
"Bu...boleh Aku bantu" ujar Mentari yang melihat Bu Mina sedang memasak
"Boleh,,sini Tar"
"Kenapa masak banyak sekali bu?" tanya Mentari heran
"Tadi anak ibu telpon dia bilang ada teman nya yang mau datang, kumpul gitu di sini Tar jadi ya ibu masak banyak" jelas bu Mina,Mentari terus mengaduk masakan nya sambil mengangguk kan kepala
"Anak ibu itu jarang-jarang kumpul sama teman-teman nya Tar,asik cari uang terus padahal usia nya sudah hampir kepala tiga,kadang ibu pusing bilangin supaya cepat nikah"cerita Bu Mina
"Nanti juga bakalan nikah bu, mungkin belum ketemu jodoh yang pas"
"Semoga ya Tar,ibu nggak banyak milih kok,kalau memang berjodoh sama anak kost di sini ibu juga oke-oke aja, asalkan mereka sama-sama suka" ucap Bu Mina terkekeh kecil
Bu Mina orang nya asik, bawaan nya selalu happy seperti tidak ada beban hidup mungkin karena uang nya banyak pikir Mentari. di
****
"Bram,ayo lah nak kamu dan Jenny sudah bertunangan apa salah nya kamu menemani nya Bram"
"Ma aku bertunangan juga atas dasar kemauan papa bukan diriku ma,aku saat ini sedang memperjuangkan cinta ku ma" tekan Bram
"Bram...kamu sudah bertunangan nak,jangan buat papa marah"
"Tapi aku tak mencintai Jenny ma"
"Kenapa kamu tidak bicara dari awal kalau kamu sudah memiliki pilihan sendiri!!"
"Cerita nya panjang ma, sudah lah aku tidak ingin berdebat dengan mama" elak Bram lalu hendak pergi tapi di tahan oleh bu Azizah
__ADS_1
"Bram,tolong temui Jenny jangan buat papa dan mama malu Bram" pinta bu Azizah lembut membuat Bram mau tak mau mengikuti kemauan mama nya ini.
****
Beberapa hari ini Bram berusaha mencari Mentri,tak ada petunjuk yang Bram punya dia hanya mengitari kota berharap bisa bertemu perempuan masa kecil nya itu.
"Di mana kamu Mala" gumam nya pelan
Bram sudah mencoba mengorek dari Danu tentang Aris dan Mentari karena Danu bertetangga dengan Aris.
Danu bercerita malam penangkapan Aris dan Nita hingga Mentari pergi dari rumah karena di talak Aris tapi Danu tidak tau kemana pergi nya Mentari,Brama pun tak bisa mencari informasi lebih lagi karena takut Aris dan teman-teman nya curiga.
****
Mentari membantu Bu Mina menyiapkan semua makanan di atas Meja.
"Wah makan enak ya bu" celetuk Salvina yang baru datang
"Padahal gue baru mau makan Tar, rupanya bukan buat kita"
"Buay kalian ada di sisihkan di belakang,jangan takut kelaparan kalau tinggal di sini" sahut Bu Mina yang baru datang membawa piring
"Masakan siapa bu?" tanya Salvina
"Masakan Mentari,kalau berhasil dan banyak yang memuji kami mau buka resto" jawab Bu Mina sambil tersenyum kecil
"Amiinnn...."
"Ibu bisa saja bercanda nya"
__ADS_1
"Omongan itu do'a loe tar,di amin kan saja siapa tau kamu jadi bos pemilik Resto terbesar di Jakarta" ucap Salvina
"Iya...amiin...amiin...tapi kaya' nya susah deh kak,buat makan sehari-hari aja numpang sama ibu,mana bisa buka resto"
"Mana tau dapat Duren"
"Duren!!! apa hubungannya kak?" tanya Mentari bingung
"Duda keren!!!" bisik Salvina lalu tertawa sambil berlalu ke kamar nya
"Bu aku mandi dulu ya,bau bawang" ucap Mentari menciumi tubuh nya sendiri sambil tertawa
"Iya,buruan ya...nanti bantu ibu lagi,siapa tau temen nya Arkan banyak nanti ibu malah kewalahan"
"Iya bu" sahut Mentari langsung pergi
***
"Nit jangan terus-terusan pesan makanan, boros Nit" ujar Aris mengingat kan karena dari pagi Nita pesan makanan siap saji di beberapa restoran
"Ris bagaimana aku punya tenaga untuk melayani mu jika aku tidak makan"
"Disini kan ada dapur Nit,kamu bisa masak setidaknya telur dadar atau supermi"
"Mana bisa aku makan seperti itu Ris, meskipun aku ini nak kost dulunya tapi aku tidak pernah hidup pas-pasan,kalau tidak ayah dan ibu yang mengirim ya aku dapat jatah dari pacar-pacar ku" jawab Nita santai membuat Aris menghela nafas berat, memang dari mereka melakukan nya Aris sudah merasa kan Nita tidak perawan lagi berbeda dengan Mentari tapi Aris tidak bisa menuntut banyak karena dirinya pun tidak perjaka lagi.
"Nit, kita harus hidup hemat Nit"
"Ris,aku bekerja dan kamu bekerja kenapa kita harus hidup hemat nikmati saja semua yang sudah tuhan berikan pada kita" jawab Nita Ketus membuat Aris menggeleng kan kepala nya, pemikiran Nita jauh dari Mentari yang memang lebih hemat, bahkan Mentari rela memakai uang nya untuk kebutuhan rumah di saat Aris sepi orderan mengojek.
__ADS_1
"Sudah lah Ris, jangan terlalu banyak mengatur toh aku selalu melayani kamu di saat kamu mau" ucap Nita lagi.
Aris yang malas berdebat justru pergi meninggalkan Nita yang sedang asik memakan ayam goreng pesanan nya.