Mentari Tanpa Sinar

Mentari Tanpa Sinar
Restu


__ADS_3

Mentari keluar dari rumah Bram dengan wajah yang lumayan tidak tegang lagi pasal nya bu Azizah merestui mereka dengan syarat Bram harus pulang ke rumah sebelum mereka menikah takut terjadi hal-hal yang tidak di inginkan dan Bram menuruti syarat tersebut.


"Apa aku bilang kalau kita yakin dan percaya semua nya akan baik-baik saja sayang,aku senang sekarang semua nya sudah selesai dan aku ingin secepatnya menikah dengan mu"ujar Bram mencium punggung tangan Mentari berkali-kali.


"Tapi aku ingin Kak Arga yang menikah duluan kak"


"Sayang jika Arga menikah otomatis pasti di Jakarta dan kita harus ke sana sedang kan mama sudah memberikan ku syarat harus pulang ke rumah setiap hari nya sebelum kita menikah jadi kita tidak akan mungkin bisa ke Jakarta sayang" jelas Bram lembut membuat Mentari juga bingung


"Lagi pula kita juga tidak tau kapan Arga menikah bukan,Veni saja belum sembuh lebih baik kita halal kan dulu hubungan kita setelah itu kita menetap di Jakarta sampai Arga menikah" usul Bram membuat Mentari sedikit tertarik


"Besok mama mau ngajak kamu ke Butik sayang untuk cari baju pengantin, untuk urusan yang lain nya biar aku yang minta pada Joe"


"Kak, pernikahan nya harus di rayakan ya?" tanya Mentari lagi


"Ya harus lah nggak mungkin kan kita menikah diam-diam,papa dan mama pasti tidak setuju sayang"


Sebenarnya kalau boleh memilih Mentari hanya ingin pernikahan nya di hadiri keluarga inti saja karena dia malu.

__ADS_1


"Kenapa?"


"Malu kak"


"Apa yang harus kamu malu kan sayang, Status Janda mu? janda juga manusia bukan! semua orang tau kalau kamu bercerai karena di poligami dan suami mu selingkuh,jika untuk kekayaan kamu kaya sayang, bahkan mungkin lebih kaya dari ku jadi tidak ada yang harus kamu malu kan sayang" ucap Bram memberikan semangat pada calon istri nya ini.


"Setelah menikah kamu mau honeymoon ke mana sayang?" tanya Bram,Mentari tampak berpikir sejenak


"Paris"


"Paris!!"


"Boleh,tapi kamu jangan menyesal jika kita hanya menghabiskan waktu di kamar hotel" goda Bram membuat Mentari cemberut


"Sama juga bohong,kalau gitu nggak perlu ke Paris di sini saja" cebik Mentari membuat Bram terkekeh kecil


****

__ADS_1


"Terima kasih sudah datang kembali mas" ucap Veni yang sudah mulai membaik


"Iya sayang,kita akan segera menikah setelah kamu sembuh"


"Bagaimana keadaan keluarga Jenny mas?" tanya Veni, bagaimana pun juga Jenny adalah sahabat baik nya


"Mereka di penjara sayang"


"Jenny?" tanya Veni terkejut


"Jenny masih tinggal di rumah itu,aku tidak tega mengusir nya bagaimana pun juga dia masih sepupu ku, kemarin aku sudah menghubungi Mentari dia mengizinkan Jenny tinggal di sana" jelas Arga


"Syukur lah mas kalau begitu,aku juga kasihan sama dia karena salah didikan dan ambisi orang tua membuat semua nya jadi hancur"


"Mungkin aku akan mengunjungi pak Harja besok sayang,kamu mau ikut?" tanya Arga


"Tidak mas,aku trauma bertemu Tante Mia,dia terlalu galak,aku takut" aku Veni membuat Arga terkekeh kecil

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu aku saja,kamu istirahat saja ya sayang" ujar Arga dan di anggukki Veni patuh.


Memang sejak kehadiran Arga kembali membuat Veni jadi semangat untuk sembuh, Apalagi Arga selalu menemani Veni saat terapi jadi semua nya jadi lebih lancar.


__ADS_2