
Seminggu sudah Mentari dan Bram menetap di Jakarta untuk mengurus semua nya, karena pak Harja tidak mau menempuh jalan kekeluargaan terpaksa Mentari dan Bram melewati jalur Hukum,berkas sudah di masukan kini hanya tinggal pemanggilan untuk kedua belah pihak.
Pak Harja pun sudah mengetahui nya karena tempo hari pak Retno sudah memberikan kabar, bahkan pak Harja pun tau jika kasus ini di bawa ke jalur hukum sudah pasti Mentari yang akan menang karena dia anak kandung dari Deni yang berhak menerima warisan peninggalan orang tua nya tapi Pak Harja tidak berniat memberikan semua itu,dia merasa dia juga sudah bersusah payah untuk beberapa tahun ini.
"Mana bisa begitu pa,kita tidak boleh kalah dari anak itu" ujar Mia
"Ma, bagaimana pun Mentari akan menang ma karena dia anak Deni,anak kandung dan berhak untuk semua warisan ini"
"Lalu apa gunanya kita mengasuh Arga selama ini jika dia tidak bisa membantu kita!!"
"Apa mama yakin Arga mau memberikan hartanya untuk kita setelah dia tau kalau dia dan Mentari kakak adik, apalagi perlakuan kita pada Mentari selama ini buruk"jelas pak Harja
"Jika tidak cara baik cara buruk pa,yang jelas mama tidak mau kehilangan semua ini,papa tau sendiri bukan bagaimana orang tau dengan kita, kita pengusaha kaya raya pa, teman-teman dan relasi kita banyak jika semua harta ini hilang otomatis kehidupan kita akan sengsara mama tidak bisa pa, membayangkan nya saja mama Stres apalagi menjalani nya,tidak.....mama Tidak bisa!!!!" tolak Mia menggeleng kan kepala nya
"Tapi tidak ada yang tau ma kalau Arga anak kandung Deni bahkan Akta kelahiran Arga pun sudah kita ubah,apa yang bisa kita lakukan saat ini,papa sendiri sudah tidak bisa berbuat apa-apa, semua laporan sudah masuk dan sebentar lagi pasti akan ada panggilan dari pengadilan"
__ADS_1
Mia terdiam sejenak dia berpikir hanya dengan membunuh Mentari semua nya selesai tak ada lagi tuntutan dari siapa pun dan dia bisa memiliki semua harta ini sendiri.
"Papa diam saja biar mama yang selesaikan" ucap Mia hendak keluar dari kamar mereka
"Ma,kamu mau kemana? jangan aneh-aneh ma, jangan bertindak gegabah kalau tidak mau resiko nya"ucap Harja berusaha menahan istri nya
"Papa ikuti saja jalan yang mama buat,papa tidak mau bukan kehilangan semua ini,biar mama yang akan bertindak untuk saat ini, percaya kan semua pada mama"tepis Mia lalu segera mengambil kunci mobil dan keluar
"Ma..mau kemana?" tanya Jenny yang melihat mama nya keluar tergesa
Tujuan utama Mia adalah mencari pembunuh bayaran untuk mengintai keberadaan Mentari.
****
"Ini foto nya,saya yakin saat ini dia berada di Jakarta,dan untuk informasi lebih lanjut saya kirim lewat Wa,kalian harus awasi kantor pak Retno dan rumah nya pasti perempuan ini akan datang kesana, sebelum sidang berlangsung kalian harus membunuh nya" pinta Mia
__ADS_1
"Oke buk,akan kami laksanakan"
"Ini untuk pembayaran pertama jika selesai akan ada pembayaran kedua sebagai pelunasan nya" ujar Mia melempar Amplop coklat berisi tumpukan uang merah
Kedua pembunuh bayaran itu tersenyum mendapatkan segepok uang.
Mia segera pergi setelah memberikan uang tersebut,kini dia tinggal menunggu hasil nya.
****
Arga terus berusaha mencari jalan keluar bagaimana dia bisa pergi dari rumah ini.
"Apa Mentari sudah mengecek kebenaran nya,apa Mentari sudah berhasil memasukkan berkas itu, semoga om Retno mau membantu" gumam Arga
Banyak sekali pertanyaan yang terlintas di benak Arga saat ini,dia takut Mentari tak memiliki teman yang bisa membantu nya, awalnya Arga memang menitipkan semua nya pada Arkan dan berharap Arkan membantu Mentari untuk menyelesaikan semua permasalahan ini karena Arga tidak tau kalau Bram yang akan membantu Mentari sampai sejauh ini.
__ADS_1
"Aku harus bisa kabur dari tempat ini dan mencari Mentari" gumam Arga lagi