
"Aku pikir kamu benar-benar tidur dengan Jenny lo kak" ujar Mentari saat mereka masuk apartemen
"Kamu pikir aku bodoh sayang, meskipun tidak bersama kamu belum tentu aku bersama dia"
"Ck....kalian saja sudah bertunangan"
"Itu kemauan papa bukan aku" jawab Bram cepat
"Kenapa Kamera nya mati secara tiba-tiba?"
"Aku yang meminta Guntur untuk mematikannya nya"jawab Bram terkekeh kecil
"Jahat kamu, membuat jantung ku hampir lepas, untung saja aku tidak nekat masuk ke dalam klub itu" kesal Mentari
"Aku hanya ingin melihat reaksi mu sayang, ternyata kamu benar-benar mencintai ku" ucap Bram menarik pinggang Mentari dan memeluk nya erat.
"Mana mungkin aku menyakiti calon istri ku, melihat mu bersedih saja aku tidak bisa apalagi penyebab kesedihan mu adalah aku"lanjut Bram sambil mengecup bibir Mentari perlahan
"Kak,, sudah malam aku mengantuk" elak Mentari, jujur saat ini Mentari juga menginginkan lebih apalagi dengan status janda nya yang sudah pernah merasakan nikmat nya surga dunia tapi Mentari harus bersabar dia tidak boleh gegabah.
"Aku masih ingin begini dulu sayang" bisik Bram serak terlihat jelas kalau dia sedang menahan hasrat nya
__ADS_1
Perlahan Bram mengusap lembut paha Mentari dan mengecup leher nya pelan,Mentari mendesah saat Bram memasukkan tangan nya ke ****** ***** Mentari dan mengusap pelan serta memasukkan jari nya di sana..
"Kak...." rintih Mentari tidak tahan
Bram membawa kekasih nya itu ke atas sofa ruang tamu apartemen.
Masih bermain di ciuman bibir dengan perlahan tangan Bram membuka celana dal*m Mentari dan mulai turun ke bawah untuk menj*lati nya
"Hmmmmmppp kak" desah Mentari pelan,kali ini hati dan ucapan nya tak bisa sinkron
Beberapa kali Mentari mencapai klimaksnya dan terlihat lelah.
"Sayang,aku pengen" bisik Bram
"Aku sudah tidak tahan sayang,bukan nya setelah masa Iddah mu kita langsung menikah, tidak ada yang perlu kamu khawatir kan"
Mentari tetap menggeleng karena dia belum tau kedepannya bagaimana,,jika semua berjalan lancar mungkin bisa saja mereka menikah tapi jika keluarga Bram menolak nya apa yang harus di perbuat, meskipun janda setidaknya dia belum di masuki Bram.
"Pake mulut saja ya" usul Mentari dan di anggukki Bram karena dia juga sudah tidak tahan, setidaknya dia bisa terpuaskan malam ini.
Akhirnya Mentari melakukan nya dengan mulut membuat Bram merasakan kenikmatan berkali-kali dan mendesah nama Mentari.
__ADS_1
****
Jenny membuka mata nya perlahan di lihat nya kiri - kanan tidak ada Bram, kemana lelaki itu bukan nya semalam mereka tidur bersama setidaknya dia harus mendapatkan bukti kalau mereka tidak bersama agar bisa menekan Bram nanti.
Jenny melihat lagi tubuh nya yang masih utuh di balik selimut,apa yang terjadi semalam pikir nya.
Jenny segera bangkit dan keluar mencari pemilik klub dia ingin tau apa yang terjadi semalam.
"Anda seperti nya mabuk berat lalu pingsan"
"Lelaki yang bersama saya?"
"Hanya mengantarkan sampai ke kamar lalu pergi"
"Tidak ada kejadian lagi?" tanya Jenny penasaran
"Tidak.... setelah mengantar kan anda di menitipkan anda saat tertidur pulas" jelas nya lagi
"Sial..... kenapa aku ketiduran sepertinya aku tidak memesan alkohol" kesal Jenny
"Terima kasih" ucap nya lalu pergi
__ADS_1
Jenny segera pulang ke rumah,mata nya masih mengantuk dan tubuh nya terasa lengket.