Mentari Tanpa Sinar

Mentari Tanpa Sinar
Bantuan


__ADS_3

"Nit, kita perlu bicara?" ajak Aris menarik Nita ke sudah ruangan kantor, beberapa hari ini memang Nita dan Aris jarang bertemu sejak mereka tidak serumah lagi.


"Apa lagi Ris, bukan nya kamu sudah menalak ku, ingat kita bukan suami-istri lagi,jangan macam-macam apalagi ini di kantor" ucap Nita ketus


"Iya,aku sudah menalak mu bahkan aku tak berminat kembali pada mu,aku hanya ingin bicara sebentar"


"Lalu kamu mau apa lagi?"


"Aku hanya ingin meminta bantuan mu untuk menjelaskan pada Mentari kalau kita sudah berpisah agar Mentari mau kembali pada ku lagi" pinta Aris


"Kamu kira semua perempuan bodoh Ris,kamu sudah mencampakkan nya lalu ingin kembali lagi setelah kita bercerai! aku pikir Mentari tidak akan sebodoh itu untuk mau kembali ke rumah seperti neraka itu"

__ADS_1


"Jaga ucapan mu Nit" kesal Aris


"Memang benar ada nya bukan, Rumah ibu mu seperti Neraka, semua nya sok berkuasa tanpa memikirkan perasaan orang lain,aku tidak ingin lagi ikut campur masalah mu Ris,jika kau ingin kembali pada Mentari silahkan tapi dengan cara mu sendiri bukan dengan aku" tegas Nita lalu segera pergi


"Nit.....Nita" pekik Aris tapi tak di hiraukan Nita, Semua ini di dengar dan di lihat oleh Bram karena tanpa sengaja lelaki tampan itu melewati ruangan yang Aris dan Nita masuki.


"Ternyata Aris tidak main-main ingin kembali pada Mentari" gumam Bram sambil mengepalkan tangannya


***


"Arga,dia yang memberikan semua nya pada saya"

__ADS_1


"Sial....anak pungut sialan, tidak tau di untung"


"Aku tak bisa lagi membantu mu lebih dalam, karena memang ini hak nya Mentari, bagaimana jika kamu dan Mentari bernegosiasi untuk mengembalikan separuh nya,saya rasa Mentari akan menyetujui nya toh kamu sudah banyak membantu untuk mengembangkan bisnis ini" usul pak Retno


"Tidak bisa!!! Mentari bukan siapa-siapa, lagi pula saya yakin dia hanya kembaran bukan Mentari yang sesungguhnya jadi tidak ada yang perlu di bagi"


"Tapi bukti kuat mengarah pada nya,kamu bisa Tes DNA dia terlebih dahulu jika memang tidak yakin"


"DNA, dengan siapa? Arga? jangan bercanda pak Retno saya tidak ada waktu untuk itu yang jelas itu semua milik saya"


"Pak Harja jangan terlalu maruk,nanti malah semua nya yang akan hilang,jika memang bapak keberatan saya juga keberatan membantu bapak sepenuhnya karena pada awal nya saya bukan pengacara bapak,saya hanya mencoba mencari jalan tengah nya saja agar tidak ada keluarga yang merasa di rugikan"jelas pak Retno panjang lebar

__ADS_1


"Silahkan pergi,saya bisa cari pengacara lain, pengacara yang lebih handal dari pada kamu, pengacara yang bisa memberikan seluruh nya buat saya"marah Pak Harja mengusir pak Retno dari ruangan nya


Pak Retno hanya bisa menarik sudut bibirnya kecil karena tawaran nya pada Harja tak di indahkan sama sekali,jika memang harus bertemu di meja hijau pak Retno siap, untuk uang yang di ambil nya dari Pak Harja semua itu akan dia kembalikan pada Mentari nanti.


__ADS_2