
"Jen....Jenny" pekik Mia
"Iya ma,kenapa histeris begitu" ketus Jenny yang keluar dari kamarnya karena teriakan si Mama
"Jen...kamu tebak siapa di luar?"
"Siapa sih ma,nggak usah main petak umpet begitu!!" ucap Jenny bertambah kesal
"Pasti kamu suka!!"Mia menarik tangan Jenny ke arah ruang tamu
"Ma ...siapa sih,,aku lagi nggak mood ini ma" oceh Jenny
"Udah lihat dulu"
"Itu ada Brama menunggu mu" ucap Mia
Jenny melihat sosok lelaki tampan dengan balutan kemeja putih dan Jas hitam membuat Brama terlihat jauh lebih berkarisma.
"Ma..kenapa nggak bilang kalau mas Bram,aku kan malu belum siap-siap ma" ucap Jenny sedikit tertunduk, dia belum mandi membuat nya tidak PD bertemu Bram
"Nggak papa,kamu juga cantik sayang mama tinggal dulu ya" ujar Mia segera pergi
"Mas..kenapa nggak bilang kalau mau kemari?" tanya Jenny
"Tadi nggak sengaja lewat terus mampir, tumben sepi Jenn,sudah pada pergi kerja?" tanya Bram basa-basi
__ADS_1
"Papa ada acara di Surabaya"
"Arga??"
"Kak Arga??? oh i-tu kak Arga mung-kin nginep di apartemen nya mas,biasa dia jarang pulang mas" jawab Jenny gugup
Bram terdiam sejenak,Arga di apartemen??apa mungkin Arga di apartemen pikir Bram
"Aku ada proyek bersama Arga,bisa aku minta nomer telpon Arga yang baru karena yang lama sudah tidak aktif atau Arga punya nomer yang lain?" tanya Bram
"Tidak ada mas,tapi nanti jika Kak Arga pulang akan aku katakan kalau Mas Bram mencari nya"
"Oke...kalau begitu aku permisi dulu Jenn"
"Tidak nanti tolong hubungi aku saat Arga pulang" pinta Bram dan di anggukki Jenny sedikit kecewa
Ingin Jenny menahan Bram tapi dia tidak bisa karena Bram terlalu dingin pada nya.
****
"Nit... apa-apa an kamu" kesal Aris yang melihat Nita sudah memasukkan pakaian nya ke dalam koper, Aris berusaha mencegah nya tapi di tepis oleh Nita.
"Kamu yang apa-apaan Ris, belum pernah aku di kasari oleh lelaki dan saat ini kamu lelaki pertama yang menampar ku"
"Tapi ini semua karena kamu Nit,kamu yang memancing amarah ku"
__ADS_1
"Ris,aku tidak ingin lagi bersama mu, ceraikan aku!!!!" pekik Nita
"Gila kamu Nit,aku menceraikan Mentari karena kamu dan sekarang kamu meminta aku menceraikan mu....Tidak!!! jangan berharap itu terjadi"
"Hari ini aku sudah tidak masuk bekerja karena kamu dan besok-besok ntah apa lagi yang terjadi jika aku terus bersama mu" oceh Nita
"Maaf kan aku Nit,oke.... aku salah tapi tolong jangan pergi,Aku tidak bisa mengendalikan emosi ku tadi, tapi semua itu karena kamu yang terus-menerus memancing ku"jelas Aris
"Aku tidak mau tau,jika sekali lagi kau berbuat kasar pada ku akan aku tinggal kan kamu Ris" ancam Nita membuat Aris terdiam,apa dia harus kehilangan Nita juga setelah kehilangan Mentari.
****
"Ma,mana Mentari?" tanya Arkan pada mama nya
"Itu apa?" tanya Bu Mina melihat Arkan membawa kantong plastik
"Martabak telor ma,satu buat mama satu lagi buat Mentari" jawab Arkan pelan membuat Bu Mita menyipitkan matanya,tidak biasanya Arkan perhatian begini pada anak kost nya
"Mentari ada ma?" tanya Arkan lagi
"Seperti nya ada,tapi tumben kamu pulang cepat dan bawa beginian jangan bilang ini-"
"Jangan negatif thinking ma,aku hanya sedang tidak ada pekerjaan saja,dan ingin pulang cepat " potong Arkan meletakkan kantong plastik di atas meja lalu melenggang masuk ke dalam kamarnya.
Bu Mina tersenyum kecil melihat Arkan yang salah tingkah karena dia tanyai.
__ADS_1