Mentari Tanpa Sinar

Mentari Tanpa Sinar
Marah


__ADS_3

"Sial......." kesal Aris saat pulang ke rumah ibu nya


"Kenapa Mentari tidak datang,sial....sial....Apa sebegitu bencinya dia pada ku.." pekik Aris lagi


"Kenapa ris?" tanya ibu nya heran melihat Aris yang mengoceh sendiri


"Bu.... Mentari tidak datang di persidangan kami,dia justru memakai jasa pengacara"jawab Aris cepat


"Hahaha.... bercanda kamu ris,mana mungkin Mentari pakai pengacara,dari mana dia dapat uang nya untuk.membayar nya orang untuk makan saja dia susah jangan ngaco kamu"


"Benar bu, Mentari pakai pengacara,aku tidak bisa menemuinya"kekeh Aris


"Mungkin kenalan dia Mas,kalau Mentari yang sewa nggak mungkin deh kaya nya,tapi kalau dia pacaran sama orang kaya bisa jadi deh mas" jawab Inayah sedikit mencibir


"Kamu kira sih Mentari itu cantik banget apa sampai bisa gaet orang kaya! kalau om-om kaya mungkin bisa jadi" sahut Laila sambil terkekeh kecil


"Iya,,ibu juga berpikir begitu La, kalau memang dia pakai pengacara palingan dia bayar dengan tubuh nya" jawab ibu Aris


"Terserah kalian mau bicara apa,kepala ku pusing sekarang " kesal Aris meninggal kan ruang keluarga tempat ibu dan anak ini bercengkrama.

__ADS_1


"Tari di mana kamu Tar,mas mau minta maaf" gumam Aris kecil


"Mas mau bilang pulang Tar,mas akan menjadi suami yang baik untuk kamu" lanjut nya pelan sambil mengusap wajah nya perlahan,rasa penyesalan menyelimuti Aris saat ini.


***


"Apa-apaan ini pak Retno" marah Harja saat pak Retno memberikan bukti-bukti kalau Mentari lah yang berhak atas harta yang di kelola Harja saat ini, karena usia Mentari sudah lebih dari 17 tahun dan Harja harus mengembalikan itu semua.


"Jika anda masih bersikeras mempertahankan nya jalur hukum yang akan di tempuh oleh pihak Mentari,dari segi mana pun anak itu akan menang karena memang dia yang berhak" tegas pak Retno


"Anda gila,saya sudah bayar anda kenapa justru anda membela Mentari!!"


"Kurang ajar!!! saya yang selama ini menjalani perusahaan ini bukan anak itu"


"Ck.....bukan anda yang menjalani nya,anda hanya menikmati nya, perusahaan ini sudah berjaya sejak pak Deni masih hidup jangan serakah"jawab pak Retno sinis


"Lebih baik anda pikirkan penawaran saya tempo hari jika anda tidak mau kehilangan semua nya, permisi" ujar Pak Retno lalu keluar


"Arrggg..... tidak akan aku berikan, jangan harap kamu bisa mendapatkan nya Mentari, aku tidak akan membiarkan itu terjadi" marah Harja

__ADS_1


Harja lalu menarik ponsel nya dari saku dan menghubungi papa Bram


"Saya Minta pernikahan anak kita di laksanakan Minggu depan pak, karena lebih cepat lebih baik agar Jenny bisa ikut Bram ke Semarang,kalau berjauhan begini kasihan mereka " Ujar Harja


Papa Bram terdiam sejenak,setau nya anak nya sudah berangkat ke Jakarta!! apa Calon besan nya ini tidak tau? pikir nya


"Hmmmm... begini pak Harja saya juga sangat setuju tapi untuk saat ini Bram sedang sibuk dia sedang ada proyek penting pak" alasan papa Bram


"Tapi pernikahan harus di laksanakan pak Dhika karena mengingat Bram sering ke Jakarta dan bertemu Jenny" bohong pak Harja


"Memang benar pak,nanti saya rembukan lagi ya pak dengan istri saya karena semua keputusan tidak bisa tergesa-gesa harus ada andil mama nya Bram" jawab papa Bram lagi


"Baiklah kalau begitu, tolong beri keputusan secepatnya pak,agar pihak kami bisa menentukan jadwal nya"


"Baik.....baik lah kalau begitu pak,saya akan bicara pada Bram dan istri saya"jawab papa Bram lalu menutup ponselnya.


Lelaki yang sudah lebih dari setengah abad ini terdiam sejenak sambil menautkan kedua tangan nya,kenapa pernikahan ini terkesan buru-buru padahal tidak mungkin jika Jenny hamil pikir nya.


Saat ini Bram di Jakarta justru keluarga pak Harja tidak tau,apa sebenarnya yang terjadi gumam nya pelan.

__ADS_1


__ADS_2