
"Nit bangun,kamu kerja nggak?" tanya Aris
"Lima menit lagi Ris" jawab Nita membuat Aris lagi-lagi hanya bisa menahan emosi nya.
Seharusnya Nita yang bangun untuk mengurus semua keperluan dirinya tapi ini malah Aris yang bangun untuk membuat kan sarapan mereka.
"Nit,nanti jalanan macet, sekarang papa Brama hampir tiap hari datang ke perusahaan,kita harus disiplin"ingat Aris tapi tak kunjung di dengar oleh Nita, semalam Nita berpesta bersama Lia dan Joe di klub,dia pulang hingga larut malam.
Aris segera beranjak meninggalkan Nita yang masih tertidur pulas dia tidak mau justru karir nya yang akan terancam karena menunggu Nita.
****
Bram membawa banyak sarapan ke kamar Mentari bahkan banyak barang yang sudah dia pesan untuk Mentari agar betah di sini.
"Kak.....kenapa banyak sekali?" tanya Mentari
"Kalau-kalau kamu ingin masak sendiri Mal"
__ADS_1
"Tapi ini terlalu banyak kak"
"Tidak masalah jika masih ada yang kurang kamu bisa menghubungi kakak nanti,kakak ada urusan pagi ini"
"Kemana?" tanya Mentari
"Ada yang arus di urus,jika terjadi sesuatu segera hubungi kakak,jangan buka kan pintu untuk siapa pun karena tidak ada orang yang mengenal kamu di sini Mal" ingat Bram
"Kalau kakak yang datang?" tanya Mentari
"Kakak tau password nya" jawab Bram dan diangguki Mentari patuh, untuk saat ini hanya Bram orang yang harus dia turuti dan hanya Bram satu-satunya orang yang bisa dia percaya.
****
Arga melihat kiri-kanan seperti nya papa dan mama nya sedang pergi hanya ada Jenny di rumah dan jenny pun tidak akan keluar dari kamar nya jika tidak ada kepentingan.
Berjalan beberapa kali mengelilingi rumah melihat situasi dan menyelinap masuk ke dalam ruang kerja papa nya,Arga berharap bisa menemukan sesuatu dalam ruangan ini.
__ADS_1
Beberapa kali membongkar tapi tidak ada yang dia temui hanya beberapa berkas yang tidak penting..
"Di mana papa menyembunyikan semua nya" gumam Arga pelan
Tiba-tiba langkah kaki terdengar dari luar membuat Arga cepat-cepat sembunyi di bawah meja kerja papa nya,jika ketahuan mati lah dia kali ini, pasti mama nya tidak akan mengampuni nya kali ini.
"Pa,apa kita culik dan bunuh saja dia pa, secara mama takut kalau pak Retno berubah pikiran untuk membantu nya"
"Ma....bukan nya gampang melenyapkan nyawa orang lain, apalagi ini dunia hukum ma jika ketahuan apa kamu mau di penjara?"
"Ya kita suruh orang pa,apa gunanya uang banyak kalau nggak bisa nyuruh orang lain"
"Memang nya kamu bisa cari orang yang bisa di percaya?"
"Gampang itu pa, sekarang yang mama butuhkan alamat nya"
"Apa mama tanya sama Arga pa?" tanya Mia
__ADS_1
"Mana mungkin Arga mau bicara ma,anak itu sudah di bodohi oleh pikiran nya sendiri"
"Nama nya juga sedarah pa, pasti ada kaitan nya lah" ucap Mia membuat Arga mengepalkan tangannya kesal, kenapa mama dan papa nya begitu kejam pada Mentari,apa salah Mentari hingga sampai tega mama dan papa nya akan melenyapkan nyawa wanita itu,apa karena harta ini pikir Arga.