Mentari Tanpa Sinar

Mentari Tanpa Sinar
Veni


__ADS_3

"Kenapa kamu belum juga pulang kak" gumam Jenny,dia takut jika papa dan mama nya tau kalau dia yang membiarkan Arga pergi.


Jenny mengeluarkan ponsel nya untuk menghubungi Bram.


"Hallo mas,apa kak Arga bersama mu?" tanya Jenny


"Arga!!"


"Ya,bukan nya kamu kemarin minta bertemu kak Arga di kafe X"


"Ya kami bertemu tapi setelah mengobrol sebentar dia pergi" jawab Bram berusaha sesantai mungkin


"Kak Arga belum pulang mas,bisa kamu bantu cari ? jika bertemu minta dia pulang papa dan mama mencemaskan keadaan nya"


"Nanti aku bantu cari ya Jenn, sekarang aku sedang sibuk" jawab Bram mengalihkan pembicaraan nya


"Iya mas, terimakasih" tutup Jenny


"Siapa?" tanya Arga


"Jenny,dia meminta mu pulang"


"Pulang!! bodoh sekali aku mau pulang ke rumah iblis itu"ketus Arga


"Kak seingat ku kamu sudah punya tunangan,apa kabar nya?" tanya Mentari membuat Arga tersadar,ya dia punya Veni,apa kabar Veni sekarang? dia pun tak pernah lagi bertemu Veni


"Apa kamu sudah memberikan nya kabar kak?"


"Belum!"


"Kamu tidak mencintai nya? atau karena paksaan saja?"


"Kami saling cinta Mal,kakak di kenalkan oleh Jenny tapi kami memang saling suka"

__ADS_1


"Kenapa kamu tidak berusaha menemui nya?" tanya Bram lagi


"Aku takut dia sudah mencari ganti ku"


"Jangan pesimis Ga,aku saja di tinggal kan Mala menikah tetap semangat merebut nya kembali,jika memang jodoh tak akan kemana" ucap Bram memberikan semangat


"Kita juga bisa meminta bantuan pada keluarga Veni,Ga untuk masalah ini"lanjut Bram


Arga seketika memukul pundak Bram


"Kenapa aku tidak kepikiran begitu ya, kau sungguh teliti Bram,ayo kita temui Veni" ajak Arga


"Kenapa harus aku"


"Kau yang memberikan ide jadi kau harus menjalankan nya"


Bram menatap Mentari sedangkan Mentari hanya menggeleng pasrah.


"Kalian harus menemukan aku dan Veni,kita jelaskan semua nya agar keluarga Veni bisa membantu kita untuk menjebloskan Harja ke penjara.


****


"Den Arga, sebentar ya bibi panggil kan non Veni"


"Iya bi"


Arga,Mentari dan Bram menunggu di ruang tamu.


"Den, Langsung naik saja non Veni nya sedang tidur" jawab sang bibi


Arga mengajak Mentari dan Bram untuk menemani nya, pemandangan pertama yang di lihat oleh Arga tubuh Veni yang mengurus terbaring lemah di atas ranjang king size nya.


"Sejak kamu pergi Veni sakit ga,dia tidak mau makan bahkan sering mengurung diri" jelas mama Veni membuat Arga merasa bersalah

__ADS_1


Arga mendekat pada Veni dan berbisik


"Sayang,aku datang! maaf untuk semua luka ini"


Mentari menggenggam tangan Bram dia merasa kan kesedihan kakak nya.


"Puncak nya setelah mama mu menghubungi Veni mengatakan tidak akan ada pernikahan membuat Veni syock"lanjut Mama Veni


Arga mengepalkan tangan nya geram dengan perbuatan mama nya itu.


"Veni tidak mau bicara dan keluar kamar lagi,dia hanya terbaring lemas,kami sudah membawa Veni ke rumah sakit tapi orang rumah sakit bilang Veni butuh psikiater untuk memulihkan mental nya"


"Ya Tuhan sebegitu menderita nya dia" batin Mentari


"Sayang,bangun maaf kan aku" ucap Arga pelan


"Ma.....mama" pekik Papa Veni yang baru datang,dia mendapatkan kabar kalau Arga mengunjungi anak nya


"Kenapa kamu mengizinkan dia masuk ma,dia orang yang sudah menyebabkan anak kita menderita" kesal nya


"Pa... sabar pa! kamu ingat kan kata dokter Veni butuh ketenangan,Arga bisa membuat nya tenang kembali pa"


"Dia yang menyebabkan Veni seperti ini ma,usir dia!!!"


"Maaf pak kami bisa jelaskan semua nya" potong Bram


"Ga.....!! Arga....." igau Veni membuat semua nya terdiam


Alam bawah sadarnya merasa kan bertemu Arga.


"Sayang,ini aku! Buka mata mu sayang,aku datang,aku kembali untuk kamu" ucap Arga menggenggam lembut tangan Veni.


"Pa....."panggil Mama Veni tersenyum kecil,sudah lama sekali mereka tidak mendengar suara Veni

__ADS_1


"Pak saya harap kalian tenang dulu, biarkan Veni dan Arga bertemu semua nya akan kami jelas kan setelah ini" pinta Bram akhirnya papa Veni mengalah


Semua nya keluar meninggalkan Veni dan Arga di kamar.


__ADS_2