Mentari Tanpa Sinar

Mentari Tanpa Sinar
Hamil


__ADS_3

"Bagaimana bisa kalian tidak bisa menemukan keberadaan nya" kesal Mia


"Apa kerja kalian kalau begitu,makan gaji buta!!"


"Ma,,,ada Veni" ujar Jenny


Mia langsung menutup ponselnya


"Ada apa?" tanya Mia


"Tante biar kan saya bertemu Arga"


"Arga pergi ke luar negeri"


"Tidak mungkin Arga pergi tanpa sebab tante dan pernikahan kami di batal kan begitu saja"


"Arga tidak mencintai mu" ucap Mia


"Bohong,Arga tidak pernah bicara itu, tolong tante beritahu saya di mana Arga,Jen tolong Jen! bukan kah kamu sahabat ku"isak Veni lagi


memang Jenny dan Veni bersahabat baik bahkan Jenny yang ikut berperan dalam hubungan mereka,tapi Jenny juga tidak mengerti apa peran yang sedang di mainkan mama nya ini, Jenny hanya tau dia di Minta menikah dengan Bram untuk membuat perusahaan maju, Karena Bram juga oke kenapa tidak pikir nya tapi untuk Arga dan Ven kenapa di batalkan bukan nya dulu mama nya sangat menyetujui Veni yang juga berasal dari orang kaya raya.

__ADS_1


"Maaf Ven,aku juga tidak mengerti dengan masalah ini"


"Di mana Arga Jen?"


"Kak Arga ke luar negeri" jawab Jenny turut membenarkan kebohongan mama nya.


Saat ini Mia tidak mau ada yang mengacaukan rencana nya,jika Arga di luar sudah pasti dia tidak akan bisa melenyapkan Mentari.


Veni pulang dengan tangan hampa, sudah hampir dua pekan lebih dia mencari keberadaan Arga tapi tidak menemukan titik terang,Arga menghilang bak di tekan bumi membatalkan pernikahan tanpa sebab dan pergi ke luar negeri,apa yang salah dari dirinya pikir Veni


****


"Sayang,hari ini aku harus bertemu pak Retno untuk membicarakan langkah selanjutnya,kamu di rumah saja" ucap Bram sambil mencium kening Mentari


"Tidak terlalu sore,aku usahakan jam makan siang sudah di rumah"


"Apa ada sesuatu yang ingin kamu beli?"


"Tidak!!! aku menunggu kamu saja"


"Anak pintar,aku pergi dulu. I Love You" bisik Bram membuat Mentari tersipu

__ADS_1


"Cup" kecupan singkat di layangkan Bram di bibir mungil sang kekasih membuat Mentari salah tingkah,Bram selalu saja bersikap manis dan romantis pada nya.


"Hati-hati di jalan.I love you to" jawab Mentari melambaikan tangan nya pada Bram yang hendak pergi.


Keromantisan pasangan ini terlihat jelas mereka tak canggung lagi mengumbar kemesraan dan saling cinta karena memang dari awal perkenalan mereka sudah sama-sama jatuh cinta hanya saja takdir tak berpihak pada mereka saat itu.


****


"Ma, lepaskan saja kak Arga, kasihan dia"


"Kamu gila Jen,dia bisa mengacaukan rencana mama"


"Ma,apa mama tidak sayang pada kak Arga?"


"Jen,,saat ini Mentari sedang menuntut kita dan jika mama tidak bisa melenyapkan Mentari sudah pasti dia akan menang di persidangan nanti,apa kamu mau pernikahan mu dan Bram gagal,apa kamu mau jatuh miskin!!!" jelas Mia


"Kita bisa desak Bram untuk menikahi ku segera ma"


"Itu sudah ada dalam pikiran papa dan mama tapi tidak semudah itu menguasai keluarga Bram, mereka keluarga pintar,kamu yang harus Agresif pada Bram kalau perlu kamu hamil anak Bram agar bisa mengikat nya sekarang"


"Bagaimana bisa ma,aku dan Bram saja jarang bertemu,aku tidak bisa membaca kepribadian Bram ma,dia begitu tertutup bahkan tak akan pernah menghubungi ku jika bukan aku yang menghubungi nya

__ADS_1


"Kalau begitu hubungi dia,minta bertemu dan jebak Bram di salah satu hotel agar dia segera menikahi mu" pinta Mia membuat Jenny terdiam dan memikirkan usul mama nya ini


__ADS_2