
Brama akhirnya berangkat juga ke Jakarta karena permintaan mama nya yang memang tidak bisa dia tolak.
Di perjalanan dia terus gelisah,Bram berpikir bagaimana cara menemukan Mala dan membawa nya jauh dari orang lain kalau perlu Bram akan menikahi nya langsung pikir Bram.
****
Mentari sengaja menunggu di ujung gang karena takut ada yang melihat nya pergi bersama Arga,takut nya malah jadi salah paham.
"Masuk" ucap Arga membuka kan pintu mobil
"Kita mau ke mana Kak?" tanya Mentari
"Butik!"
"Butik! kenapa?" tanya Mentari bingung
"Malam ini ada acara pertunangan anak adik mama dan kamu harus ikut"
"Kenapa kak?"
"Mala, sudah waktunya papa tau kalau kamu datang kembali,di sana juga ada om Retno, pengacara papa kamu dulu"
"Om Retno?"
__ADS_1
"Ya,om Retno sudah lama mencari mu papa terus beralasan kalau kamu kuliah di luar negri,dan semua aset papa yang kelola atas permintaan kamu" jelas Arga
"Kakak sudah lama mencari kamu Mal,tapi kakak benar-benar tidak tau harus mencari kamu ke mana karena papa dan mama menutup rapat semua nya"
"Aku di letakkan mereka di panti kak" jawab Mentari
"Panti!! di mana?"
"Semarang!!"
"Sttt......... benar-benar papa dan mama ya" kesal Arga memukul stir mobil nya
"Kak...bantu aku" ucap Mentari perlahan
"Bantu aku untuk mengambil kembali harta ku kak dari tangan paman Harja"
Mentari menghela nafas berat, semoga saja om Retno bisa membantu nya lebih jauh.
"Kenapa tidak ajak kekasih kakak juga?" tanya Mentari,dia takut kalau kekasih Arga salah paham pada nya padahal mereka kakak-adik.
"Dia teman dekat Jenny kakak tidak mau dia cerita ke Jenny saat ini, karena kakak ingin beri kejutan pada papa dan mama malam ini"
"Terimakasih kak, terimakasih sudah membantu ku"
__ADS_1
Arga sengaja membawa Mentari ke salon kecantikan dan butik agar penampilan nya berubah,Arga ini semua nya baik-baik saja tanpa adanya polemik yang selama ini di sembunyikan papa dan mama nya,Arga ingin Om Retno segera membacakan surat wasiat papa Mentari dan berharap memberikan itu semua pada Mentari dengan jalan mulus tanpa ada nya pertikaian bagaimana pun juga pak Harja adalah orang tua nya tidak mungkin dia membiarkan orang tua nya masuk penjara,Arga ini mencari jalan terbaik untuk keluarga nya saat ini.
****
"Nit....buruan nanti malah telat" pekik Aris
"Sabar kenapa Ris,aku lagi siap-siap" balas Nita tak kalah berteriak
"Nit,itu pakaian kotor kamu menumpuk di mesin cuci, Inayah mau cuci pakaian nya nggak bisa" omel ibu Aris
"Bilang sama Inayah sekalian saja bu di cuci baju ku, kalau nggak tolong antarkan ke laundry nanti Aris yang bayar"
"Kok malah aku" kesal Aris
"Ya kamu lah Ris,kamu kan suami aku,terus aku mau minta sama siapa lagi kalau bukan kamu?? sama lelaki lain!!"
"Jadi gimana itu pakaian nya Nit?"
"Terserah ibu, kalau ibu nggak keberatan ibu saja yang cuci,aku sibuk " jawab Nita segera berlalu
"Bu...aku mau makan cumi pedas dong bu, yang sering di buat sama Mentari" ucap Laila
"Ibu mana tau La,bukan nya selama ini kita tau nya makan saja tanpa tau bumbu nya"
__ADS_1
"Ya ibu..... bagaimana jika anak ku ngeces nanti"
"Sudah ...jangan berisik, membuat kepala ibu pusing saja"