
"Saya minta tolong usut tuntas perkara ini pak,jika ada yang mengganjal segera laporkan,saya rasa memang keluarga Harja ingin menguasai harta Mentari dan menyingkirkan Mentari" jelas Bram pada pengacara nya
Bram sengaja menyewa pengacara lain untuk membongkar semua kebohongan ini,jika pak Retno tidak mau membantu nya nanti Bram yang akan bertindak sendiri.
"Jika memang pak Retno membutuhkan semua data-data Mentari mungkin memang benar Bram karena tidak semudah itu mempercayai seseorang bukan,1001 cara orang untuk mengelabui lawan nya saat ini, mungkin beliau hanya waspada pada kejadian-kejadian yang saat ini tengah beredar" jelas sang pengacara dan di anggukki Bram setuju
"Tapi jika semua sudah di temukan beliau masih berkilah saya yang akan pasang badan untuk memenjarakan beliau " tegas Bram
"Jangan gegabah Bram setau saya pak Retno bukan orang begitu,dia akan adil dalam bertindak, untuk saat ini kamu cari bukti terlebih dahulu ya nanti selebihnya saya yang akan menyelesaikan nya" saran pengacara Bram dan di anggukki Bram
Kali ini dia ingin berjuang untuk Mentari meskipun harus merogoh kocek yang tidak sedikit Bram ingin Mentari mendapatkan lagi apa yang seharusnya menjadi hak nya
****
"Di mana Mentari ma?" tanya Arkan yang tidak melihat Mentari dua hari ini
"Dia pamit ingin pulang ke kampung dulu untuk menyelesaikan urusan nya"
__ADS_1
"Kenapa bisa pamit begitu cepat bukan nya dia masih ingin mencari keluarga nya di sini?"
"Iya...tapi untuk sementara dia pulang dulu kan,nanti dia datang kembali" jawab Bu Mina
"Apa mama tau kampung Mentari di mana ma?"
"Tidak!! mama belum bercerita sampai sejauh itu pada nya,dia hanya mengatakan kalau dia sudah bercerai"
"Kenapa Ka? kamu mau menyusul ke sana?" tanya Bu Mina sedikit menggoda
"Ngaco mama" jawab Arkan malu lalu segera pergi
****
"Kak..ini terlalu banyak,tadi aku juga sempat masak"
"Kakak takut kamu kelaparan "
__ADS_1
"Jangan berlebihan begitu kak,jadi bagaimana kabar nya kak,apa Kak Arga bisa membantu ku?"
"Sampai saat uni belum ada pembicaraan lebih lanjut Mal,kakak juga berharap segera selesai dan kita bisa pulang kembali ke Semarang"jawab Bram membuat Mentari terdiam
Berat rasa nya kembali lagi ke Semarang karena di sana banyak menyimpan cerita duka tapi bertahan di Jakarta juga Mentari belum tentu sanggup,di kota ini dia kehilangan papa dan mama nya beserta seluruh peninggalan beliau,jika mengingat nya kembali terasa sesak di dada Mentari.
"Mal...Mala kamu kenapa?"
"Tidak!!! hanya teringat saja kak"
"Mantan suami mu?? setelah ini selesai urus perceraian mu Mal,kakak akan mempersunting mu"
"Tapi-"
"Mal.... please...kakak sudah menunggu mu lama" mohon Bram membuat Mentari bingung.
Brama memang lelaki baik,tak ada yang kurang dari lelaki ini hanya saja Mentari tak percaya diri untuk menjadi pendamping nya karena dirinya Janda sedangkan Brama lajang dengan segudang prestasi dan kekayaan tak ada yang bisa di harapkan dari Mentari, mantan suami nya saja sudah membuang nya pikir Mentari.
__ADS_1
"Kita selesaikan semua ini terlebih dahulu kak,aku tak ingin ada lagi yang mengganjal dalam diriku"
"Kakak akan perjuangkan itu Mal, apapun untuk kamu" ucap Bram yakin.