
"Ya Allah nak,kamu kembali lagi,ibu kangen lo tar sama kamu,Arkan juga nanyai kamu terus tuh" ujar Bu Mina memeluk tubuh Mentari
"Ibu kangen masak sama kamu tar"
"Aku juga kangen sama ibu, kapan-kapan kita masak bareng lagi ya bu" jawab Mentari tersenyum kecil
"Kok kapan-kapan tar,kamu nggak tinggal di sini lagi?" tanya Bu Mina
"Mentari tinggal bersama saya bu,saat ini kami sedang menyelesaikan masalah Mentari terlebih dahulu " sahut Bram sopan
"Iya bu,tapi aku janji akan mampir ke mari jika ada waktu luang,mas Arkan ada bu?"
"Ada, sebentar lagi juga dia keluar,tadi ibu sudah katakan kalau kamu akan datang hari ini" ucap Bu Mina yang memang sudah di hubungi Mentari semalam
"paling dia sedang siap-siap di dalam,ayo masuk"ajak bu Mina menarik tangan Mentari masuk kedalam rumah.
Bram tak mau jauh duduk dari Mentari karena dia melihat gelagat aneh dari ibu kost Mentari ini.
"Mentari"panggil Arkan yang baru keluar
"Mas Arkan"
"Maaf sudah menganggu mas Arkan pagi-pagi begini,saya kemari ingin mengambil berkas yang di titipkan oleh Kak Arga" jelas Mentari
__ADS_1
Arkan juga tau jika Mentari datang kerumah nya untuk mengambil berkas tersebut.
"Ini rambut apa mas?" tanya Mentari melihat beberapa helai rambut di dalam berkas tersebut
"Itu titipan Arga,dia bilang kamu harus tes DNA dengan rambut ini"
"Maksud nya?"
"Dia curiga kalau kalian kakak adik kandung,jika kamu tidak keberatan biar mas yang antar kan kamu ke rumah sakit" tawar Arkan
"Tidak usah, saya juga bisa mengantarkan Mentari,dia pergi bersama saya jadi saya harus bertanggung jawab untuk keselamatan nya" potong Bram cepat
"Saya juga bisa menjaga keselamatan Mentari apalagi dulu dia sudah pernah tinggal di sini saya rasa Mentari lebih mengenal keluarga saya" jawab Arkan sinis
"Tapi sekarang kondisi nya berbeda"
Mentari menatap wajah Bram yang terlihat pucat.
"Kalau begitu kami permisi dulu,masih banyak hal yang harus kami selesaikan " ucap Bram mengambil berkas dan menarik tangan Mentari
"Tari....Mentari" pekik Bu Mina melihat Bram membawa Mentari, padahal dia baru membuat kan minuman untuk Mentari tapi kenapa Mentari langsung pergi.
"Lepas kak" pinta Mentari menepis tangan Bram
__ADS_1
"Sayang masuk dulu" ajak Bram lembut
"Jelaskan dari perkataan Mas Arkan tadi,apa benar kamu tunangan Jenny?" cecar Mentari
"Sayang, semua itu terjadi begitu saja,jujur aku tidak ada perasaan apapun pada Jenny,papa yang meminta nya"
"Kenapa kamu terima?"
"Aku saat itu frustasi karena tau kamu sudah menikah dengan Aris tak ada alasan untuk ku membantah ucapan papa apalagi status kamu istri Aris,aku tidak mungkin merebut mu" terang Bram
"Maaf jika aku tidak jujur dari awal sayang,aku takut jika kamu tau kamu justru menolak ku, padahal aku sangat mencintaimu,aku tidak mau itu terjadi"
"Lalu sekarang?"
"Aku sudah katakan pada papa kalau aku tidak mau menikah dengan Jenny-"
"Karena aku!!" potong Mentari
"Bukan,,jika kamu tidak ada pun aku juga tak bersedia, Jenny bukan tipe ku,ayo lah sayang sedikit menjadi orang jahat tidak ada salah nya bukan toh selama ini Jenny juga jahat padamu,kamu bisa membalas nya"
"Jika aku membalasnya apa beda nya aku dan dia, sama-sama jahat" ketus Mentari
"Memberi pelajaran sedikit pada nya tidak masalah,agar dia tau kalau kamu bukan Mentari yang lemah seperti dulu lagi" bujuk Bram membuat Mentari berpikir sejenak, seperti nya tidak ada salah nya mengikuti apa yang di katakan Bram agar Jenny bisa merasakan sakit yang dia rasakan meskipun hanya sedikit.
__ADS_1
"Please...aku tak ingin kita berpisah lagi" mohon Bram menggenggam tangan Mentari dan mencium nya beberapa kali
Mentari sendiri tak bisa memungkiri hati nya saat ini,Bram benar-benar sudah mengalihkan kehidupan nya yang dulu penuh dengan penderitaan dan sekarang bak ratu di kehidupan Bram.