
Mentari sudah bersiap untuk menemani Bram,dia tidak ingin kekasih nya berdua saja dengan Jenny perempuan licik itu.
"Lokasi nya sudah tau kak?" tanya Mentari saat keluar dari kamar nya.
"Sudah,klub xx"
"Klub!!!"
"Kenapa harus di klub,kenapa tidak di kafe saja, perasaan ku tidak enak" ujar Mentari
"Sayang,nanti ada dua pengawal yang menemani mu di mobil kamu bisa memegang ponsel yang ini karena sudah aku sambung kan dengan kamera pengawas yang akan di bawa oleh Guntur nanti"
"Guntur,siapa Guntur?" tanya Mentari,dia tak mengenal Guntur.
"Dia adalah pengawal mu yang bertugas mengawasi dari kejauhan,dia yang akan ikut masuk ke dalam klub nanti mengawasi semua gerak-gerik melalui kamera pengintai kecil yang sudah aku koneksi kan di ponsel ini" jelas Bram
"Kamu berbakat menjadi detektif kak" puji Mentari
"Kamu harus lebih mengenali kepribadian ku lagi sayang"
"Besok juga akan ada pembantu yang menemani mu di sini sayang,aku tidak tenang jika kamu sendirian di dalam apartemen"
"Menginap?" tanya Mentari
"Tidak,dia akan pulang saat aku pulang"
Mentari menghela nafas lega karena jika menginap dia sedikit canggung secara dia dan Bram sering mengumbar kemesraan di mana saja.
"Ayo berangkat" ajak Bram menarik tangan Mentari dan merangkul nya
***
"Tunggu di sini aku masuk"
"Mana pengawal nya?" tanya Mentari
"Diluar, mereka akan berjaga di luar sayang,kamu jangan kemana-mana tunggu aku kembali" perintah Bram dan di anggukki Mentari patuh
Satu kecupan di layangkan Bram untuk kekasih nya ini,jika bukan karena kak Arga nya Mentari tak akan mengizinkan Bram bertemu Jenny, dia tau siapa Jenny perempuan licik sama seperti mama nya yang bisa menguasai om nya Harja hingga tega menyiksa keponakan nya sendiri.
Bram masuk dengan santai nya,dia melihat Jenny sudah duduk di sudut ruangan, karena masih pukul 10 malam keadaan Klub masih sepi.
__ADS_1
Bram sedikit menyipit kan mata nya saat melihat Jenny mengenakan rok mini dan berbalut jaket kulit,dia sudah bisa menembak jika perempuan ini akan menggoda nya tapi Jenny salah besar cinta nya pada Mentari tak akan ada yang bisa menggoyahkan.
"Duduk mas" ajak Jenny dengan senyum manis nya
Jenny sengaja meletakkan kaki kirinya di atas kaki kanan nya agar paha mulus nya terekspos sempurna, meskipun lampu klub remang-remang Bram dapat melihat nya karena kebetulan hanya mereka berdua yang duduk di sudut ruangan tersebut.
Mata Guntur tak berhenti mengawasi setiap pergerakan Jenny dan kamera pengintai nya terus aktif,hanya seperti pin kecil yang di pasang di ujung baju nya.
"Mau minum apa mas?"
"Apa saja asalkan bukan Alkohol" jawab Bram santai,bukan dia tak pernah meminum alkohol hanya saja Bram tidak mau membiasakan diri nya untuk meminum alkohol.
"Pelayan" ujar Jenny memberikan kode dengan jari tangan nya dan di acungi jempol oleh salah satu waiters di hadapan Guntur.
Guntur mulai curiga,dia cukup mengerti permainan seperti ini karena dulu nya dia pernah ikut dengan beberapa bos mafia hanya saja setelah menikah dia meninggal kan segala nya dan hidup normal kembali.
Guntur memperhatikan bartender tersebut meracik minuman nya dan meletakkan di atas meja, yang berwarna merah di berikan satu butir pil dan yang satu nya lagi berwarna biru.
"Alkohol?" tanya Guntur sambil mengangkat gelas berwarna merah tersebut
"Tidak,,hanya minuman biasa" jawab sang bartender
"Saya mau yang seperti ini satu"ujar Guntur memindahkan gelas nya ke sebelah kiri,bahkan Guntur beberapa kali mencoba memindahkan posisi nya membuat bartender tersebut bingung gelas yang mana yang sudah dia beri pil tadi.
"Jangan yang itu pak,saya buatkan saja yang baru" jawab nya menolak dan mengambil kembali lalu menaruh nya di nampan.
"Bagaimana dengan cerita mu tadi?" tanya Bram
"Kak Arga"
"Ya,aku ingin bertemu dia"
"Sebenarnya apa hubungan kamu dengan kak Arga mas"
"Bukan nya kita akan menikah aku hanya ingin lebih akrab pada ipar ku itu,tidak lebih toh nanti nya kita akan sering bertemu bukan" jelas Bram membuat Jenny tersenyum kecil
"Kak Arga saat ini sedang di luar negeri untuk bisnis"
"Apa benar?" tanya Bram lagi
"Hmmm..Mungkin dalam beberapa hari ini dia akan pulang,aku akan temukan kalian segera"
__ADS_1
"Terima Jen"
Disela obrolan mereka Pelayan tersebut datang dan memberikan minuman nya, sebelum nya Bram melirik ke arah Guntur dan acungan jempol tanda aman di berikan oleh Guntur membuat Bram sedikit lega.
"Di minum mas"
Bram tersenyum kecil dan meminumnya, sementara di luar sana Mentari sudah ketar-ketir melihat kelakuan genit dari Jenny pada kekasih nya.
Jenny berusaha duduk mendekat pada Bram setelah mereka meminum minuman tersebut.
"Mas, untuk pesta pernikahan nya aku mau di gedung mewah,kamu tau kan relasi papa banyak dan untuk mas kawin nya mama bilang harus berlian yang paling mahal" ujar Jenny dengan nada manja,Bram hanya menghela nafas kecil sembari mengangguk kan kepala nya,ingin rasa nya lari dari klub ini segera tapi pasti Jenny akan curiga,dia harus mengikuti alur permainan Jenny saat ini.
Tak berapa lama terlihat Jenny yang gelisah,dia membuka jaket kulit nya dan meninggalkan tank top berwarna merah di tubuh nya membuat Mentari yang melihat dari kamera pengawas geram.
Jenny mengelus punggung Bram yang tertutup baju nya dari luar mencoba memancing gairah Bram karena dia sendiri sudah seperti cacing kepanasan.
"Mas,bawa aku" bisik Jenny serak
"Kemana?" tanya Bram santai
"Kamar" sahut nya pelan, wajah nya sudah berhasrat dan minta di puaskan.
Bram berdiri dan mengikuti langkah kaki Jenny, rupanya perempuan ini sudah memesan kamar di dalam klub ini benar-benar gila pemikiran nya.
Mentari mulai meremas tangan nya kesal,apa Bram sengaja ingin mempertontonkan pada nya.
Tiba-tiba kamera pengintai mati saat Bram memasuki kamar dengan Jenny membuat darah Mentari mendidih,dia ingin keluar dari mobil tapi di larang oleh pengawal nya.
"Kenapa sayang?" tanya Bram tak berselang lama,Mentari terlihat bingung melihat sosok kekasih nya keluar dari Klub,mana Jenny pikir nya.
"Kamu kenapa keluar?"
"Kamera nya kenapa mati?" tanya balik Mentari
"Hahaha....jadi kamu pikir aku masuk ke dalam kamar itu dan mengikuti kemauan nya?" tebak Bram dan diangguki Mentari
"Kamu kira aku bodoh,ayo pulang" ajak Bram
"Mana Jenny kak?" tanya Mentari Penasaran
"Dia aku bius saat masuk ke dalam kamar dan aku titipkan pada pemilik klub"
__ADS_1
"Kak,nanti dia-"
"Aman, tidak akan terjadi apa-apa pada nya,biar saja dia tidur nyenyak sampai besok pagi dan kita jug bisa tidur nyenyak di apartemen" jelas Bram membuat Mentari sedikit lega bagaimana pun juga dia dan Jenny adalah sepupu jika ada yang menyakiti Jenny dia juga ikut prihatin meskipun jenny terkesan jahat padanya.