Mentari Tanpa Sinar

Mentari Tanpa Sinar
lelah


__ADS_3

Seharian di manjakan oleh sang kekasih mulai dari ke salon hingga butik mahal mereka jelajahi berdua, pada umumnya orang yang sedang kasmaran tak mau di pisahkan bahkan tak ingin terpisah tangan Bram terus menggenggam tangan Mentari,tak ada penolakan dari perempuan cantik ini membuat Bram merasa bahagia.


"Bagaimana kabar Pernikahan Jenny pa sudah ada kabar?" tanya Mia


"Belum ada jawaban dari pak Dhika ma, pihak mereka masih berembuk terlebih dahulu"


"Kenapa bisa begitu,bukan nya tempo hari mereka yang meminta pertunangan ini segera di laksanakan,jika hanya untuk main-main batalkan saja pa,cari yang lain"


"Kamu gila ma, keluarga Bram cukup terpandang dan Bram sendiri pengusaha sukses saat ini jika kamu ingin membatalkan semua nya kamu harus siap dengan resikonya nanti,papa kini justru mencari tempat berlindung ma dengan kondisi kita yang belum pasti ini" jelas Harja


"Pa,,kita seperti pengemis pada mereka, padahal anak kita cantik! siapa saja akan menyukai nya"ujar Mia sombong


"Itu menurut mu ma,tapi tidak menurut Keluarga Bram mereka bisa saja menggantikan posisi Jenny dengan perempuan mana saja,kita yang menginginkan keluarga Bram ma bukan mereka"


"Lalu kita harus menunggu sampai kapan pa?Bram juga tak pernah lagi menemui Jenny,apa kita saja yang berharap dengan pernikahan ini sementara mereka tidak!!!" marah Mia

__ADS_1


"Sabar ma.... pasti semua nya ada jalan keluarnya,kamu terlalu tergesa-gesa dalam memutuskan sesuatu,papa juga sedang mencari cara lain ma agar keluarga Bram bisa datang kemari untuk membicarakan tanggal pernikahan anak kita" terang Harja.


"Pokok nya kamu desak mereka secepat nya pa, oh ya,,satu lagi bantal kan pernikahan Arga karena akan membuat kita malu saja,Arga saat ini tidak bisa lagi untuk di kendalikan nanti malah Persiapan pesta pernikahan sudah selesai dia kabur"


"Kenapa masalah harus datang di saat yang tidak tepat, pusing kepala papa jika harus memikirkan ini semua dengan bersamaan ma,belum Mentari belum juga Arga dan pernikahan Jenny bisa struk papa kalau begini" keluh Harja memijat pelipisnya sendiri


"Untuk Mentari papa tenang saja sebentar lagi juga akan selesai,papa harus desak keluarga Bram saja saat ini"


"Ma...papa tidak mau terjadi hal aneh,papa sedang berusaha mencari jalan keluar nya ma"


****


"Huf......." hembusan nafas panjang keluar dari bibir mungil perempuan cantik ini, terlihat lelah tapi menyenangkan menurut Mentari.


"Capek"

__ADS_1


"Hmmm... lumayan"sahut nya pelan


"Kamu belanja banyak sekali kak"


"Itu semua buat kamu sayang,aku ingin penampilan kamu sempurna dan tidak ada lagi yang bisa bicara sembarang tentang calon istri ku"


"Tapi tidak sebanyak itu juga kak,kamu mau buka butik" ucap Mentari terkekeh kecil


"Sayang, apapun akan kakak lakukan untuk kamu, asalkan kamu tetap bersama kakak"


"Gombal" cebik Mentari menghela nafas panjang


"Aku bingung cara mengganti nya nanti"


"Tunggu semua harta kembali pada mu, bahkan kamu lebih kaya dari ku" canda Bram

__ADS_1


Sepasang kekasih ini tengah duduk di ruang tamu Apartemen mereka,Mentari terlihat lelah karena mereka habis berbelanja banyak barang kebutuhan mereka,mulai dari baju hingga kebutuhan pokok bahkan tanpa sadar kedua nya tertidur di atas sofa.


__ADS_2