
"Apa papa setuju Bram dengan seorang janda?" kali ini bu Azizah tidak bisa mengambil keputusan sendiri dengan status Mentari.
"Jika Bram bahagia kenapa tidak! bukan nya mama selama ini yang lebih mementingkan kebahagiaan Bram"
"Tapi tidak dengan janda juga pa,anak kita masih perjaka,apa kata orang jika menikahi janda"
"Ma,Janda juga manusia, menurut papa tidak ada salah nya ma,toh Mentari juga dari keluarga berada, kekayaan bisa menutupi semua nya ma,kamu pernah denger kalau pria lajang menikahi janda kaya hanya untuk numpang hidup,atau pun pria lajang menikahi Janda kaya raya yang sudah tua" ucap Pak Dika sedikit terkekeh
"Papa...mama serius!!" kesal bu Azizah
"Kenapa tidak mama sampai kan langsung pada Bram keberatan mama"
"Mama takut Bram kecewa pa"
"Sudah lah ma,papa tidak mau ikut campur masalah Bram,papa sudah trauma dengan perjodohan nya tempo hari, akhirnya mengerikan bukan! untung saja Bram tidak terseret sebagai keluarga Harja" ucap pak Dika sambil bergedik
"Jangan terlalu di pikir kan ma,Bram lelaki pintar bisa menentukan pilihan nya sendiri,bukan nya begitu"
Bu Azizah hanya menghela nafas berat.
****
" Kamu cantik " puji Bram memeluk tubuh Mentari dari belakang, perempuan yang memakai dress motif bunga tersebut tersenyum kecil jujur saat ini Mentari gugup dia harus bagaimana mengahadapi calon mertua nya nanti,Mentari takut jika keluarga Bram menolak nya karena status Mentari yang janda.
"Kita berangkat sekarang?" tanya Mentari gugup karena tubuh nya sedang di gerayangi sang kekasih
"Sayang, sebentar lagi" bisik Bram yang sudah sangat merindukan Mentari karena selama ini selalu ada Arga yang menjadi pengawal
__ADS_1
"Kak,ini sudah jam berapa nanti keburu malam" ingat Mentari membuat Bram sedikit kesal karena di saat seperti ini justru dia menginginkan kekasih nya itu
Bram mengehentikan aksi nya lalu tersenyum kecil dan mencium kening Mentari
"Habis nya kamu cantik,aku tidak bisa menahan lebih lama lagi" aku Bram membuat Mentari tersenyum kecil, kekasih nya ini sudah bucin level 10 pada nya bahkan Bram tak mengizinkan Mentari pergi sendiri tanpa dirinya.
Bram menarik tangan Mentari dan mereka bergandengan tangan keluar rumah.
Suasa tegang terjadi saat Bram mengajak Menteri masuk, jantung nya seakan ingin copot karena ketakutan.
"Tenang,ada aku" bisik Bram yang seakan tau isi hati Mentari saat ini
Mentari melangkah kan kaki nya pelan,dia melihat sekeliling ruangan tamu rumah Bram bergaya Eropa-klasik, pemandangan pertama yang dapat di lihat nya saat masuk foto berbingkai besar dan isi 4 orang anggota keluarga dan seperti nya itu Papa dan mama Bram serta Bram dan satu lagi perempuan yang di yakini Mentari adik Bram yang sudah tiada.
Gaya yang cukup menarik dengan hiasan lampu gantung bergaya klasik,rumah Bram cukup nyaman menurut Mentari hampir mirip dengan luma lama nya dulu hanya saja rumah Bram terkesan elegan Jika rumah Mentari Besar dan terkesan Mewah semua perabotan nya di import langsung dari luar negeri oleh papa nya.
Mentari semakin gugup saat Bram menuntun nya ke arah meja makan tadi dia sudah bicara pada mama nya kalau akan mengajak Mentari makan malam di rumah mereka dan memperkenalkan langsung pada papa dan mama nya.
"Apapun yang terjadi aku tetap akan bersama kamu sayang" ujar Bram menguatkan Mentari
"Malam ma,pa" sapa Bram saat mereka sampai di ruang makan
"Malam om, Tante" ujar Mentari ikut menyapa
Bu Azizah memperhatikan Mentari dari ujung kepala sampai kaki,kesan pertama nya Cantik.
"Duduk" ucap Bu Azizah dingin membuat Mentari semakin takut
__ADS_1
Bram menarik satu kursi dan mempersilahkan Mentari duduk.
"Mau yang mana sayang?" tanya Bram
"Apa saja" jawab Mentari gugup
"Siapa nama nya?" tanya pak Dika
"Mentari om"
"Apa kesibukan nya sekarang?" tanya nya lagi
"Saya hanya di rumah saja om" jawab Mentari pelan,dia sedikit malu untuk menjawab dia seorang pengangguran tapi apa boleh buat memang itu ada nya
"Jadi apa saja pekerjaan kalian selama di Jakarta?"
"Saya dan Kakak saya di bantu kak Bram merebut kembali perusahaan papa saya om"
"Kamu janda?" tanya Bu Azizah tanpa basa-basi membuat Mentari terdiam
"Ma" cegah Bram,dia takut Mentari minder dengan status nya itu
"Iya tante"
"Kenapa bercerai,kamu masih muda lo masa sudah jadi janda,ini yang sering di larang oleh para orang tua menikah muda masih mementingkan ego masing-masing"ketus Bu Azizah
"Mama" tegur Bram lagi
__ADS_1
"Saya juga tidak mau jadi janda Tante, meskipun hidup di panti tapi cukup mengajarkan saya untuk hormat pada orang tua dan suami,tapi jika di poligami saya menolak keras" jelas Mentari lembut membuat Bu Azizah terkejut
"Saya berpisah ranjang hampir enam bulan tante dan saya baru mengajukan gugatan perceraian baru-baru ini bahkan masa Iddah saya baru berakhir pertengahan bulan depan, awalnya saya berpikir untuk tidak berpisah meskipun di poligami tapi ternyata saya tidak kuat tante Keluarga suami saya selalu menghina saya rendah karena saya berasal dari panti asuhan" lanjut Mentari lagi membuat Bu Azizah merasa tersentuh dengan pengalaman hidup perempuan muda ini, mungkin sikap tegar nya membuat Bram mencintai nya berbeda dengan Jenny yang manja.