
"Apa yang terjadi dengan Mentari hingga dia bisa kaya raya" ucap Aris kesal
"Mengapa kini dia terlihat lebih menarik dibandingkan ketika menjadi istri ku dulu?"
"Bodoh.....bodoh sekali aku melepaskan Mentari" gumam nya menarik rambut sendiri.
***
"Aaaaaahhhh....mmpppp..."
******* demi ******* bersahut-sahutan di dalam kamar mewah presiden suite ini,kamar yang sudah di hiasi dengan kelopak bunga mawar menjadi suasana bertambah romantis.
Bram terus memacu di atas tubuh Mentari,hal yang sangat dia ingin kan nya selama ini akhirnya Mentari menjadi milik nya utuh...
"Sayang kamu sangat sempit" racau Bram
"Hmmmmmppp" Mentari yang juga sudah lama menginginkan tubuh Bram dan kini mereka menjadi satu tanpa pembatas apapun
Setelah mendapatkan pelepasan masing-masing mereka pun tertidur pulas.
****
Sinar surya tampak menjulang tinggi menyinari Kota Jakarta siang itu.
Waktu menunjukan hampir jam makan siang, tetapi Bram dan Mentari baru saja membuka matanya. Dia baru tidur dini hari setelah aktivitas panas mereka.
Bram duduk sejenak. Dia melihat ponselnya dan ada panggilan video tak terjawab dari Joe dan Danu,semalam memang Bram berjanji akan menemui mereka sejenak tapi janji itu lenyap setelah melihat Mentari berganti pakaian dengan lingerie merah yang menurut Bram sangat seksi.
Bram menghubungi Joe melalui videocall dan tak lama Joe menjawab panggilannya.
__ADS_1
Bram masih mengumpulkan nyawanya sambil menatap layar ponselnya yang terdapat wajah Joe di sana.
"Gila lo,jam segini baru bangun, mantap bener jadi pengantin baru" goda Joe dan di Jawab Bram dengan senyuman .
"Sorry semalam gue benar-benar nggak bisa ninggalin bini gue bro,malam ini kita kumpul"
"Loe harus jelasin Bram karena saat ini Aris frustasi berat,jahat loe!!!" canda Joe
"Bukan gue yang jahat lebih tepatnya Aris yang ngasih celah"
"Udah ah gue mau lanjut ronde siang,ntar malam gue ke kafe biasa" ujar Bram menutup panggilannya
Bram meletakan ponselnya di laci nakas. Dia beranjak dari duduknya lalu mencium Mentari sejenak dan pergi menuju kamar mandi. Dia membersihkan tubuhnya.
Bram segera memesan makanan untuk makan mereka karena memang sudah siang.
"Sayang bangun,mandi dulu terus lanjut makan sudah siang" bisik Bram mesra
"Bangun sayang kita makan siang" ajak Bram
Mentari masih enggan untuk bergerak dari ranjang karena seluruh tubuh nya serasa kaku.
Bram memberikan handuk untuk istri nya yang masih dalam keadaan bugil ini.
"Mandi dulu aku tunggu di sofa" bisik Bram mencium kening Mentari sambil memeluk nya.Mentari seakan tak ingin melepaskan Bram dari pelukannya. Cinta sekali rasanya pada suaminya itu. Sementara Bram terus mengusap punggung Mentari Dia terkekeh melihat tingkah Mentari yang manja.
Bram mendekatkan wajahnya ke wajah Mentari, akan mendaratkan bibirnya di bibir istinya ini, tetapi Mentari mengalihkan wajahnya ke arah lain sehingga bibir Bram mendarat di pipi Mentari.
"No.....No.....aku belum gosok gigi kak,bau" ujar Mentari malu
__ADS_1
Bram semakin terkekeh dibuatnya.Bram memegang dagu Mentari memaksa Mentari untuk menatapnya.
"I Love You" ucap Bram tersenyum.
Mentari tak menjawab nya dia justru bangkit dan segera berlari ke kamar mandi.
Tak berapa lama Mentari keluar dari kamar mandi, Rambut yang panjang sebahu membuat Mentari lebih terlihat fresh,Bram membantu istri nya ini untuk mengeringkan rambut nya, bahu putih nan mulus Mentari terpampang indah. Sangat seksi saat memakai mini dress hitam yang menampilkan lekukan tubuhnya.
Bram memeluk Mentari dari belakang. Dia menghirup aroma tengkuk istri nya ini.
"Kita akan pergi?" tanya Mentari dan di jawab gelengan oleh Bram
"Lalu makan di mana?"
"Aku sudah memesan makanan sayang, semua nya sudah tersedia di sana" tunjuk Bram pada meja yang terdapat di kamar itu.
"Kenapa tidak turun saja kak?"
"Aku masih ingin memakan mu setelah ini" jawab Bram dengan seringai mesum nya membuat Mentari bergedik dan Bram terkekeh.
Bram begitu menikmati bibir indah sang istri yang baru saja menjadi istri nya ini, bahkan kedua nya saling menikmati satu sama lain.
Bram mengangkat kaki kiri Mentari hingga mini dress yang Mentari kenakan ikut terangkat dan Bram semakin merapatkan tubuhnya ke tubuh Mentari, Mentari dapat merasakan milik suaminya ini sudah menegang dibalik celana pendeknya.Dia melingkarkan tangannya di tengkuk Bram mengusap rambut Bram dengan lembut. Sentuhan Mentari membuat Bram semakin hilang akal, dia mengangkat tubuh Mentari dan menghempaskannya ke atas tempat tidur.
Mentari tersenyum nakal menatap Bram yang sudah bernafsu,Bram membalasnya dengan senyuman yang tak kalah nakalnya. Dia membuka gesper di celananya, melonggarkan gesper itu. sudah sangat sesak sekali miliknya di dalam celana yang dia kenakan.
Bram naik ke atas tempat tidur, memposisikan dirinya di atas tubuh Mentari Diturunkannya tali bahu dari dress Mentari, dan terlihatlah kedua gundukan kenyal yang semalam sudah dia nikmati.
"Kamu seksi sekali sayang,aku suka" bisik Bram serak
__ADS_1
Mentari menarik kepala Bram dan bibir keduanya saling mendarat sempurna. Kali ini tak lama karena Bram beralih menjelajahi leher Mentari dan terus turun hingga sampai di kedua gunung kembar yang serasa siap meledak karena sangking tegang nya.Tangan Bram mengendus bagian bawah istri nya ini.
Tak butuh waktu lama Bram sudah mengentakan milik nya membuat perempuan cantik itu mendesah keenakan, meskipun belum makan pengantin baru ini tetap semangat, keringat bercucuran menjadi saksi bisu nikmat nya percintaan sepasang suami istri ini.