
"Apa kata pak Retno kak?" tanya Mentari saat Bram sudah pulang keapartemen
"Beliau bilang semua nya sudah beres tinggal menunggu waktu nya dan kamu harus di jaga ketat sampai hari Persidangan tiba"
"Maksud nya?" tanya Mentari tak mengerti
"Banyak bahaya mengintai mu sayang jadi untuk sementara waktu kamu jangan keluar dulu, apalagi kita terlihat jalan berdua akan membuat mereka curiga, sampai detik ini keluarga Pak Harja tidak ada yang tau siapa dalang yang membantu mu"jelas Bram
"Lalu aku akan berdiam di apartemen ini?"
"Hmmm...... semua ini demi keselamatan mu sayang,aku juga sudah menyewa orang khusus untuk mengawasi mu,takut nya kita kecolongan,ada dua pengawal yang selalu mengawasi mu dan satu lagi mengawasi dari jauh"
"Sampai segitunya kak"
"Keluarga pak Harja akan bertindak semaunya sayang,ini masalah harta"
"Dulu saat dia menikmati harta ku aku tidak sebegitu nya"
"Beda orang beda prinsip!! apalagi mereka memang gila harta"
"Lanjut kan makan mu,kakak mandi sebentar" ujar Bram beranjak masuk ke dalam kamar
Saat Mentari akan menyuapkan makanan ke mulut nya terdengar bunyi ponsel milik Bram yang tertinggal di atas meja makan.
"Jenny"
"Kenapa dia menghubungi Kak Bram?"ucap Mentari
__ADS_1
"Kak.....kak Bram" panggil Mentari dari luar
"Ada apa sayang,mau mandi bersama" Goda Bram mengeluarkan kepala nya di samping pintu
"Ponsel mu berbunyi"
"Angkat saja,bilang calon suami mu sedang mandi"
"Jenny kak"
"Jenny!!! kenapa dia menghubungi ku"
"Mana aku tau"
"Biarkan saja nanti aku akan hubungi dia kembali"sahut Bram menerus kan acara mandi nya.
Setelah selesai mandi Bram mengusap kepala nya dengan handuk lalu merapikan rambut nya dan keluar.
"Mana ponsel ku sayang?" tanya Bram
"Di atas meja" jawab Mentari yang sedang sibuk di dapur membereskan piring kotor.
"Kenapa dia menghubungi mu kak"? tanya Mentari
"Tidak tau" jawab Bram santai lalu mencari nomer Jenny
"Ya Jen" ujar Bram sambil mendekat pada Mentari dan sengaja menghidupkan loud speaker nya agar kekasih nya ini tau apa yang sedang mereka bicarakan kan,Bram sudah berjanji pada Mentari tak ada hal yang akan di tutupi mengenai hubungan nya dengan Jenny.
__ADS_1
"Mas aku ingin bertemu" pinta Jenny manja
"Bertemu!! untuk apa?" tanya Bram mengerutkan keningnya menatap Mentari
"Aku Rindu mas,apa kamu tidak rindu padaku,kita akan segera menikah tapi kamu tak sekalipun menghubungi ku" ucap Jenny membuat wajah Mentari mulai memerah menahan marah,ingin dia mengambil ponselnya mengatakan pada Jenny kalau Bram milik nya tapi Mentari masih harus bersabar.
Bram tau kekasih nya itu marah,dia segera memeluk tubuh Mentari dengan satu tangan nya.
"Aku sedang sibuk Jen" tolak Bram
"Tapi aku punya berita penting tentang kak Arga mas,bukan nya tempo hari kamu menanyakan Kak Arga" ujar Jenny mencari alasan
Topik yang cukup menarik bagi Bram dia bisa mempergunakan Jenny untuk bisa bertemu Arga pikir nya.
"Baiklah kapan kamu mau bertemu?" tanya Bram
"Malam nanti,mama mu bilang kamu sudah berada di Jakarta beberapa hari ini"
"Oke, beritahu saja di mana lokasi nya"ujar Bram menutup ponselnya
"Aku Ikut!!!" pinta Mentari membuat Bram terkekeh kecil
"Kenapa kamu tidak membiarkan ku berdua dengan Jenny sayang" goda Bram
"Kamu ingin berdua dengan nya?" tanya Mentari dengan tampang sangar
"Tidak......aku ingin berdua dengan mu saja sepanjang waktu" jawab Bram langsung ******* bibir kekasih nya ini.
__ADS_1
Mentari mengikuti permainan bibir yang di ciptakan Bram meskipun dia tak begitu paham tapi Mentari mencoba mengikuti alur yang di ciptakan kekasih nya ini,dia membuka mulutnya sedikit lebar memberikan Askes untuk Bram bisa menjelajahi nya.