Mentari Tanpa Sinar

Mentari Tanpa Sinar
Talak


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Mentari bangun tapi tidak melihat sosok Aris di samping nya, tidak mungkin Aris pergi bekerja sepagi ini,atau jangan-jangan tidak pulang.


Mentari keluar dari kamar lalu segera membersihkan rumah dan membuat sarapan pagi untuk anggota keluarga.


"Bu...mas Aris nggak pulang semalam?" tanya Mentari


"Apa dia tidak menghubungi mu?" tanya balik sang Mertua di jawab gelengan oleh Mentari


"Kamu kenapa belum bersiap nggak kerja?" tanya Ibu Aris lagi


"Saya,, sa-ya di pecat bu" jawab Mentari pelan


"Tari....Tari....kamu menantu yang tidak berguna ya,dari kerjaan di pecat! di rumah juga bikin pusing,jadi beban Aris saja kamu"


Mentari hanya tertunduk mendengar ocehan sang mertua.


"Bagaimana kalian bisa beli rumah kalau kamu saja pemalas begini, untung saja Aris sekarang bekerja di kantoran kalau masih jadi ojek online pasti sudah bikin susah saya saja"


Mentari hanya bisa menghela nafas panjang,ingin melawan tapi dia tidak memiliki kekuatan untuk itu,dia memang menumpang.


Selesai membersihkan rumah Mentari keluar untuk mencari sayuran di warung.


"Si Aris yang tukang ojek itu?"


"Iya bu yayu"


"Bukan nya dia punya istri ya, kasihan istri nya ya kalau memang benar dia nikah lagi semalam"

__ADS_1


"Bagaimana nggak nikah bu, orang dia di tangkap warga lagi ***-*** ya langsung nikah lah" ujar pemilik warung


"Kata ibu nya sekarang dia sudah nggak ngojek lagi kerja nya di kantoran bu jadi ya bisa saja ngasih belanja dua istri"


"Kalau saya jadi istri nya mending minta cerai dari pada celup sana sini"


"Sttt.....diam bu itu istri nya datang" ujar salah seorang warga tapi Mentari sudah mendengar semua ucapan para warga.


Mentari yang tadi nya ingin belanja malah membalikkan tubuhnya yang terasa bergetar mendengar ucapan para warga.


****


"Mana sayur nya?" tanya ibu Aris


"Bu....siapa yang menikah lagi?" tanya Mentari,ibu Aris terdiam


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam" jawab Inayah


"Kamu tanya sendiri sama suami mu, pusing saya kalau begini" ucap ibu Aris


"Astagfirulahalladzim ... kamu tega sekali, Mas,"Ucap Mentari saat melihat Aris masuk ke dalam rumah dengan menggandeng Nita di sebelah nya.


Air mata semakin deras mengalir di pipi Mentari,rasa sesak di dada nya kian parah.


"Kenapa dia Ris?" tanya Nita yang memang tidak tau

__ADS_1


"Saya istri sah nya mas Aris" tegas Mentari


“A-apa? Istri?” Nita terkaget mendengar pengakuan Mentari


"Bukankah dia itu pembantumu, Ris?” tanya Nita tak terima dengan pengakuan Mentari


Aris menarik napas panjang.


"Maafkan aku, Nita. Memang benar dia Istriku,saat kamu meninggal kan ku,aku frustasi dan memilih menikahi nya" ujar Aris sambil tertunduk di depan Nita.


Apa dia bilang menikah dengan ku karena frustasi,enak sekali dia sedang kan hutang pernikahan saja belum di ganti nya sama sekali,dan kini dia bilang karena frustasi geram Mentari.


"Sepertinya aku sudah tak sudi menjadi istri Mas Aris lagi. Aku harus mencari pekerjaan baru dan segera pergi dari sini. Sudah saatnya aku mengakhiri semua penderitaan ini" batin Mentari


Aku tidak akan menangis atas pernikahan mu ini mas tidak akan sudi"ucap nya dalam hati sambil menghapus air mata nya yang sudah terlanjur mengalir.


"Aku tidak ingin di madu mas, ceraikan aku!" ucap Mentari tegas menatap tajam wajah Aris dan Nita bergantian . “Talak aku sekarang juga, Mas!”


Sontak saja ibu mertua dan para ipar Mentari tercengang mendengar perkataannya.


"Talak saja Ris,dari pada bikin pusing" sahut Ibu Aris


"Tidak...aku tidak akan menalak nya bu"


"Ris,, apa-apa an kamu, talak saja dia, perempuan ini juga tak berguna untuk kamu,ada aku Ris" rengek Nita tapi tak di harau kan oleh Aris dia justru pergi meninggalkan semua nya.


"Mas....Talak aku!!" pekik Mentari

__ADS_1


__ADS_2