Mentari Tanpa Sinar

Mentari Tanpa Sinar
Bertemu Bram


__ADS_3

Arga yang di bantu oleh Jenny segera keluar dari rumah untuk menemui Bram.


"Dimana kamu mengenal Mentari?" tanya Arga penasaran


"Mantan suami Mentari adalah sahabat ku,aku kasihan melihat kehidupan nya" ucap Bram


"Benar kamu hanya kasihan bukan tertarik pada nya" tebak Arga yang juga memikirkan nasib adik nya, bagaimana pun Jenny adalah adik kandung nya dan dia juga memiliki kewajiban untuk melindungi Jenny.


"Kamu bisa tanya kan pada Mentari kalau kami tidak memiliki hubungan apapun saat ini" jelas Bram dan diangguki Arga percaya


"Lalu kamu mau aku bagaimana?" tanya Arga


Bram menjelaskan semuanya permintaan om Retno yang meminta dokumen penting tentang Mentari dan itu semua ada pada papa Arga.


Memang saat ini dalam pertemuan ini mereka tidak melibatkan Mentari takut nya Jenny yang curiga malah mengawasi gerak-gerik mereka jadinya Bram sudah mengambil langkah awal agar tidak ada yang curiga dan yang melihat bisa menilai ini murni pembicaraan antara dua lelaki.


"Baiklah akan aku usahakan secepatnya untuk mengambil,selagi aku di rumah dan tidak bisa keluar tolong titip Mentari,aku hanya ingin pastikan dia selamat dari incaran keluarga ku" ucap Arga dan diangguki Bram patuh


Untuk beberapa waktu ini Bram harus stay di sini, dia tidak bisa meninggalkan Mala nya begitu saja karena sudah pasti Mentari dalam keadaan bahaya, banyak para pengincarnya di luar sana.


Bram segera kembali lagi ke kost Mentari.

__ADS_1


"Arga di sekap oleh mama nya" ucap Bram,Mentari menutup mulut nya tak begitu kecam keluarga paman Harja,Arga saja anak kandung mereka bisa di perlakukan demikian apalagi dia yang hanya keponakan yatim.


"Mal.. ikut aku,kita pindah dari sini" ucap Bram


"Kemana kak? aku sudah nyaman di sini, semua nya baik kan aku yakin aku bakalan aman di sini"


"Mal,siapa yang bisa menjamin keselamatan mu di sini, tempat ini terbuka Mal, tempat umum siapa saja bisa kost di sini dan berbuat jahat pada mu" ujar Bram membuat Mentari berpikir sejenak benar yang di katakan Bram bisa saja ada yang menyamar di sini


"Kita pindah Mal sampai keadaan aman lagi" bujuk Bram


"Tapi kak-"


Bram menggenggam tangan Mala berusaha menyakinkan perempuan di hadapan nya ini.


Bram membawa Mentari pindah ke salah satu Apartemen,dia sengaja menyewa dua apartemen dan mereka tinggal bersebelahan selain Bram bisa melihat Mentari tiap waktu dia juga merasa Mentari aman.


"Kak ini terlalu mewah"


"Kakak tinggal di sebelah nya Mal jika kamu membutuhkan apapun kata kan pada kak,kakak ingin yang terbaik untuk mu"


"Jangan buat aku merasa terus berhutang budi pada kakak,aku takut tidak tau cara membalas nya"

__ADS_1


"Urus perceraian mu dan menikah dengan kakak" ucap Brama tegas membuat Mentari terdiam, untuk saat ini Menikah bukan prioritas nya.


"Kak-"


"Sttt.... kakak tidak butuh jawaban mu saat ini,kita selesaikan dulu semua permasalahan yang ada setelah itu baru kamu pikirkan"potong Bram membuat Mentari sedikit lega setidaknya dia masih memiliki waktu untuk itu.


"Istirahat dulu" lanjut Bram mengusap lembut pipi Mentari lalu keluar


"Hufs....."Mentari menghela nafas panjang rasa lelah mendera tubuh nya padahal dia tidak bekerja apapun mungkin pikiran yang membuat nya begini.


****


"Kata nya tidak suka tapi betah di Jakarta" oceh Bu Azizah


"Namanya juga anak muda ma,biarkan saja selagi papa bisa membantu biarkan Bram menyelesaikan urusan nya di sana.


"Kata kan pada anak mu itu pa jangan macam-macam di sana, jangan buat malu keluarga"


"Kenapa!!! kamu takut Jenny hamil ma,kalau iya tinggal di nikahkan saja bukan nya itu mau kita"


"Bukan begitu pa, menikah sih menikah tapi harus dengan tata cara kita" sanggah bu Azizah

__ADS_1


"Lagian pemikiran mu jauh sekali ma,berapa tahun Brama di luar negeri tidak ada yang terjadi,ini hanya beberapa hari di Jakarta kamu sudah kewalahan begitu"


Bu Azizah terdiam sejenak benar yang di katakan suaminya,Brama anak yang cukup baik tidak akan mungkin membuat malu keluarga.


__ADS_2