Mentari Tanpa Sinar

Mentari Tanpa Sinar
Undangan


__ADS_3

"Brama Mahardika dan Mentari Kumala Dewi" Gumam Aris melihat undangan yang terletak di atas meja kerja nya,Ya masing-masing orang di berikan undangan pernikahan Bram dan Mentari, kerabat dekat dan para kolega bisnis nya.


"Seperti nya hanya mirip karena foto nya sedikit berbeda jauh lebih cantik dari pada Mentari ku" batin Aris membolak-balikkan undangan pernikahan Bram.


"Seperti nya memang datang dari wanita kaya raya perempuan ini,wajah nya saja terlihat bersih" gumam Aris lagi


"Pak Aris" panggil salah satu karyawan membuat Aris tersentak kaget


"Ya Mbak Dian kenapa?"tanya Aris


"Tadi pesan yang antar undangan ada untuk keluarga pak Aris,di letakkan di dalam laci" ujarnya


"Terima kasih mbak Dian" jawab Aris sedikit tersenyum


"Mama Aris dan Inayah " ujar Aris membaca.


Aris masih sedikit penasaran nama mempelai wanita nya persis mirip Mentari, memang benar kalau nama itu banyak di dunia bahkan mungkin ratusan tapi yang menggelitik untuk Aris kenapa harus nama yang sama meskipun orang nya berbeda.


"Bram membuat ku ingin masa lalu" ucap nya pelan lalu meletakkan kembali undangan tersebut.


***


"Sayang Vc yuk" ajak Bram karena sudah dua hari ini dia di kurung mama nya di rumah tidak boleh bertemu Mentari sampai akad nikah.

__ADS_1


"Nggak boleh kak"


"Kamu sedang apa sayang?" tanya Bram kecewa dengan jawaban Mentari


"Lagi perawatan pengantin sama Kak Veni" jawab Mentari tersenyum kecil melihat calon sang kakak ipar di sebelah nya, sudah dua hari Veni dan Arga datang dari Jakarta


"Sebentar saja yang,aku kangen berat" bujuk Bram lagi


"Kak,nanti ketauan mama lo kamu bisa kena omel,lagian cuma nunggu dua hari lagi kok,nggak sabaran banget"


"Jangan kan dua hari yang,satu jam saja aku pusing, apalagi mama selalu mengekori ku takut aku lepas dari kandang kali" kesal Bram


"Singa dong kalau lepas" canda Mentari


"Ya Singa lapar yang siap menerkam kamu" ketus Bram membuat Mentari tertawa lebar di sebrang sana.


"Oh ya....takut!!!" goda Mentari membuat Bram bertambah frustasi,ingin rasa nya pergi dan mencium rakus tubuh Mentari tapi Bram masih takut pada mama nya,kalau sampai ketahuan bisa-bisa pernikahan nya di tunda atau bahkan gagal,bisa sia-sia perjuangan nya selama ini.


"Udah ah,aku mau lanjut luluran kak,jangan du ganggu " ucap Mentari mematuk ponsel nya.


"Bram,Tar?" tanya Veni


"Iya kak, ganggu mulu"

__ADS_1


"Bucin ya dia" ujar Veni dan diangguki Mentari


****


"Ma,ada undangan untuk mama dan Inayah" ujar Aris memberikan undangan untuk mama nya


"Dari siapa?"


"Bram"


"Ha,,mas Bram menikah kak?" tanya Inayah terkejut dan di anggukki Aris


"Sama siapa?" tanya Inayah lagi dengan nada kecewa


"Kata nya perempuan kaya raya tapi nama nya sama persis dengan Mentari ma" ujar Aris


"Hahaha....jadi kamu berpikir dia Mentari mu itu ris, enakan di dia dong kalau bercerai dari kamu dapat Bram yang kaya raya itu"


"Iya mas palingan nama doang yang sama, orang berbeda,nggak mungkin kan Mentari yang buluk itu bisa menikah dengan Mas Bram yang Perfect nya selangit" sahut Inayah


"Aku juga berpikir begitu buk,lagi pula hanya sedikit mirip calon Bram cantik banget bu,nama nya juga orang kaya pasti perawatan mahal ya"jawab Aris ikut tersenyum kecil


"Coba aku ya mas yang bisa jadi pendamping mas Bram pasti kita semua sudah senang sekarang dan aku pun kerja nya bolak balik mall" ujar Inayah sambil terkekeh kecil membayangkan diri nya bersanding dengan Bram

__ADS_1


"Ngayal aja kamu" ujar Aris memukul kecil kepala Inayah membuat nya sedikit meringis.


"Mas Aris nggak asik" kesal nya melihat Aris berjalan ke arah kamar.


__ADS_2