
"Sebenarnya dalam hal ini tidak perlu ada persidangan jika pak Harja menyerah kan milik Mentari sesuai dengan kesepakatan yang sudah ada,toh selama ini dia sudah mengelola nya dan menikmati nya sampai Mentari berusaha sekarang,dan ini sudah lebih berapa tahun dari yang sudah di tetapkan di surat kuasa" jelas pak Retno
"Saya pikir juga begitu om,tapi saat ini Arga juga ingin menuntut pak Harja karena sudah menukar kan dirinya dengan bayi yang sudah mati,pak Harja menculiknya dan masih banyak lagi kejahatan Harja yang lain membuat dia harus mendekam di penjara" jelas Bram
"Itu bisa jadi tindakan Kriminal Bram"
"Dan selama ini dia menempatkan Mentari di panti asuhan om, tidak sesuai dengan apa yang dia katakan kalau Mentari di luar negeri untuk sekolah" sahut Arga geram dengan semua ulah Harja
"Aku ingin dia dihukum atas perbuatannya" lanjut Arga lagi
"Semua bukti sudah kami persiapkan om,dan untuk penyekapan Arga juga harus di tuntut" ucap Bram
"Baiklah semua nya akan saya ajukan ke pengadilan, secepat nya pak Harja akan jadi tersangka dan untuk harta kalian akan segera kalian dapat kan kembali" janji pak Retno,dulu pak Retno adalah pengacara keluarga Papa Mentari.
"Saya minta secepatnya om sebelum mereka melarikan diri" pinta Arga dan di anggukki Retno pelan
__ADS_1
****
Perasaan sedikit lega di hati Mentari karena sudah ada titik temu dan Harja akan di hukum seberat-beratnya karena sudah memberikan keterangan palsu untuk keberadaan Mentari selama ini,Arga juga sudah mendatangi rumah sakit di mana dia di lahir kan dan hasil tes DNA dia dan Mentari yang menyatakan mereka kakak adik kandung.
Mia tidak terima dengan semua ini, orang suruhan nya sudah berhenti mencari Mentari karena tidak di bayar lagi, semua fasilitas mereka di blokir oleh pihak bank,hal ini juga membuat Jenny syock dia ingin menghabiskan waktu nya dengan liburan karena patah hati tapi tidak ada satu pun kartu yang bisa di pergunakan nya.
"Aaakkkkk...." pekik Mia yang tiap hari hanya menangis memikirkan nasib mereka selanjutnya.
"Aku tidak ingin di penjara pa,ini semua tanggung jawab mu"
"Tapi kamu yang menjalankan nya"
"Kamu pikir aku juga mau di penjara?" kesal Harja, karena mengikuti semua kemauan istri nya hidup nya jadi begini,dan kini mereka saling menyalahkan
****
__ADS_1
"Semoga semua nya cepat selesai ya kak" ujar Mentari yang tengah berada di pangkuan Bram
" Aku juga berharap demikian sayang,jika Arga ingin menikah dengan Veni aku harap bisa secepatnya nya juga agar aku bisa menyusul menikahi mu" sahut Bram sambil memainkan rambut Lurus Mentari
Sepasang kekasih ini bisa bermesraan karena Arga saat ini tengah berada di rumah Veni,tadi nya Arga ingin mengajak Bram ikut serta setelah mereka pulang dari rumah Retno tapi Bram memiliki alasan jika dia harus menemui pengacara nya satu lagi dan akhirnya Arga pergi sendiri.
Bram memang berniat bertemu pengacara nya untuk konsultasi masalah Mentari tapi beliau sedang berada di luar kota membuat Bram kembali ke apartemen,dia melihat Mentari yang sedang menonton televisi sendiri membuat nya rindu akan dekapan hangat sang kekasih,sejak kehadiran Arga hampir bisa di bilang mereka tidak pernah bermesraan lagi.
"Sayang setelah menikah aku akan mengenalkan kamu langsung di perusahaan sebagai nyonya Brama"
"Apa kamu tidak malu menikahi janda kak"? tanya Mentari serius
"Kenapa harus malu, status mu saja yang janda sayang tapi semua asetmu sudah kembali perawan" jawab Bram terkekeh kecil,memang benar selama bersama Bram, Mentari selalu rutin perawatan bahkan Bram selalu menemani calon istri nya ini.
"Terima kasih kamu sudah hadir dalam hidup ku kak" ujar Mentari semakin mengeratkan pelukannya
__ADS_1