Mentari Tanpa Sinar

Mentari Tanpa Sinar
Suasana panti


__ADS_3

"Kalian sudah menikah?" tanya Danu terkejut karena Nita memamerkan cincin yang baru tadi siang dibelikan Aris untuk nya.


"Wah.... selamat ya" ujar Joe


Danu menatap Aris lekat,dia tau kalau Aris sudah menikah tapi kenapa bisa menikah lagi dengan Nita.


"Siapa yang menikah?" tanya Bram baru datang


"Sorry telat kerjaan numpuk" lanjut nya


"Cie.... yang sudah tunangan" goda Joe yang memang tau tentang pertunangan Bram dan Jenny kemarin


"Kamu tunangan Bram,nggak ngasih kabar" sahut Danu


"Kemarin di Jakarta" jawab Bram dingin


"Pantas saja kemarin pak bos nggak masuk rupanya tunangan,wah banyak yang patah hati nih" celetuk Nita


"Jadi siapa yang menikah?"tanya Bram lagi


"Tuh mereka berdua" tunjuk Lia dengan bibirnya


"Aris!!!! kamu nikah sama Nita?" tanya Brama terkejut dan di anggukki Nita malu-malu

__ADS_1


"Aku ke toilet sebentar" pamit Bram


Bram berlari ke arah parkiran mobil lewat belakang kafe,dia menghela nafas panjang Aris dan Nita menikah lalu bagaimana nasib Mentari pikir nya.


Bram segera memacukan mobil nya kearah rumah Aris dia ingin tau keadaan Mentari,tapi bagaimana cara nya,jika dia bertanya langsung sudah pasti keluarga Aris akan curiga.


Tiba-tiba Bram turun dari mobil dan menanyakan pada warga tentang pernikahan Aris..


Bram masuk kembali kedalam mobil lalu memukul stir mobil nya, kenapa dia buru-buru menerima perjodohan dari papa nya kalau tau kejadian nya akan begini.


****


"Kamu dari kampung ya?" tanya salah satu anak kost pada Mentari


Ternyata masih ada orang baik di dunia ini pikir Mentari.


"Ibu Mina ini punya anak lelaki ganteng loe Tari" ujar Salah satu penghuni kost


Saat ini mereka sedang sarapan di meja makan,bu Mina memiliki kebiasaan jika sarapan semua penghuni kost di ajak,rumah bu Mina cukup besar,dia memiliki kost-kostan 10 pintu tapi semua di huni perempuan karena bisa untuk menemani nya.


Bu Mina kesepian karena anak lelakinya Kristan sering pulang larut malam,di bekerja sebagai kepala di salah satu Bank Swasta, sedangkan suami bu Mina sudah lama meninggal,Kristan anak satu-satunya bu Mina.


"Belum menikah" bisik anak kost lain nya sambil tertawa kecil

__ADS_1


Bu Mina hanya menggeleng kan kepala nya melihat tingkah anak kost nya itu.


"Sayang nya susah senyum padahal ganteng banget,kalau kamu lihat pasti langsung klepek-klepek tapi nggak usah di lihat deh ntar naksir terus jadi saingan kita" ucap Salvina anak kost yang bisa di bilang paling montok di sana.


"Nggak usah di dengar Tar, mereka genit semua" ucap Bu Mina tersenyum kecil


"Jadi apa langkah kamu selanjutnya Tar?"


"Rencana nya masih mau cari paman saya dulu sembari cari kerja,takut nya malah nggak bisa makan nanti di sini' jawab Mentari


"Kalau soal makan jangan khawatir bu Mina masih mampu kok kasih kita makan,iya kan bu" celetuk Dinda dan diangguki Bu Mina


"Gratisan terus kan nggak enak juga kak" jawab Mentari


Suasana rumah bu Minah serasa di pantai,ramai dan happy seketika Mentari mengingat panti asuhan nya dan bayangan Bram.


"Nanti aku bantu tanya-tanya siapa tau ada yang kenal dengan pak Harja" ucap Salvina


"Makasih kak"


"Kamu jangan banyak pikiran yang penting urus surat perceraian mu dan si brengsek Aris itu,siapa tau kamu malah ketemu jodoh di sini,Duda kaya atau pun istri kedua " canda Dinda


"Amit-amit...jangan mau jadi yang kedua Tar,nggak enak berbagi " jawab Anak kost lain nya...

__ADS_1


Suasana yang menghangat membuat hati Mentari sedikit tenang, kesedihan nya berpisah dengan Aris bisa sedikit hilang meskipun rasa sakit itu masih membekas.


__ADS_2