Mentari Tanpa Sinar

Mentari Tanpa Sinar
Sidang


__ADS_3

"Bagaimana dengan reaksi nya pak?" tanya Bram dari sambungan telepon


"Tolong anda selesaikan segera agar saat saya pulang nanti sudah ada keputusan nya pak" lanjut Bram sambil berjalan kearah Mentari yang sedang menyeduh kopi untuk dirinya.


"Cup" satu kecupan di layangkan Bram di pipi kanan Mentari membuat perempuan cantik ini tersenyum kecil melihat tingkah Bram.


"Iya....saya serahkan semua nya pada Anda pak,saya ingin segera di putuskan"


"Terima pak atas bantuannya" ujar Bram menutup ponselnya dan menarik kursi makan


"Siapa kak?" tanya Mentari Penasaran,siapa yang menghubungi kekasih nya ini pagi-pagi sekali.


"Pak Agung, pengacara yang menyelesaikan perkara perceraian kamu sayang" jawab Bram


"Bagaimana hasilnya?" tanya Mentari sambil menuangkan beberapa sendok nasi ke piring Bram lalu memberikan nya.


"Minggu depan sidang terakhir semoga keputusan nya sesuai harapan ya"


"Amiin....tapi aku tidak minta yang aneh-aneh kak cukup berpisah saja sudah Alhamdulillah, tidak perlu nafkah bulanan atau harta gono-gini" ucap Mentari

__ADS_1


"Tak ada juga yang harus di tuntut pada mantan suami kamu itu sayang, gaji nya saja tak seberapa tadi dia ingin bertemu dengan kamu sayang sebelum bercerai" ujar Bram


"Buat apa? tak ada lagi yang harus di bicarakan bukan!! kami sudah berpisah lama hanya baru sekarang sempat memasukkan gugatan nya"


"Mungkin ingin kembali"


"Ngaco!!"


"Dia sudah bercerai dari Nita,bisa jadi saja dia menyesal dan ingin kalian kembali"jawab Bram membuat Mentari terdiam sejenak


"Kamu mau?" tanya Bram


"Mau apa?"


"Kamu boleh?" goda Mentari


"Awas saja nanti malam kamu akan aku buat hamil agar tak bisa kemana-mana lagi " ancam Bram membuat Mentari tertawa kecil


"Kamu kira aku bodoh apa mau masuk kedalam lubang buaya yang sama,tak ada kata maaf untuk pengkhianat kak"

__ADS_1


"Bagus,aku suka prinsip mu sayang " puji Bram sambil mengunyah nasi goreng nya, masakan Mentari memang juara menurut Bram, beberapa kali lelaki ini bergegas pulang dan menolak makan siang bersama rekan bisnis nya karena merindukan masakan calon istri nya ini.


"Aku justru tidak sabar ingin memperkenalkan diri pada dia sebagai nyonya Brama" ucap Mentari lagi membuat Bram tersenyum lega,dia pun sudah tidak sabar untuk mempersuntingnya pujaan hati nya ini


"Aku ingin lihat reaksi nya kak,tapi bagaimana jika dia marah pada mu kak?" tanya Mentari


"Seharusnya aku yang marah pada nya sayang,dia sudah berani merebut Mala ku dan menelantarkan nya,saat kamu di perintah seperti pembantu di rumah Aris saat itu ingin aku menyeret mu keluar dan membawa mu pergi tapi apalah daya sayang,aku hanya orang lain sedang kan Aris suami mu yang lebih berkuasa" jelas Bram lemah


"Tapi sekarang aku bahagia kamu akan lepas dari nya dan kita akan bersama" lanjut Bram menarik tangan Mentari dan menggenggam nya erat.


"Sayang hari ini kakak ingin mengajak mu ke salon,kakak ingin mengenalkan kamu dengan dunia kakak, meskipun baru untuk kamu kakak harap kamu bisa bersosialisasi nanti,kakak ingin membuat kamu cantik agar semua orang yang melihat kamu tak ada yang bisa merendahkan kamu sayang"


"Kak,apa tidak terlalu berlebihan"


"Kamu calon istri kakak sayang,kamu berhak bahagia dan menikmati semua ini"


"Apa kakak malu dengan penampilan ku begini?" tanya Mentari


"Tidak!!! tidak sama sekali,kakak hanya ingin membungkam mulut semua orang yang pernah menghina kamu sayang,kakak ingin menunjukkan pada dunia kalau betapa cantik nya calon istri kakak,dan hanya kakak yang berhak atas kamu" terang Bram lagi membuat Mentari berpikir sejenak benar yang di katakan Bram apalagi jika dia sudah menikah dengan Bram, Mentari harus pintar merawat diri apalagi calon suaminya ini bos besar, sedangkan Aris saja bisa berpaling pada nya apalagi Bram yang di kelilingi wanita cantik, tidak ada salah nya jika dia selalu tampil cantik toh ini semua juga permintaan Bram dan untuk Bram pikir Mentari.

__ADS_1


"Bagaimana?" tanya Bram lagi


Mentari mengangguk kan kepala nya pelan.


__ADS_2