Mentari Tanpa Sinar

Mentari Tanpa Sinar
Telat


__ADS_3

"Mas...baru pulang?" tanya Mentari saat melihat Aris baru masuk ke dalam kamar mereka


"Kalau baru kelihatan ya jelas baru pulang lah, pertanyaan mu tidak berbobot" gerutu Aris


"Aku bertanya mas,mau di buatkan kopi?"


"Tidak!! aku mau langsung mandi" jawab Aris segera ke kamar mandi


Mentari memunguti pakaian kotor Aris dan sedikit mencium bau parfum yang menempel di pakaian suaminya ini,bukan bau parfum yang biasa Aris pakai dan juga bukan bau Parfum yang biasa dia pakai.


"Sedikit berbeda" batin Mentari tapi dia berusaha berpikir positif kalau suaminya seorang tukang ojek online sudah pasti banyak parfum yang menempel di baju nya.


"Mas kenapa tadi tidak bisa menjemput ku?"tanya Mentari saat mereka hendak tidur


"Kamu semakin bawel ya sekarang Tari,kamu tau kan kalau suami mu ini tukang ojek bukan bos kantoran yang pulang pergi seenaknya" gerutu Aris


"Mas biasa saja jawab nya jangan ngegas gitu kenapa"


"Bukan begitu kamu yang memancing ku emosi,suami pulang bukan nya di suruh istirahat malah di tanya yang nggak penting"


Mentari hanya diam saja dia malam berdebat dengan Aris saat ini.


****


"Jadi kapan mereka jadi main ke sini Ris?" tanya ibu Aris tidak sabar

__ADS_1


"Mungkin hari ini bu"


"Wahhh harus masak banyak dong hari ini,yang enak-enak" celetuk Inayah


"Nggak usah masak,Danu bilang nanti Brama yang akan beli roti di toko langganan nya"


"Ibu jadi nggak sabar buat ketemu Brama dan Nita,kamu Inayah berdadan secantik mungkin siapa tau Brama tertarik pada mu dan kalian bisa menikah" khayalan ibu Aris


Mentari melirik ibu mertua dan ipar nya bergantian.


"Tari sebelum berangkat kerja kamu bersihkan dulu halaman depan dan ruang tamu jangan ada satu debu pun yang menempel malu nanti sama teman-teman Aris"


"Tapi bu-"


"Jangan tapi-tapian ini tamu penting untuk Aris suami kamu" potong ibu Aris


"Kenapa jadi aku mbak,aku nggak bisa aku harus ke salon hari ini biar kelihatan cantik,iya kan bu?"


"Iya...kamu saja Tari,Laila juga tidak bisa nanti dia ada arisan di kantor suaminya"


"Mas..." panggil Mentari meminta pertolongan tapi Aris seolah acuh pada istrinya ini


Mau tak mau Mentari harus membersihkan rumah terlebih dahulu sebelum berangkat bekerja.


****

__ADS_1


"Ini sudah jam berapa Tari?" marah sang atasan


"Maaf pak tadi sa-ya ada keperluan mendadak"' jawab Mentari tertunduk


"Saya perhatikan akhir-akhir ini kamu tidak bersemangat lagi bekerja, kamu sering ketiduran saat jam kerja,apa kamu sudah bosan bekerja di sini? jika iya katakan biar saya bisa mencari karyawan lain!" bentak sang atasan


"Sekali lagi saya minta maaf pak, sa-ya tidak akan mengulangi nya"


"Saya beri kamu kesempatan satu kali lagi jika cara kerja mu masih begini dengan berat hati saya harus memecat kamu"


Mentari terdiam dan menunduk kan kepalanya lalu keluar dari ruangan bos nya itu.


Rasa lelah yang membuat Mentari sering tertidur saat bekerja karena dia tidur di saat semua anggota keluarga Aris sudah tertidur dan bangun di saat semua masih tertidur lelap.


"Kamu sakit Tar?" tanya Nina


"Aku perhatikan akhir-akhir ini kamu nggak semangat,apa kamu lagi isi?" timpal Aisah


"Baru seminggu yang lalu aku datang bulan, nggak mungkin langsung isi lah" jawab Mentari pelan,lagi pula dia dan Aris berhubungan bisa di hitung pakai jari saat ini.


"Kenapa nggak semangat gitu?"


"Lelah!" jawab Mentari singkat


"Makanya Tar jangan tiap malam begadang nya,jadi nya telat kan" goda Nina tapi hanya di jawab senyuman tipis dari Mentari

__ADS_1


Mentari tak ingin bercerita tentang rumah tangga nya pada siapa pun karena dia merasa ini adalah aib suami nya.


"Yuuk kerja nanti malah pak bos marah lagi" ajak Mentari


__ADS_2