Mentari Tanpa Sinar

Mentari Tanpa Sinar
Tersangka


__ADS_3

"Pak lepas kan saya! Saya tidak bersalah dalam kasus ini" bentak Mia saat polisi menetapkan mereka sebagai tersangka


"Pak.. lepaskan mama saya" mohon Jenny tapi tak di gubris oleh para polisi


"Pak, tangkap saja saya tapi lepaskan istri saya" mohon Harja karena tidak tega melihat psikis Mia yang semakin memburuk


"Kami tidak ada wewenang untuk itu pak, semua nya akan di jelaskan di kantor saja, setelah pemeriksaan kemarin kalian berdua di tetapkan sebagai tersangka" jelas sang polisi membuat Jenny menangis histeris


Ya,, seminggu sudah berjalan pemeriksaan dan akhirnya Harja bersama Mia di tetapkan sebagai tersangka.


"Jen, hubungi Bram, minta bantuan pada nya" ujar Harja sebelum dia di bawa pihak polisi


***


"Kalian memiliki lagi semua harta nya" ujar pak Retno memberikan semua aset kepemilikan pada Arga dan Mentari


"Kak" ujar Mentari bahagia melihat Arga dan Bram bergantian


"Hari ini Harja dan Mia di tetapkan sebagai tersangka dan akan menjalani hukuman sesuai dengan kesalahan nya"


"Terima kasih atas bantuannya om" ujar Arga tersenyum kecil


Ponsel Bram tiba-tiba berbunyi dia melihat nama Jenny


"Jenny" gumam nya kecil

__ADS_1


"Kenapa dia menghubungi mu Bram?" tanya Arga dan di jawab gelengan oleh Bram


"Hallo jen"


"Mas,bantu aku mas, tolong bantu aku kali ini saja mas" mohon Jenny


"Kenapa?"


"Papa dan mama ku di tahan mas, mereka di tahan atas tuduhan memalsukan data" jelas Jenny karena hanya itu yang dia dengar


"Maaf jen,saya tidak bisa bantu untuk itu" jawab Bram memutuskan panggilan nya membuat Jenny terduduk lesu,dia bingung siapa yang bisa membantu nya


kali ini, mereka tidak punya keluarga lagi.


"Hiks....mm hiks.....mama,papa aku harus bagaimana" isak Jenny


"Jenny meminta bantuan untuk mama dan papa nya"


"Lalu?"


"Aku matikan saja,aku tidak ingin menambah beban pikiran kekasih ku" jawab Bram santai membuat Mentari mengulum senyum nya.


"Kita harus rayakan ini sayang" bisik Bram dan diangguki Mentari


Akhirnya semua nya akan segera selesai,kini tinggal bagaimana hubungan nya dan Bram akan berlanjut, apakah keluarga Bram bisa menerima nya.

__ADS_1


****


"Kak,aku memutuskan untuk kembali ke Semarang dulu beberapa waktu ini" ujar Mentari pada Arga


"Kenapa? bukan nya kamu tidak punya pekerjaan lagi di Semarang?" tanya Arga


"Siapa bilang Mentari tak punya pekerjaan,dia harus berkenalan dengan calon mertua nya dan akhir bulan depan kami akan menikah karena masa Iddah Mentari sudah selesai" jawab Bram cepat


"Kamu yakin dek akan menikah dengan Bram?" canda Arga


"Apa maksud mu ga,aku sudah menunggu lama untuk ini,jangan mempengaruhi Mentari" kesal Bram membuat Arga dan Mentari terkekeh kecil


"Uuh....ada yang ngambek!" goda Arga lagi


"Sudah ah,udah tua juga pake ngambek,kak Arga hanya bercanda kak" jelas Mentari


"Kak,aku minta kamu urus saja perusahaan di sini dan segera nikahi Veni"


"Lalu kamu?" tanya Arga serius


"Setelah menikah kami menetap di Semarang kak, tidak mungkin kak Bram bolak-balik Jakarta-Semarang"


"Ck... sekarang saja dia bisa kenapa kalau sudah menikah tidak bisa" ketus Arga


"Berbeda sob,jika sudah menikah aku tidak ingin pisah dari Mentari ku,aku takut dia tak bersinar lagi kalau aku jauh" canda Bram membuat Mentari mencebik

__ADS_1


"Jaga adik ku Bram,jika dia terluka aku akan mengambil nya lagi tanpa permisi dan kalian tidak akan bisa bertemu lagi" ancam Arga membuat Bram menelan saliva nya, ancaman Arga benar-benar membuat nya takut, berjauhan sebentar saja dengan Mentari membuat Bram menggila apalagi tidak di izinkan bertemu..


__ADS_2