Menikahi Pria Bangkrut Dan Arogan

Menikahi Pria Bangkrut Dan Arogan
53. Bertemu Mantan


__ADS_3

Sepertinya Leha sangat terkejut mendengar jawaban ketus suamiku, apalagi saat suamiku merangkulku seolah-olah memberitahu kalau aku dalam kondisi sehat wal afiat.


"Ayo cepat siapkan makanan kami pelayan. jangan sampai kami kecewa dan bilang pada atasanmu kalau pelayanan direstoran ini begitu buruk, " ujar kak Anggara setengah berteriak hingga beberapa pengunjung yang lain menyoroti tempat kami duduk.


"Pak Anggara ternyata berbeda yah, di kasih makanan lezat bukannya langsung santap, ini malah kelihatan kesal sekali ," komentar pak Sentul.


Sedikitpun ucapan pak Sentul tak lantas membuat urat-urat diwajah suamiku mengendur, wajahnya tetap terlihat tegang dengan rahang yang keras. Melihat dia dalam kondisi seperti ini, hatiku yang semula sempat terbakar cemburu berubah menjadi terharu. Ku usap lalu kubelai lengan suamiku dengan penuh rasa cinta, seraya berbisik.


"Aku semakin jatuh cinta pada kakak, ternyata benar kata orang, suamiku memang luar biasa"


Mendengar rayuan manis yang aku ucapkan dengan tulus, urat-urat yang tegang diwajah suamiku mulai rileks kembali, seberkas senyum tipis terbit dari bibirnya yang selalu aku dambakan.


Tidak kurang dari lima belas menit kemudian, datanglah beberapa orang waitress membawa beberapa hidangan yang kami pesan. Sementara dibelakang mereka seorang wanita setengah baya dengan penampilan yang sangat anggun dan tersenyum kearah kami. Dia adalah tante Watiyem yang sedang membawa setoples rempeyek udang yang merupakan pemilik restoran ini.


"Elena.... tante seneng banget lihat kamu akhirnya sehat, selamat ya atas kesembuhanmu. Semoga kamu dan bayimu selalu sehat. Kasian suamimu kalau kamu sakit, apalagi kalau sampai tidak selamat, tidak akan ada wanita yang mampu menggantikan posisimu dihatinya.


Anggara itu sudah seperti anak tante lho, makanya tante selalu berdoa untuk kesembuhanmu demi kebahagiaan Anggara," ucap tante Wat dengan berapi-api sembari memelukku, kemudian mengusap perutku beberapa kali.


Setelah kami berpelukan, tante Wat menyalami suamiku dan menepuk-nepuk bahunya beberapa kali dengan penuh rasa bahagia.

__ADS_1


Selanjutnya pandangan tante Watiyem beralih kearah pak Sentul. Beberapa saat mereka saling tatap, pandangan mereka saling mengunci.


"Kang Sentul, ini kang Sentul Bukan? "


Ucapan tante Watiyem membuat pak Sentul yang dari tadi memperhatikan tante Wat dari atas kepala sampai ujung kaki menjadi gugup dan salah tingkah.


"Iya... Wat...aku Sentul, kekasihmu dulu, bagaimana kabarmu sekarang, apa hidupmu bahagia," tanya pak Sentul, ,dengan suara terbata-bata menahan rasa gugup dan bahagia, lelaki itu terus menatap tante Wat dengan perasaan yang aku tidak dapat mengartikan. Menurut suamiku mantan kekasihnya yang masih dia cintai bernama Watiyem. Namun suamiku masih ragu apakah Watiyem yang pak Sentul maksud adalah Watiyem pemilik restoran ini. Tapi kalau melihat bagaimana pertemuan mereka yang terlihat sama-sama canggung, aku dapat menyimpulkan kalau Watiyem mantan kekasihnya pak Sentul adalah Watiyem yang ada di hadapanku ini.


"Tentu saja aku sangat bahagia, kamu tahu enggak. Sebulan setelah pernikahanmu dengan Tuti aku dilamar oleh pak Sudarmawan, waktu itu dia adalah juragan jengkol paling laris dikampungnya. Karena selain harganya lebih murah mas Sudarmawan juga selalu ramah pada pembeli bahkan dia mempunyai paras tampan dan rupawan.


Aku langsung jatuh cinta pada pandangan pertama lho kang. Dari dialah aku diajari bagaimana cara berbisnis hingga aku berhasil membangun restoran ini. Kamu tahu enggak mas, semua ini aku mulai dari nol. Kalau suamiku sekarang sudah jadi pengusaha, cabang restorannya ada dimana-mana. Hampir disetiap restorannya menyediakan menu jengkol lho, kapan-kapan kamu ajak anak dan istrimu makan direstoran jengkol Sudarmawan, kalian pasti bakalan ketagian ingin lagi dan lagi, " ujar tante Watiyem menceritakan kisah hidupnya dengan sangat antusias.


"Oh... ya, bagaimana kabar istrimu, sudah punya anak berapa kalian, kalau anakku ada empat, dua masih SD dan dua sudah SMP. Kami pasangan banyak anak, maklum kami terlalu bersemangat buatnya, he... he... "


Tante Watiyem terkekeh, raut wajahnya terlihat sangat bahagia berbanding terbalik dengan pak Sentul yang lebih banyak diam, sepertinya dia sedang bingung apa yang harus dikatakan. Dari tadi dia terlihat menghela nafas panjang beberapa kali.


"Anakku ada dua, Sentiana kelas tiga SMP dan Sentiano kelas satu SMP," jawab pak Sentul singkat, kemudian dia terdiam lagi.


"Ternyata kamu masih seperti yang dulu ya kang, tidak banyak ide, memberi nama anak hanya mengikuti namamu saja, Sentana, Sentiano, nanti kalau punya anak lagi Sentiogo, Sentiani, Sentianu, " kembali tante Watiyem tertawa riang.

__ADS_1


"Aku tidak menyangka hidupmu sukses dan bahagia ya Wat, padahal dulu kita berharap bisa hidup bersama dan sukses, tapi itu semua ternyata hanya harapan semata, " pak Sentul tersenyum kecut, pandangannya kosong dan lurus kedepan.


"Jangan bicara seperti itu kang, Tuhan sudah menakdirkan yang terbaik untuk kita. Hubungan kita tidak bisa lanjut sampai kepernikahan itu adalah yang terbaik bagi kita semua. Memang dulu aku sempat patah hati dan berprasangka buruk pada Tuhan, namun setelah pertemuanku dengan mas Sudar, aku baru tahu, kalau Tuhan mempunyai rencana lain yang sangat indah.


Mulai saat itu, aku tak lagi meratapi dan berprasangka buruk atas apapun ujian dari Tuhan. Karena dengan adanya ujian dariNya, kita menjadi semakin kuat, dari situ pula kita banyak belajar bagaimana mensyukuri karunia Tuhan," Ujar tante Watiyem.


Karena pengunjung semakin banyak, tante Watiyem pun pamit masuk kedalam untuk melanjutkan pekerjaannya. kebetulan aku dan kak Anggara sudah selesai makan. Sedangkan pak Sentul hanya menghabiskan setengah porsi saja. Mungkin masalah yang sedang dihadapi membuatnya tak berselera makan atau pertemuannya dengan mantan pacar yang membuatnya bad mood.


"Pak Sentul, anak buah saya sudah menemukan istri bapak, dia sekarang mengontrak sebuah rumah. Tapi masih diselidiki, apakah mengontraknya sendirian saja atau sama mantan pacar yang sekarang menjalin hubungan terlarang dengannya," ujar suamiku setelah membuka beberapa pesan dari aplikasi hijau.


Nih anak buah saya sudah share lokasinya, rencana pak Sentul bagaimana?"


Mendengar pertanyaan pak Anggara pak Sentul terlihat bingung, sepertinya pertemuannya dengan tante Watiyem semakin membuat fikirannya semakin ruwet.


"Oh...ya, tante Watiyem tadi mantan pacar bapak yang membuat bapak gagal move on dan membuat bapak tidak bisa mencintai istri bapak sampai sekarang kan?"


Pak Sentul langsung mengangguk, dia menunduk, matanya terlihat berkaca-kaca. Aku tidak tahu apa yang dia rasakan saat ini. Yang aku lihat dia sepertinya sangat sedih.


"Bagaimana perasaan bapak setelah bertemu dengan wanita yang selama ini bapak cintai, setelah melihat dia begitu bahagia hidup dengan pasangannya, apa bapak akan terus memberikan cinta bapak untuknya?" tanya suamiku.

__ADS_1


*******


__ADS_2