Mentari Tanpa Sinar

Mentari Tanpa Sinar
End


__ADS_3

Sebulan kemudian...


"Gimana sayang?" tanya Bram antusias


"Kalau belum gimana kak?" tanya Mentari pelan


"Ya nggak papa kita coba lagi yang jelas kamu jangan sedih,kakak akan selalu ada buat kamu" jawab Bram menarik Mentari ke dalam pelukan nya


"Tapi gimana mama?"


"Mama pasti ngerti lah, yang penting terus usaha jangan patah semangat" bujuk Bram mencium kening Mentari


"Kak...." panggil Mentari lirih


"Hmmm...."


"Aku hamil" bisik nya mesra membuat Bram terdiam


"Kali ini garis nya dua kak" lanjut Mentari membuat Bram mengerutkan keningnya


"Iya....ada dua,nih lihat" ujar Mentari memperlihatkan tespek yang dia pegang


"Yang benar sayang??" tanya Bram terkejut

__ADS_1


"Hmmmm..kamu akan jadi Daddy" jawab nya lembut


"Alhamdulillah....... terima kasih sayang" pekik Bram bahagia sambil mencium wajah Mentari bergantian.


Bram mencari ponsel nya untuk mengabarkan pada sang mama kalau Mentari sudah hamil pasti mama nya akan senang.


"Alhamdulillah sayang,mama turut bahagia,bilang sama Mentari jangan capek-capek ya! nggak boleh bawa barang berat terus juga makanan nya harus bergizi,nanti mama kirim kan susu hamil ke sana, Mentari jangan keluar rumah dulu" ujar sang mama memberikan wejangan dari sebrang sana.


"Kamu jangan terus mengerjai Mentari Bram,nanti mama kirim satu Art mama untuk menjaga Mentari di sana,jadi kalau butuh apa-apa bisa langsung bilang,bik Sum khusus untuk rumah aja biar nggak kerepotan dan apapun permintaan Mentari langsung di berikan jangan sampai cucu mama ileran" lanjut Bu Azizah membuat Mentari dan Bram geli sendiri dengan sang mama.


"Iya ma, semua nya akan aku laksanakan" jawab Bram


"Satu lagi,nanti pilih dokter kandungan yang terbaik ya"


"Ya sudah kalau begitu aku tutup ya ma"


***


"Selamat Bro atas kehamilan Mentari" ucap Joe


Malam ini mereka berkumpul di tempat biasanya.


"Waah udah mau jadi bapak aja nih Bram, selamat ya" Ujar Danu yang baru datang

__ADS_1


Bram memang sengaja menampilkan foto tespek di status Wa nya agar semua nya tau kalau dirinya sedang bahagia saat ini.


"Sekali lagi selamat ya"


"Makasih bro,gue bahagia banget" aku Bram


"Selamat" ucap Aris yang baru datang membuat semua nya terkejut,tadi memang Danu memberitahu kalau akan kumpul tapi tidak menyangka Aris mau datang ikut bergabung.


"Ris...."


"Hmmm... selamat dengan kehamilan Mentari,gue harap loe bisa menjadi suami yang baik untuk Mentari" ujar Aris tulus


Dari semalam Aris berpikir dia memang harus merelakan Mentari untuk Bram karena percuma saja menyimpan perasaan toh Mentari tak akan bisa dia raih lagi, untuk merebut Mentari adalah hal yang mustahil apalagi melihat Bram menggugah foto tespek sudah pasti Mentari hamil,Dia harus berbesar hati menerima kenyataan ini.


Bram segera bangkit dan memeluk tubuh sahabat nya ini membuat Danu dan Joe tersenyum manis, persahabatan yang sudah lama terjalin sempat renggang dan kini mulai membaik kembali.


"Jaga dia Bram,dia perempuan baik" ucap Aris dan di anggukki Bram dengan tersenyum manis..


Selesai sudah persoalan mereka dan Bram berharap rumah tangga nya bersama Mentari akan baik-baik saja setelah ini.


Terima kasih atas perhatian dan dukungan nya, mampir di cerita ku yang lain nya.


Ambil sisi positifnya dari cerita ini ya, untuk peran jahat hanya pendukung dalam suatu cerita dan jangan di tiru.

__ADS_1


***Tamat****


__ADS_2