
Beberapa hari berlalu Bram segera mengajak Mentari untuk berangkat ke Jakarta.
"Kenapa buru-buru sekali kak?" tanya Mentari
"Tak ada waktu lagi sayang,Arga menghubungi ku pagi ini dia mengatakan menitipkan semua berkas aslinya pada sahabat nya Arkan karena Arga tau kalau saat ini dirinya salam bahaya"
"Mas Arkan?"
"Kamu kenal?"
"Anak ibu kost tempat aku tinggal dulu kak" jawab Mentari cepat
"Kita harus temui dia segera sayang,aku ingin segera menyelesaikan masalah ini dan aku ingin memperkenalkan mu pada mama secepat nya"
"Lalu persidangan ku bagaimana?"
"Aku sudah meminta pengacara untuk mengurus nya dan Aris tidak akan pernah bertemu kamu lagi selagi kalian belum resmi bercerai karena tidak akan ada celah untuk nya" jelas Bram
"Kak.....aku juga tak berniat kembali pada nya" terang Mentari lembut
"Aku percaya kamu sayang,tapi tidak dengan Aris dia akan terus mengeluh lalu kamu akan luluh dengan nya"
__ADS_1
"Ngaco kamu!!! masih teringat jelas di benak ku bagaimana dia dan keluarga nya memperlakukan ku bagaimana mungkin aku bisa kembali begitu mudah,aku bukan Mentari yang dulu kak,aku tidak akan tertipu untuk kedua kali nya,aku sudah menjadi wanita kuat saat ini" oceh Mentari membuat Bram sedikit tersenyum
"Aku hanya takut saja"
"Ketakutan mu tak beralasan kak" jawab Mentari memanyunkan bibirnya
"Wajar sayang,aku takut kamu kembali pada Aris dulu saja kamu mampu melupakan ku dan lebih memilih menikah dengan nya"
"Itu karena dulu kamu tidak ada kabar berita"
"Aku sedang menggapai impian kita,tapi kamu malah meninggalkan ku" jawab Bram lagi
****
"Bodoh......aku membesarkan mu bukan untuk menusukku dari belakang,di mana kau letakan dokumen asli nya" ujar pak Harja marah
"Aku tau kau bukan ayah kandung ku,dan kau hanya ingin memperalat ku untuk keuntungan diri mu sendiri"
"Plak....." satu tamparan di layangkan oleh pak Harja pada Arga
"Jangan harap kau bisa keluar dari rumah ini, tidak akan ada yang bisa menghalangi ku,aku yang memiliki tahta tertinggi di sini jadi jangan coba-coba untuk melawan" ujar Harja tersenyum licik lalu meninggalkan Arga di dalam kamar yang di kunci nya.
__ADS_1
Arga berlari mengejar pak Harja tapi pintu kamar nya segera di tutup membuat Arga berteriak keras dari dalam sana.
"Kenapa lagi pa?" tanya Mia cemas
"Anak itu sudah membuat kekacauan ma, semua yang berkaitan dengan Mentari sudah ada di tangan pak Retno saat ini,kita bisa saja kehilangan semua ini jika pak Retno membantu Mentari" jelas Pak Harja membuat Mia terkejut
"Lalu kita harus bagaimana pa,Mama tidak mau kehilangan semua nya" desak Mia
"Papa juga tidak mau ma,papa juga bingung saat ini harus bagaimana, orang suruhan papa sudah berusaha mencari keberadaan Mentari tapi anak itu seperti di telan bumi saat ini tidak ada lagi di sini"
"Papa harus temui lagi pak Retno pa"
"Pak Retno menawarkan kesepakatan untuk membagi dua harta ini"
"Tidak!!! mama tidak mau pa,enak saja di bagi dua,ini semua milik kita"kekeh Mia
"Papa juga berpikiran begitu ma,papa akan cari pengacara lain untuk menyelesaikan nya, untuk Jenny akan segera papa nikahkan pada Bram agar kita sedikit kuat karena ada besan yang kaya,jika terjadi sesuatu Bram bisa membantu kita ma" jelas pak Harja dan di anggukki Mia setuju
.
"Terserah papa saja yang jelas mama tidak mau berbagi harta dengan anak sialan itu"tegas Mia
__ADS_1