya mendengarkan dengan seksama pembicaraan suami mereka.


"Kalau begini jadinya lebih baik acara lamarannya kita tunda dulu ya sampai waktu yang belum kami tentukan. Kami ingin kalian memikirkan kembali apa saja yang kalian minta. Terus apa saja akibat dari permintaan kalian. Seperti yang diminta pak Dayat yang membuat istrinya meradang dan sakit hati. Tolong kalian bicarakan dulu sebelum meminta sesuatu kepada kami agar tidak menyakiti hati keluarga kecil kalian ya, " ucap pak kades seraya berdiri dan pamit pulang lalu yang lain pun ikut menyusul.


Menyaksikan hal itu aku segera bangkit menghampiri Edwan lelaki ganteng yang selalu aku cintai sepanjang masa.


"Edwan....kenapa mesti ditunda, bukannya lebih cepat itu lebih baik agar kita cepat resmi menjadi suami istri. Soal ucapan dan kelakuan Yanti, mohon jangan diambil hati ya, kami lupa memberi tahu dan memberi pengertian kalau Dayat berencana menikah lagi dengan janda kampung tetangga.


Tolong bapak dan ibu-ibu semua silakan duduk kembali, " ujarku.


Aku merangkul Dinda calon kakak maduku agar duduk kembali. Akhirnya Dinda menyuruh yang lain agar duduk kembali dengan isyarat tangan.


"Yanti apa-apaan sih kamu, dasar menantu tidak tahu diri. Kamu tahu lelaki yang datang melamar ibu itu siapa?"


Aku bicara sambil berbisik agar tidak kedengaran oleh para tamu yang akan melamarku. Yanti nampak semakin bingung dan meminta penjelasan dengan bahasa isyarat pula.


"Dia itu Edwan, lelaki tampan dan kaya yang selalu ibu banggakan. Memang sih Edwan kekayaannya tidak ada bandingan dengan Anggara yang merupakan. deretan tiga orang terkaya dikota tempat tinggalnya. Tapi menantunya sangat baik, apapun yang diminta oleh Edwan selalu diberikannya.


Jadi kalau aku menikah dengan Edwan, hidup kalian semua akan terjamin. Kalian bisa menghabiskan hari tua dengan harta yang melimpah.

__ADS_1


Kamu tidak perlu takut suamimu akan menikah lagi, kalau kamu tidak puas dengan nafkah batin pemberian suami, kamu kan bisa cari kepuasan dimana saja. Kamu mengerti kan maksud ibu"


Yanti menganggukkan kepala, sepertinya dia sudah mengerti apa yang aku maksud. Kemudian aku membawa menantuku yang tingkahnya selalu begajulan untuk meminta maaf pada Edwan dan keluarganya.


"Bu...pak... semuanya maaf ya kelakuan saya yang brutal tadi. Saya memang kurang bisa menahan emosi saat mendengar suami saya menikah lagi. Saya salah seharusnya saya tidak memarahinya di depan banyak orang. Seharusnya saya meneliti dulu calon istrinya bagaimana bibit, bebet dan bobotnya.


Sekarang silakan dilanjutkan lagi acara lamarannya bapak-bapak dan ibu-ibu semuanya," ujar Yanti sembari tersenyum ramah.


Kini perasaanku mulai lega karena Yanti bersedia meminta maaf kepada Edwan dan keluarganya. Edwan dan keluarganya juga tersenyum ramah, nampaknya mereka tak mengambil hati kelakuan Yanti. Kini kembali pak kades juru bicara keluarga Edwan mulai pembicaraan meneruskan acara lamaran yang sempat tertunda.


Setelah menyaksikan dan mendengar permintaan kalian yang bermacam-macam. Keluarga pak Edwan memutuskan untuk membatalkan rencana pernikahannya dengan nenek Rabi.


Adapun alasan mengapa keluarga pak Edwan membatalkan rencana tersebut yaitu karena beliau tidak sanggup untuk memenuhi mahar pernikahan dan beberapa hal yang kalian minta.


Memang pak Edwan itu kaya, tapi kekayaan pak Edwan kan hasil jerih payahnya selama menikah dengan ibu Dinda. Jadi kekayaan pak Edwan adalah milik anak dan istri beliau.


Pak Edwan hanya mau memberikan mahar pernikahan berupa seperangkat alat shalat dan sebuah kitab suci Alquran saja. Kalau soal pesta pernikahan cukup mengadakan doa selamat dengan mengundang beberapa warga desa sini. Setelah menikah pak Edwan tidak mampu membeli rumah jadi nenek Rabi tetap tinggal dirumah ini. Nanti pak Edwanlah yang akan berkunjung kemari. Bagaimana, silakan. pikirkan dan rundingkan, " ujar pak kades.


Terkejut, sudah pasti aku sangat terkejut. Kalau hanya mendapatkan seperangkat alat solat, untuk apa aku bersusah payah menyusun rencana agar Edwan mau menikahi aku.


Bahkan aku sampai rela berhutang demi bisa membayar preman untuk mencelakai Elena dan suaminya yang aku prediksi akan menjadi penghalang pernikahanku dengan Edwan . Namun kembali lagi, manusia hanya bisa berencana, Tuhanlah yang menentukan. Serangan preman yang aku bayar mahal ternyata gagal dalam tugas, bahkan kini mereka mendekam dibalik dinginnya tembok penjara.

__ADS_1


******


__ADS_2