Mentari Tanpa Sinar

Mentari Tanpa Sinar
makanan


__ADS_3

"Ris! Bangun, Sayang. Udah siang. Kamu hebat banget. Aku makin cinta sama kamu," puji Nita. Seumur-umur, Mentari tidak pernah memuji kehebatan Aris di ranjang seperti Nita membuat Aris merasa bangga.


"Hem… udah jam berapa ini?" tanya Aris Hari ini dia sengaja bangun siang karena memang hari libur mereka tidak ke kantor.


"Jam sembilan, Sayang. Perut aku krutuk-krutuk. Kayaknya lapar. Hehheeh," tawa Nita sambil memegangi perutnya.


"Mau mandi dulu apa sarapan dulu?" tanya Aris


"Mandi dulu lah sayang,Keramas dulu,nggak enak keluar kamar belum bersih-bersih aku nggak biasa" sahut Nita sambil berdiri dan berjalan ke arah kamar mandi.


"Sayang!!" panggil Nita


"Apa?"


"Mandi bareng" rengek nya membuat Aris hanya tersenyum kemudian menyusulnya.


****


"Mas, nggak ada makanan. Kata ibu waktu itu Inayah pintar masak terus dia yang ngurus rumah" ucap Nita terlihat kecewa sesampainya kami di meja makan.


Aris menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya secara kasar.


"Bu ....ibu" pekik Aris


"Kenapa pagi-pagi sudah heboh ris kaya di hutan aja".


"Mana makanan nya bu,Nita mau makan" ucap Aris


"Makanan?? Nita mau makan? ya masak lah Ris"

__ADS_1


"Siapa yang masak Bu?" tanya Nita


"Kamu lah Nit, biasanya Mentari yang masak di rumah tapi karena dia sudah pergi ya kamu lah sebagai istri Aris"


"Aku nggak bisa masak bu" jawab Nita


"Itu Inayah" lanjut Nita menunjuk Inayah yang baru datang


"Inayah!!"


"Ya...bukan nya waktu itu ibu pernah bilang kalau Inayah itu jago masak di depan Brama"


"Tolong masakin mbak Na,mbak laper banget nih" pinta Nita


"Aku!!! aku masakin mbak,ogah mbak,aku mau nongkrong sama teman-teman,mas Aris bagi duit dong"


"Mas belum gajian dek,baru juga kerja beberapa hari"


"Ogah.....!!!" ketus Nita lalu berlalu ke arah kamar nya membuat Inayah kesal,dulu saat dia meminta uang pada Mentari pasti akan selalu di berikan meskipun tak seberapa.


Laila yang sudah terbiasa main kerumah ibu nya pagi ini datang dengan menenteng satu asoy jajanan.


"Bu.... numpang makan dong" ucap Laila meletakkan kantong plastik di atas meja makan


Laila membuka tudung saji.


"Loh kok nggak ada makanan bu?" tanya Laila


"Nggak ada yang masak!"

__ADS_1


"Mbak Nita?"


"Nggak bisa masak dia" sahut Inayah membuat Laila melongo


"Kamu bawa apa La?" tanya sang ibu


"Snack bu"


"Buka La,ibu juga laper,ini semua salah Mentari la pake acara kabur-kaburan segala,nggak tau apa kalau dia pergi seisi rumah kelaparan" cerocos sang ibu


"Kalau ketemu harus di beri pelajaran tu bu" sahut Laila


"Palingan juga beberapa hari lagi akan pulang sendiri dia La,nggak kuat jadi gembel" ujar ibu Aris sambil tertawa puas


"Iya bu,nanti kalau Pulang harus di tatar lagi tu anak biar nggak ngelunjak"


****


"Mala kamu di mana?" ucap Bram membatin sambil menatap gelas yang berisi sirup


Brama sedang berada di kolom berenang, semalam dia tidak bisa tidur karena memikirkan Mentari,Brama ingin menanyakan langsung pada Aris tapi takut malah Aris curiga.


"Bram...." panggil bu Azizah


"Tadi Jenny menghubungi ibu dia bilang meminta mu ke Jakarta Minggu depan karena ada acara keluarga nya dan dia ingin kamu menemani nya Bram"


"Aku tidak bisa ma"tolak Bram


"Bram.... berpikir lah dewasa sayang,jangan terus begini,mama dan papa bisa malu nak"

__ADS_1


"Lihat saja nanti" jawab Bram sambil berdiri dan masuk kedalam kolam berenang,dia terlalu enggan meladeni ibu nya untuk membahas Jenny.


__ADS_2