
"Akta cerai nya sudah ada dengan pengacara ku sayang,saat pulang nanti kita ambil bersama ya" ucap Bram
"Jadi aku dan mas Aris sudah resmi bercerai kak?" tanya Mentari Penasaran
"Hmmm...kenapa? menyesal!"
"Ngaco kamu, bersyukur malah bisa lepas dari keluarga mereka,tapi aku jadi inget Inayah deh kak"
"Kenapa?" tanya Bram sambil menikmati roti panggang buatan calon istri nya ini
"Dia naksir kamu!"
"Masa?" tanya Bram santai
"Iya,,kamu inget nggak waktu kamu main ke rumah ibu mas Aris yang bilang kalau Inayah yang masak"
"Yang mana?" tanya Bram lupa
"Waktu mas Aris di terima kerja di perusahaan kamu"
"O....iya,kenapa?"
"Itu kan semua aku yang masak, karena ibu mau jadiin kamu menantu nya dia bilang Inayah yang masak padahal aku udah kesal banget kak"
"Kamu cemburu?" goda Bram
"Ya nggak lah,aku saat itu belum tau kamu siapa,aku cuma kesal karena masakan aku di bilang masakan Inayah! orang yang capek masak aku" ketus Mentari
__ADS_1
"Yakin nggak cemburu??" goda Bram lagi
"Ya yakin lah"
"Tapi saat itu aku udah perhatiin kamu lo yang,aku udah yakin gitu cuma nggak ada celah buat bicara aja karena Ibu Aris terus perhatikan aku"
"Gimana reaksi mereka jika tau aku dan kamu akan menikah ya kak?"
"Saat pesta pernikahan kita saja kita undang sayang pasti mereka kaget,Palingan ibu Aris langsung stroke lihat kamu mempelai wanita nya" ujar Bram sedikit terkekeh
"Nggak boleh nyumpahin gitu kak,ntar kualat lo sama orang tua" ingat Mentari membuat Bram terdiam
"Jadi nggak sabar pengen cepat nikahin kamu sayang,biar mereka tau kalau perempuan yang mereka sia-sia kan ini bukan perempuan sembarang"
"Semoga masalah ini cepat selesai kak dan semua keinginan kita segera terlaksana" jawab Mentari dan di anggukki Bram
"Terima kasih Jen, kakak akan balas kebaikan kamu suatu saat nanti"ucap Arga saat jenny mengeluarkan nya dari dalam kamar yang selama ini mengurung diri nya.
"Temui Mas Bram segera kak di tempat yang aku katakan tadi,nanti aku yang akan kasih kabar ke dia kakak ada di mana" ujar Jenny
"Sekali lagi terimakasih Jen"
"Hati-hati kak,jika sudah selesai cepat kembali lagi,aku tidak mau mama dan papa marah" ingat Jenny dan di anggukki Arga
Jenny sengaja mengeluarkan Arga untuk menepati janji nya pada Bram tanpa Jenny tau kalau semua ini adalah trik Bram untuk bisa menyelamatkan Arga dari cengkeraman orang tua nya.
Jenny meminta Arga kembali jika urusan nya dan Bram selesai padahal tanpa sengaja Jenny sudah memberikan jalan untuk Arga agar bisa kabur dari keluarga Harja, Jenny memang sampai saat ini tidak tau kalau Arga bukan kakak kandung nya karena belum ada pembahasan sampai ke sana dari kedua orang tua nya bahkan penyebab mama nya menyembunyikan Arga pun Jenny belum tau.
__ADS_1
Setelah Arga pergi Jenny segera memberikan pesan pada Bram.
"Temui kak Arga di kafe Xx" pesan Jenny
Bram yang mendapatkan pesan masuk dari Jenny seketika terdiam
"Kenapa kak?" tanya Mentari khawatir
"Arga"
"Kenapa kak Arga?"
"Jenny meminta aku menemui Arga sayang"
"Aku ikut kak!!"
"Tunggu,aku takut ini hanya jebakan sayang, sebaiknya kamu di apartemen saja tunggu aku pulang"
"Kak....aku ikut,aku juga ingin bertemu kak Arga"rengek Mentari karena setelah melakukan tes DNA kemarin, Mentari merasa kan kalau dia dan Arga ada hubungan darah bukan sekedar sepupu.
"Sayang-"
"Kak Please" mohon Mentari
"Baik lah,tapi jangan turun,biar aku yang melihat situasi dulu"
Mentari mengangguk patuh dan tersenyum kecil.
__ADS_1
Bram segera menghubungi para pengawal Mentari untuk berjaga jangan sampai lengah karena Bram tidak mau terjadi apa-apa pada calon istri nya ini.