
Aris sudah bersiap rapi karena ini hari pertama nya masuk ke kantor dia tak ingin telat, apalagi dia sudah janji untuk menjemput Nita.
"Aku berangkat Tari" ujar Aris
"Mas sarapan nya-"
"Nanti saja di kantor" pekik Aris sambil berlalu pergi
Mentari menghela nafas panjang, lagi-lagi dia harus berangkat sendiri ke tempat kerjanya, menunggu angkot akan membuatnya terlambat.
****
Mentari banyak bengong siang ini,dia memikirkan semalam ntah jam berapa Aris pulang dari rumah si Nita itu.
"Tar....Tari" panggil Aisah tapi tak terdengar oleh Mentari,dia masih melamun
"Mentari" ujar Nina menepuk pundak Mentari
"He....iya,kenapa Nin" jawab Mentari linglung
__ADS_1
"Di panggil Aisah"
"Iya kenapa Sah?" tanya Mentari
"Di panggil pak bos"
"Aku!!!" tunjuk Mentari pada dirinya
"Iya kamu Tar"
Mentari berjalan pelan ke arah ruangan bos nya.
"Mohon maaf karena adanya pengurangan karyawan kamu saya pecat,dan ini pesangon nya" tanpa basa-basi sang atasan memberikan amplop berwarna putih itu membuat Menari tercengang, tidak ada angin tidak ada hujan dia di pecat dari pekerjaan nya, apa-apa an ini!!! pikir Mentari kenapa takdir seolah mempermainkan nya di saat Aris bekerja di kantoran justru dia yang dipecat.
"Hanya pengurangan karyawan Tari karena omset menurun dan kamu salah satu karyawan yang saat ini termasuk dalam katagori yang malas di jam kerja,kamu lebih banyak bengong nya dari pada bekerja,bukan saya tidak kasihan atau simpati pada kamu tapi saya juga membutuhkan pegawai yang di disiplin kamu terkadang masuk sering telat" jelas sang atasan panjang lebar membuat Mentari menyadari kesalahannya akhir-akhir ini, semua yang di katakan sang atasan benar,dia sering datang terlambat karena sang mertua yang banyak memerintahkan nya sebelum bekerja,dan dia banyak bengong karena memikirkan hidup nya, sedangkan dia kelelahan karena sudah lelah dulu bekerja do rumah.
"Apa tidak ada kesempatan pak?" tanya Mentari
"Tidak ada Tari"
__ADS_1
"Baik pak" jawab Mentari tak ingin membantah lagi,Di ambil nya amplop pesangon lalu segera pergi
"Kenapa menangis Tar?" tanya Aisah
"Kamu di apain si bos?" tanya Nina pula
"Ak-u- di pecat Nin" jawab Tari pelan
Nina memeluk tubuh Mentari, sahabat yang sudah lama dia kenal ini, memang Nina sedikit curiga setelah menikah Mentari lebih terlihat kurus dan seperti nya tidak ceria,tapi setiap di tanya Mentari tak mau menjawab,dia bilang hanya kurang tidur.
"Aku pulang dulu ya" ujar Mentari menyalami satu persatu teman seperjuangan nya ini,berat rasanya meninggalkan pekerjaan ini, apalagi untuk saat ini sangat sulit mencari pekerjaan.
"Sering-seringlah main ke sini Tar, pasti kami akan merindukan mu" ucap Aisah yang juga ikut menangis karena harus kehilangan sahabat nya ini.
Mentari mengangguk pelan lalu segera pergi.
"Apa langkah ku selanjutnya ya" batin Mentari sambil memegang amplop putih itu,dia bingung apa yang harus dia lakukan setelah ini.
Mentari menghapus air mata nya sambil terus berjalan.
__ADS_1
"Mala" pekik seseorang dari seberang sana membuat Mentari tersentak kaget dan langkah nya berhenti.
Di lihat nya lelaki berperawakan tinggi mendekat pada nya,Mentari memicingkan matanya sejenak melihat lelaki itu terus mendekat.